Youngster Inc. Entrepreneur

Felicia Kurniawan, Transformasikan Bisnis Fesyen M231 agar Terus Relevan

Felicia Kurniawan, Transformasikan Bisnis Fesyen M231 agar Terus Relevan
Pemilik Usaha M231 Felicia Kurniawan. (dok M231)

Konsumen di industri fesyen Tanah Air terus mengalami perubahan. Brand-brand mencoba beradaptasi, mengikuti perubahan konsumen dengan menghadirkan gaya fesyen yang tengah menjadi tren di masyarakat dan melakukan penetrasi pasar-pasar baru melalui banyak platform dan jaringan.

Gaya-gaya bisnis lama, bertahan di zona nyaman dengan hanya mengandalkan satu jalur pemasaran offline dinilai sudah tidak relevan dan akan membuat brand kalah saing. Mempertahankan strategi hanya fokus pada satu lini fesyen juga dinilai sulit, apalagi untuk brand fast fesyen.

Menyadari kondisi tersebut, salah satu brand fesyen lokal M231 melakukan transformasi besar-besaran, baik dari sisi produk maupun pemasaran. Pemilik Usaha M231 Felicia Kurniawan mengungkapkan bahwa M231 dulu hanya fokus di fesyen khusus pria.

Felicia menceritakan usaha M231 merupakan usaha keluarga yang sudah berdiri sejak 23 tahun silam dan mulai dengan usaha garmen. Pada 2018, Felicia masuk ke usaha keluarga tersebut dengan mengembangkan brand yang sudah ada, yakni M231.

“M231 itu awalnya hanya fokus di fesyen pria, khususnya kemeja. Namun lalu kami melakukan pengembangan, produk-produk apa selain kemeja pria, kami akhirnya masuk ke produk celana, kids wear dan produk-produk wanita. Sekarang M231, meski masih identik dengan produk pria, tapi kami lebih ingin membawa brand kami valuenya ke arah brand fesyen,” kata Felicia dalam perayaan Hari Perempuan Sedunia 2024 beberapa hari lalu.

Dalam mengembangkan bisnis, Felicia menghadapi tantangan baru, di mana M231 baru masuk ke ranah ritel baru tahun 2018 saat dirinya mulai bergabung. Demi bisa masuk ke ritel, perusahaan menggelontorkan investasi yang tidak sedikit. Awal mula penetrasi ke ritel, perusahaan membuka toko offline belum online.

“Pada 2018, online mulai ada namun market sharenya masih lebih besar di offline. Jadi kami pebisnis lebih tertarik ke ranah offline. Lalu pada akhir 2019 ada pandemi Covid-19, ini memusingkan bisnis dan memberikan dampak, ini kami bisa bertahan berapa lama, ini masa yang sulit bagi kami,” ungkap Felicia.

Namun masa-masa sulit tersebut, lanjut Felicia, banyak teman menyarankan agar bisnis mulai melirik penjualan online. Meski pandemi, online tetap bisa jalan, logistik juga tidak terdampak. Manajemen belum memiliki pengalaman (dalam penjualan secara online) tapi kehadiran e-commerce yang melakukan reach out kepada berbagai seller sangat membantu kami. “Jadi awal pandemi kami masuk ke ranah online, melalui Tokopedia,” ujarnya.

Tantangan lain adalah dalam bisnis fesyen, brand harus selalu mengikuti tren yang ada karena tren fesyen itu berubah. Pemanfaatan teknologi menghadapi tantangan ini sangat penting, perusahaan belajar dari brand-brand lokal lain, yang bisa diterapkan di bisnis M231.

“Hasilnya itu kami ada akhirnya ada pengembangan produk-produk baru, tidak hanya fesyen pria tapi juga ada fesyen wanita itu kami pelajari dari kompetitor di platform e-commerce. Sekarang juga sudah ada Tiktok, kami belajar bagaimana tren fesyen, baik dari brand maupun dari orang-orang yang di Tiktok,” ucap Felicia.

Meskipun M231 telah berdiri puluhan tahun, perusahaan akhirnya menyadari pentingnya mengadopsi platform digital, seperti Tokopedia untuk mengembangkan bisnis. Perusahaan rutin mengikuti kampanye Waktu Indonesia Belanja (WIB), Tokopedia Fashion dan fitur beriklan TopAds di Tokopedia.

“Hasilnya, setelah mengikuti WIB, penjualan kami bisa meningkat hingga 3 kali lipat dibandingkan sebelum mengikuti kampanye tersebut. Sementara berkat TopAds, penjualan M231 naik hingga 5 kali lipat dibandingkan sebelum pakai fitur tersebut,” kata Felicia.

M231 memberdayakan lebih dari 1.000 penjahit dari Pemalang, Jawa Tengah, bahkan 70% di antaranya adalah perempuan. Perusahaan juga menggunakan bahan-bahan lokal dalam memproduksi produk.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved