Technology

UMKM Pengolah Rajungan di Karawang Mengadopsi QRIS BRI, Permudah Transaksi

Iin Inani, penggiat UMKM menunjukkan produk rajungan olahan di rumahnya, Karawang, Jawa Barat. Iin sejak 3 bulan lalu menggunakan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Penggiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Karawang, Jawa Barat, semakin kesengsem mengadopsi transaksi non tunai. Iin Inani, misalnya, menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memudahkan transaksi pembayaran produk-produknya. “Saya menggunakan QRIS-nya BRI sejak 3 bulan lalu. Jumlah transaksi konsumen di QRIS sebanyak 2 kali, staf Pertamina yang membeli produk saya, nilai pembeliannya sekitar Rp 5 juta dan membayarnya di QRIS BRI,” ujar Iin kepada SWAonline pada Sabtu (30/3/2024). Iin adalah salah satu nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang memulai langkah awal menggunakan QRIS untuk mempermudah transaksi.

Iin mengolah makanan berbasis rajungan dan mangrove di Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dia memproduksi pempek rajungan, bakso ikan remang, sari buah mangrove, kerupuk rajungan serta aneka makanan olahan (dodol dan lainnya). Dia memproduksi makanan dan minuman ini di rumahnya di Dusun Pasir Putih, Karawang. Produknya ini diberi jenama Sumber Rejeki.

Iin terdorong untuk menggunakan QRIS lantaran tingginya permintaan konsumen untuk melakukan pembayaran via QRIS. Hal ini dialami Iin ketika berpartisipasi pada pameran UMKM di pusat perbelanjaan di Jakarta, Karawang atau di tempat lainnya pada tahun lalu. “Mereka (konsumen) seringnya menanyakan QRIS,” ucap Iin.

Lantaran demikian, Iin pada tiga bulan yang lalu itu mendaftarkan diri ke BRI untuk memperoleh QRIS. Petugas (mantri) BRI di desanya itu mendampinginya untuk memproses pendaftaran QRIS.”Kebetulan saya nasabah BRI. Saya dan mantri BRI sudah saling kenal dan saya diajak mendaftar QRIS. Prosesnya cepat dan mudah,” tutur Iin. Sebelumnya, Iin dibujuk petugas dari bank lainnya untuk menggunakan QRIS bank tersebut.

Iin menolaknya. Sebab, dia menginginkan QRIS yang terkoneksi dengan aplikasi perbankan yang sudah diunduhnya, yakni aplikasi BRImo. ”Saya sejak 2022 sudah menggunakan BRImo, aplikasinya BRI. Jadi saya menginginkan QRIS yang terkoneksi dengan aplikasi BRImo, makanya saya pilih QRIS BRI,” tutur Iin. Saat ini, mayoritas transaksi konsumen masih didominasi uang tunai. Iin berharap ketersediaan QRIS ini membantu konsumen untuk beralih ke transaksi tunai.

Cara Aman Transaksi di BRImo

Sumber : BRI.

Perihal penjualan produknya, Iin menyampaikan strategi pemasaran di bulan puasa tahun ini mengandalkan pemesanan dari konsumen eksisting. “Alhamdulilah, saya lima hari yang lalu mengirim paket 100 pieces rajungan dan krupuk, dodol serta sari buah mangrove ke konsumen. Saya kemas dalam 2 dus,” ujar Iin. Dia menyampaikan rata-rata penjualannya stabil di kisaran Rp 4-5 juta per bulan.

Iin bersama 15 orang di Dusun Pasir Putih itu menekuni usaha makanan olahan rajungan. Ada 15 UMKM yang dimiliki ibu-ibu yang tergabung di Pantai Barokah yang menjadi komunitas atau kelompok para penggiat UMKM rajungan di Dusun Pasir Putih itu. Anggotanya adalah ibu-ibu rumah tangga. Mereka ini memproduksi makanan olahan dari daging rajungan, ikan serta minuman dari buah mangrove.

Iin melakukan beragam terobosan bisnis untuk menjual produknya ke berbagai kanal penjualan, seperti toko konvesional, WhatsApp dan lokapasar (e–commerce). “Ada yang dijual di Shopee, Kedai UMKM Pasir Putih adalah nama toko kami di Shopee, ” imbuh Iin.

Produk mereka itu beragam dan harganya ramah di kantong konsumen. Produknya itu antara lain kerupuk rajungan berbobot 220 gram, basreng rajungan (125 gram), dan pempek rajungan (80 gram). Produk non rajungan yang bahannya ada di Dusun Pasir Putih juga ditawarkan ke konsumen, antara lain bakso ikan remang khas Pasirputih (250 gram), sari buah mangrove (250 ml), dan manisan jelly rumput laut berbagai rasa yang dibanderol Rp 5 ribu.

Iin dkk juga memproduksi beragam makanan dan minuman lainnya. Ada kerupuk ikan teri, sate bandeng, ikan bakar, kerupuk rajungan, terasi ikan, sambal cumi, siwang, amplang, pempek rajungan, bakso ikan remang, dendeng ikan japuh, dodol mangrove, basreng rajungan, kerupuk ikan remang, jus mangrove, udang krispi, dan bola-bola susu. Pengemasannya dibuat modern agar selaras dengan tren masa kini.

Sebelummya, Iin adalah buruh pengupas rajungan yang dibayar harian. Honornya sekitar Rp 100-150 ribu bekerja selama 14- 16 jam atau bekerja mulai dari jam dua dini hari sampai pukul enam sore. Iin banting stir menjadi pengusaha makanan dan minuman olahan hasil laut. Iin sejak 2018 mengumpulkan pelaku UMKM ke dalam wadah kelompok mandiri.

Iin berikhtiar mengubah nasib kaum perempuan. Pelaku UMKM yang didominasi ibu-ibu itu tidak selamanya menjadi buruh pengupas rajungan. Pelaku UMKM yang didominasi ibu-ibu tidak harus berprofesi sebagai buruh pengupas rajungan atau buruh migran Indonesia.

Pada mulanya, tidak mudah mengajak ibu-ibu untuk menempuh jalan sebagai pengusaha kecil. Mereka pesimistis. Terutama di sisi kepastian penghasilan. Apalagi saat pandemi melanda Indonesia dari 2020 sampai 2022. Roda ekonomi di sektor UMKM lumpuh karena daya beli masyarakat turun.

Pelan-pelan, usaha Iin berbuah manis. Sebab, sebanyak 12 kelompok UMKM baru di 2022 bergabung ke Pantai Barokah. Iin memegang tongkat komando untuk memimpin ibu-ibu agar melatih ketrampilannya sehingga bisa meningkatkan skala bisnis. Hasilnya menggembirakan lantaran rata-rata omzet UMKM Pantai Barokah itu berkisar Rp 3 juta sampai Rp 7 juta/bulan.

Upaya Iin dan para ibu-ibu ini adalah meningkatkan kesejahteraan. Mereka bahkan ada yang bisa membiayai sekolah anak-anaknya. “Contohnya Ibu Ramen yang bisa menyekolahkan anak-anyak ke SMK dari hasil jualan kerupuk rajungan dan sari mangrove. Ibu Ramen adalah orangtua tunggal karena suaminya sudah wafat,” ungkap Iin.

Peningkatan kesejahteraan ini seperti oase lantaran Desa Sukajaya merupakan salah satu dari 25 desa yang berpenduduk miskin terbanyak di Karawang. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang pada 2021 mencatat data jumlah penduduk kategori miskin ekstrem di Karawang mencapai 106.780 jiwa. Indikatornya, seorang penduduk masuk kategori miskin ekstrem apabila pendapatannya Rp 11 ribu per hari atau di bawahnya.

Iin pun tak berhenti berimprovisasi untuk menggenjot kualitas produk para ibu-ibu UMKM agar kesejahteraan kian meningkat. “Makanan dan minuman kami juga dijual di kedai Pantai Pasir Putih,” ucap Iin. Pantai ini disulap oleh warga menjadi kawasan ekowisata. Kedai UMKM di pantai ini menjajakan makanan dan minuman olahan tersebut. Iin berikhtiar untuk mengembangkan usaha makanan dan minuman olahan ini. Ke depannya, dia mempertimbangkan untuk memperoleh modal usaha dari pinjaman kredit BRI. “Petugas BRI menawarkan saya pinjaman kredit untuk modal usaha,” imbuh Iin.

Perkuat Kredit UMKM dan Keamanan QRIS

Pada kesempatan terpisah, Sunarso, Direktur Utama BRI, menyampaikan perseroan pada tahun ini tetap berfokus pada UMKM khususnya terkait pemberdayaan. Hingga akhir Desember 2023 BRI menyalurkan kredit terhadap UMKM mencapai Rp 1.068,7 triliun. BRI menargetkan strategi pertumbuhan kredit UMKM di 11-12% pada 2024. Sunarso, dalam keterangan tertulisnya itu, menyebutkan BRI mematok pertumbuhan kredit di 2024 sekitar 11-12%.

BRI pada tahun lalu itu mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 11,2% atau naik menjadi Rp 1.266,4 triliun (year on year). Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit industri perbankan nasional yang sebesar 10,4%. “Kredit BRI mencapai 1.266 triliun. Artinya itu mampu tumbuh 11,2% dan yang lebih menarik dan lebih penting bagi BRI adalah bahwa kita tetap fokus di UMKM di porsi kredit UMKM BRI mencapai 84,38%. Kita cita-citanya ingin mencapai 85% di tahun 2025,” tutur Sunarso menjabarkan.

Strateginya, lanjut Sunarso, yang pertama akan tetap fokus kepada pada UMKM khususnya di ultra mikro. Oleh karena itu, melanjutkan kinerja dan strategi holding Ultra Mikro (UMi) dilakukan sebagai sumber pertumbuhan baru. Selama ini, dari segi perluasan holding UMi telah memasuki tahun ketiga dan berhasil menambah sebanyak 6 juta debitur, sehingga dari yang awalnya berjumlah 31 juta debitur di 13 September 2021, maka perseroan berhasil melayani 37 juta debitur untuk mendapatkan akses keuangan formal per Desember 2023. Di samping itu, jumlah nasabah holding UMi tercatat telah mencapai 37 juta peminjam. Keberhasilan BRI Group mengintegrasikan nasabah di segmen ultra mikro tersebut berdampak terhadap penurunan jumlah nasabah yang belum mendapatkan akses keuangan formal.

Pencapaian lain yang telah dicatatkan holding UMi yakni telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp 53 triliun melalui plafon digital atau cashless kepada lebih dari 8,6 juta nasabah. Holding UMi juga telah mengintegrasikan lebih dari 31 juta data untuk digunakan sebagai cross selling pemasaran.“Semangat holding UMi ini supaya lebih efisien dan juga lebih efektif dalam men-support UMKM, sehingga BRI bisa memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat sebanyak mungkin dengan cara-cara dan biaya yang efisien,” sebut Sunarso.

Perihal volume transaksi merchant QRIS, BRI mencatat pertumbuhannya sebesar 400% di 2023. Hal ini menunjukkan penggunaan QRIS semakin diminati masyarakat karena lebih mudah dan cepat.Jumlah merchant QRIS BRI telah mencapai 3,7 juta atau tumbuh 30% secara tahunan seiring dengan akuisisi merchant QRIS BRI yang dilakukan secara masif. Pada tahun ini, akuisisi merchant QRIS BRI diproyeksikan mengalami pertumbuhan 20% dan volume transaksi tumbuh sekitar 18%. Selain meningkatkan kuantitas kinerja dari QRIS, BRI terus menjamin keamanan bagi nasabah selama bertransaksi.

Persyaratan memperoleh QRIS BRI

Sumber : BRI

Sistem keamanan itu diantaranya melakukan verifikasi data sesuai SOP seperti mewajibkan pihak merchant melampirkan KTP yang langsung tervalidasi ke portal Dukcapil, perjanjian kerja sama wajib untuk ditandatangani pihak pemilik merchant, petugas BRI meninjau langsung merchant untuk melihat langsung lokasi usaha demi memastikan kesesuaian data dan profil usaha. Kemudian, input nama merchant dicek ulang. BRI beruapaya menjamin keamanan untuk menangkal penipuan berupa struk palsu dari pembeli.

Untuk mencegah terjadinya penipuan, BRI menghimbau para merchant menyerahkan barang/jasa apabila terdapat notifikasi masuk, baik dari mesin Electronic Data Capture (EDC), notifikasi SMS, atau melalui notifikasi aplikasi BRImo. Merchant QRIS BRI juga bisa mengunduh aplikasi BRIMerchant di PlayStore untuk memantau transaksi. Dari sisi pembeli, jika pembayaran dengan menggunakan metode QRIS melalui aplikasi BRImo, maka akan ditampilkan nama merchant QRIS secara lengkap. Sehingga nasabah lebih mudah memastikan kesesuaiannya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved