Economic Issues

Ada Ketegangan Geopolitik, Peluang bagi RI Bangun Rantai Pasok yang Tangguh

Ada Ketegangan Geopolitik, Peluang bagi RI Bangun Rantai Pasok yang Tangguh

Kekuatan manufaktur China menimbulkan tantangan bagi perusahaan yang mencari diversifikasi, namun krisis Laut Merah baru-baru ini menegaskan pentingnya ketahanan rantai pasokan. Upaya diversifikasi akan memakan waktu, namun Indonesia memiliki peluang besar dalam situasi yang terus berubah.

Head of Supply Chain and Logistics Advisory Asia Pasifik di Cushman & Wakefield Tim Foster menjelaskan, status China sebagai pusat manufaktur mengungguli pemain lain di wilayah Asia Pasifik. Secara historis, China memiliki tenaga kerja berpengalaman dan infrastruktur yang kokoh.

“Namun, gangguan yang disebabkan oleh pandemi dan ketegangan geopolitik telah mendorong perusahaan untuk mengevaluasi kembali ketergantungan mereka pada rantai pasokan yang berpusat di China. Kami mencatat bahwa gangguan terbaru dalam jalur pengiriman global menjadi pengingat akan pentingnya membangun rantai pasokan yang tangguh,” ujar Tim Foster, Kamis (21/03/2024).

Bagi Indonesia, tantangan diversifikasi termasuk menangani isu seperti tenaga kerja yang belum terampil, infrastruktur pelabuhan yang terbatas, dan kompleksitas regulasi. Namun, Director of Strategic Consulting Cushman and Wakefield Indonesia Arief Rahardjo percaya bahwa, meski terdapat berbagai tantangan, ada pula peluang untuk pertumbuhan.

“Inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk menarik investasi asing dan mempromosikan manufaktur, ditambah dengan lokasi geografis strategis Indonesia, membuat Indonesia menjadi tujuan menarik bagi perusahaan yang ingin melakukan diversifikasi operasional mereka. Ini merupakan peluang yang perlu dimaksimalkan,” katanya.

Arief mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak peluang karena potensinya yang beragam. Setidaknya ada enam peluang yang menyorot potensi Indonesia dari jumlah populasi, tingkat ekonomi masyarakat, iklim investasi, hingga prospek pertumbuhan ekonomi yang dinilai stabil.

Pertama ukuran dan komposisi populasi, di mana Indonesia merupakan negara keempat terpadat di dunia dengan total 278.696.200 juta penduduk pada tahun 2023. “Lebih dari separuh populasi tinggal di daerah perkotaan, menandakan adanya konsentrasi konsumen dan angkatan kerja potensial di pusat-pusat ekonomi utama,” ungkap Arief.

Kedua, Indonesia memiliki kelas menengah yang berkembang. Indonesia mengalami peningkatan yang pesat dalam segmen kelas menengahnya. Perubahan demografis ini menandakan adanya peningkatan daya beli, pola konsumsi, dan permintaan akan berbagai barang dan jasa, sehingga menciptakan peluang bisnis yang menguntungkan di berbagai sektor.

Ketiga, dinamika pasar konsumen yang cepat. Pertumbuhan ekonomi yang kuat di Indonesia mendorong salah satu pasar konsumen yang berkembang paling cepat di dunia. Tren ini terutama terlihat dalam bidang e-commerce, dengan lonjakan yang luar biasa dalam pengeluaran ritel online. “Dinamika pasar seperti itu menegaskan perlunya solusi logistik yang efisien untuk memenuhi permintaan konsumen yang semakin meningkat," ucapnya.

Keempat, penanaman modal asing (FDI) dan iklim investasi yang terjaga. Perbaikan iklim investasi negara dan masuknya penanaman modal asing menandakan kepercayaan dari bisnis internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia. Tren ini tidak hanya meningkatkan pembangunan ekonomi tetapi juga mendorong kemitraan, transfer teknologi, dan pertukaran pengetahuan yang merangsang berbagai sektor, termasuk logistik.

Kelima Indonesia memiliki cakupan logistik regional. Lokasi strategis Indonesia dan statusnya yang semakin berkembang sebagai kekuatan global di Asia Tenggara menarik minat investor, terutama di sektor logistik. Dengan meningkatnya cakupan investor di pasar logistik Asia Tenggara, Indonesia menjadi pusat penting untuk perdagangan dan konektivitas regional.

“Keenam Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang positif. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia siap untuk pertumbuhan PDB riil yang berkelanjutan. Prospek ekonomi yang positif ini menciptakan situasi menarik bagi perusahaan yang mencari peluang investasi jangka panjang dan strategi ekspansi pasar,” kata Arief menutup keterangannya.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved