CSR Corner

Takeda Diganjar PRIA 2024 Lewat Program Pencegahan DBD di Indonesia

Takeda Diganjar PRIA 2024 Lewat Program Pencegahan DBD di Indonesia
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht (ke-2 dari kanan)

PT Takeda Innovative Medicines (Takeda) bersama Kementerian Kesehatan RI menyusun program bersama untuk memberikan sosialisasi terkait DBD melalui kampanye Ayo3MplusVaksinDBD. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi seputar upaya preventif yang inovatif, seperti Wolbachia dan vaksinasi, serta tindakan pencegahan. Kampanye ini diperkuat dengan serangkaian dialog, baik dengan para pembuat kebijakan, maupun komunitas sosial, untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan DBD di Indonesia.

Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa untuk mencapai target nol kematian akibat dengue di tahun 2030, diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, “Sangat krusial membangun sinergi yang kuat antara sektor publik, yaitu pemerintah, dan sektor swasta,” kata dia. Menurut Imran, blueprint-nya sudah ada, yaitu Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025. Namun demikian, implementasi pengendalian dan pencegahan harus dilakukan di tingkat terkecil, yaitu keluarga. Semakin banyak keluarga bergerak, maka akan membantu kita mendekati target <10/10.000 penduduk.

Dia menambahkan saat ini beberapa daerah telah menetapkan status Kondisi Luar Biasa (KLB) Dengue, “Implementasi 3M Plus masih memegang peran yang sangat krusial dalam pengendalian kasus DBD di Indonesia. Sampai dengan minggu ke-11 tahun 2024, terdapat 35.556 kasus DBD di Indonesia dengan 290 kematian,” ujarnya.

Di bulan Maret ini saja, beberapa daerah sudah menetapkan KLB, seperti Jepara, Enrekang, Kutai Barat, Lampung Timur, dan Kab Nagekeo. Oleh karena itu, pemerintah, menurutnya, tidak pernah bosan menekankan pentingnya 3M Plus, dan termasuk mempertimbangkan pencegahan inovatif seperti Wolbachia dan vaksin DBD.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht menambahkan, selain lewat program ini, komitmen pencegahan DBD juga dilakukan melalui partisipasi sebagai salah satu anggota pendiri Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, yang digagas oleh Kaukus Kesehatan DPR RI dan Kementerian Kesehatan. Komitmen ini berbuah manis dengan diraihnya penghargaan perunggu dari PR Indonesia Award (PRIA) 2024, kategori Program Corporate PR untuk Perusahaan Swasta.

Penghargaan ini mengakui program corporate PR yang dijalankan oleh Takeda dalam kemitraan dengan Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pencegahan DBD di Indonesia sebagai serangkaian kegiatan yang komprehensif dan berdampak besar. “Pencapaian ini berkat peran serta seluruh karyawan Takeda di Indonesia, yang atas dedikasi dan kerja keras merekalah, bisa mendapatkan penghargaan ini,” kata Andreas.

PRIA 2024 merupakan ajang kompetisi yang menilai kinerja kehumasan/PR di perusahaan swasta nasional & multinasional, BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, pemerintah kota/kabupaten/ provinsi, lembaga, Kementerian, dan Perguruan Tinggi. Kompetisi ini menilai karya kreatif/program/pencapaian PR terbaik korporasi/instansi sepanjang Januari—Desember 2023.

Tahun 2024 merupakan ke-9 kali penyelenggaraannya dan telah menerima sejumlah 699 karya dari 219 institusi dan perusahaan dari berbagai industri dengan kategori yang berbeda, yaitu PR Program, Crisis Management, Owned Media, Digital Canal, Annual Report, PR Department, dan CSR Communications.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved