Trends

Peroleh Modal Usaha dari BRI, Produsen Tahu Ini Kebanjiran Order Pada Bulan Puasa

Peroleh Modal Usaha dari BRI, Produsen Tahu Ini Kebanjiran Order Pada Bulan Puasa
(kiri) Mardi, pengusaha tahu di Cipayung, Jakarta Timur. Mardi pada Januari 2024 memperoleh kredit dari BRI senilai Rp 25 juta untuk modal usaha. (Foto : Vicky Rachman/SWA)

Permintaan konsumen terhadap olahan kacang kedelai (tahu) meningkat di bulan puasa tahun ini. Lantaran demikian, produsen tahu menambah kapasitas produksinya guna memenuhi permintaan konsumen. Osid Rosid (57 tahun), misalnya, menambah pasokan kacang kedelai sebanyak 20-30 kilogram per hari. Produsen tahu yang berbasis di Cipayung, Jakarta Timur itu mengolah kedelai sebanyak 2,5 kuintal (250 kilogram) di setiap harinya.

Osid mengatakan peningkatan produksi di bulan puasa itu meningkat karena permintaan pelanggannya melonjak. Osid bersama puterinya, Nani Suryani dan 6 karyawannya berupaya memenuhi permintaan konsumen. “Pada bulan puasa, biasanya saya menambah pembelian kedelai sekitar 30 kilogram untuk diolah menjadi tahu. Karyawan saya ada 6 orang, yang 4 orang memproduksi tahu dan 2 orang berjualan tahu di pasar,” ujar Osid saat dijumpai di pabrik pengolahan tahu di Cipayung, Jakarta Timur pada Jumat, 8 Maret 2024 silam.

Di sentra produksi tahu ini ada sejumlah produsen tahu. Selain Osid, ada pula Mardi. Penggiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berusia 56 tahun ini juga ketiban rezeki tambahan di bulan puasa. “Produksi di bulan puasa naik sekitar 80 kilogram per hari dari biasanya 50 kilogram per hari,” ujar Mardi. Apabila merujuk data ini, maka Mardi berpotensi meningkatkan produksi tahu di bulan puasa sebesar 60% jika dibandingkan di bulan sebelumnya.

Dia bersama Ningsih, isterinya, serta seorang karyawannya membuat tahu mentah dan tahu matang yang sudah digoreng di pabrik ini. Kemudian, Mardi mendistribusikan kedua jenis tahu ini ke pasar-pasar di sekitar kawasan Cipayung. Mardi mengucapkan syukur peningkatan produksi ini tertopang modal usaha yang diperoleh dari pinjaman PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Bank BUMN yang dikenal BRI ini menyalurkan pinjaman senilai Rp 25 Juta kepada Mardi. Kredit ini diperoleh Mardi pada Januari 2024 ini.”Cicilannya Rp 965 ribu per bulan,” sebut Mardi sambil melempar senyum.

Nilai cicilan itu relatif rendah jika dibandingkan dengan total pendapatan Mardi dalam sebulan. Omsetnya berkisar Rp 9 juta/bulan. Mardi mendapat pinjaman dari skema Kredit Umum Pedesaan (Kupedes). “Pinjaman Kupedes saya gunakan untuk menambah modal usaha, seperti membeli kacang kedelai untuk produksi di bulan puasa,” ujarnya. Mardi adalah nasabah BRI Kantor Unit Cipayung, Jakarta Timur.

Setali tiga uang, Osid tercatat sebagai nasabah BRI di Cipayung ini. Kakek dari satu cucu ini memperoleh pinjaman dari BRI senilai Rp 280 juta yang digunakan sebagai modal usaha.”Pada Oktober 2023, saya mendapat pinjaman Rp 280 juta dari Kupedes-nya BRI. Alhamdulilah, saya sebagai nasabah BRI dimudahkan memperoleh kredit Kupedes BRI,” ucap Osid, pengusaha kelahiran 1957 itu. Tenor kredit Kupedes ini selama 5 tahun. Osid setiap bulan mencicilnya. Modal dari kredit Kupedes itu, kata Osid, cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi tahu hingga 2,5 kuintal per hari dan penambahan modal produksi di bulan puasa.

Osid Rosid di sentra produksi tahu di Cipayung, Jakarta Timur. (Foto : Vicky Rachman/SWA)

Husnul Fuad, Kepala BRI Unit Cipayung, menyampaikan Osid adalah nasabah BRI yang sudah lima kali memperoleh kredit dari BRI Unit Cipayung ini. Sedangkan, Mardi sudah 2 kali memperoleh kredit dari BRI. Sebelumnya, Mardi mendapat pinjaman dari BRI pada 2011. Kala itu, dia mendapat pinjaman senilai Rp 30 juta yang dilunasinya selama tiga tahun atau tuntas di 2014. Mardi dan Osid mampu menuntaskan kewajibannya dengan membayar lunas cicilan kredit Kupedes itu.

Lebih lanjt, Fuad menjabarkan jumlah total nasabah yang memperoleh kredit di Kantor BRI Unit Cipayung ini sebanyak 1.987 nasabah.”Nasabah ini dua jenis skema yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan dan Kupedes. Perbedaannya pagu kredit KUR maksimal Rp 100 juta. Jikalau, pagu kredit untuk Kupedes mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp500 juta," tutur Fuad merincikan.

Pemberdayaan UMKM

Mardi dan Osid merupakan bagian dari pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,1 juta dan berkontribusi sebesar 61% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap tenaga kerja sebesar 97%.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengapresiasi upaya BRI menyokong UMKM. “Dan kita tetap harus melakukan inovasi,” ujar Teten pada BRI Microfinance Outlook 2024 di Jakarta, Kamis (7/3/2024). Teten, dalam keterangan tertulisnya ini, menyampaikan pembiayaan UMKM melalui rantai pasok untuk memberi kepastian pembiayaan atau kredit.

Pemberdayaan dan Pendampingan UMKM oleh BRI

Sumber : BRI

Pada kesempatan ini, Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan BRI berperan sebagai lembaga yang memberdayakan UMKM dengan menyediakan kesempatan pendanaan, khususnya pada pelaku usaha ultra mikro (UMi) yang relatif belum terjangkau pada akses keuangan formal, sebagai upaya penguatan ketahanan ekonomi dan sosial.

BRI telah melakukan beberapa aksi nyata di antaranya pembentukan holding ultra mikro karena BRI bersama dengan Pegadaian dan PNM telah menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi. “Holding UMi memastikan nasabah ultra mikro dapat naik kelas dalam satu ekosistem yang utuh dalam konsep Empower, Integrate, dan Upgrade. Hasil dari holding UMi Alhamdulillah menjangkau nasabah kredit 44 juta UMKM, dan 173 juta nasabah simpanan dan tabungan," kata Sunarso menjabarkan.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved