Capital Market & Investment

Obligasi yang Diterbitkan di BEI Mencapai Rp 20 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Januari hingga 22 Maret tahun ini sebanyak 18 emisi dari 17 emiten senilai Rp 20,96 triliun. Sedangkan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 548 emisi dari 128 emiten dengan outstanding sebesar Rp 460,41 triliun dan US$ 32,36 juta. "Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri dengan nominal Rp 5.847,62 triliun dan US$ 502,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp 3,19 triliun," ujar Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI yang dikutip pada Minggu (24/3/2024).

Selama Senin-Jumat pekan ini, terdapat 2 obligasi yang tercatat di BEI, yakni Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 dan Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap II Tahun 2024. Kedua obligasi tersebut dicatatkan pada Kamis, 21Maret 2024. Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 ini diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nominal Rp 2,5 triliun.

Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi ini adalah idAAA (Triple A) dan dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat. Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap II Tahun 2024 yang diterbitkan PT Permodalan Nasional Madani mulai dicatatkan di BEI dengan nominal Rp 1,67 triliun. Hasil pemeringkatan Pefindo untuk obligasi ini adalah idAA+ (Double A Plus) dan dengan PT Bank Mega Tbk sebagai Wali Amanat.

Data perdagangan saham BEI selama periode 18-22 Maret 2024 ditutup bervariasi. Peningkatan tertinggi dalam sepekan terjadi pada kapitalisasi pasar yaitu sebesar 0,48% dari Rp 11.692 triliun pada sepekan sebelumnya menjadi Rp 11.748 triliun pada penutupan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini turut mengalami peningkatan, yaitu sebesar 0,30% dengan ditutup berada pada posisi 7.350,152 dari 7.328,054 pada penutupan pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian saham turun sebesar 7,55% menjadi 1,139 ribu kali transaksi dari 1,233 ribu kali. Rata-rata volume transaksi harian saham menyusut sebesar 11,67% atau menjadi 16,50 miliar lembar saham dari 18,68 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian saham juga turun sebesar 40,62% menjadi Rp 10,17 triliun dari Rp 17,12 triliun pada sepekan yang lalu. "Investor asing pada Jumat lalu mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 372,9 miliar dan sepanjang tahun 2024 investor asing telah mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 28,25 triliun," tutur Kautsar.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved