Technology

Transaksi QRIS di Warung Soto Ini Mencapai 180 Kali

QRIS di Soto Sedap 77 di Cibubur, Jakarta Timur pada Minggu, 31 Maret 2024. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Rokhayati, pemilik Soto Sedap 77 di Cibubur, Jakarta Timur, menyediakan layanan transaksi non tunai di warung soto miliknya ini. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berdomisili di Depok, Jawa Barat itu menyediakan QRIS agar memudahkan transaksi konsumen. “Sejak dua bulan lalu, saya menggunakan QRIS. Pembeli yang membeli soto dan sop ada yang membayarnya di QRIS, jumlahnya sekitar 5-6 kali per hari,” ujar Rokhayati di Jakarta pada Minggu (31/3/2024). Dia adalah nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Dia memasang QRIS di kaca pada sisi samping gerobak soto di warungnya itu. Rokhayati merintis usaha kuliner ini sejak 2020. Tak lama kemudian, wabah virus Corona melanda Indonesia. Mobilitas masyarakat dibatasi agar menangkal penyebaran virus ini. Dampaknya mengurang kunjungan konsumen ke Soto Sedap 77. Yati, sapaan akrabnya Rokhayati, tak mudah putus asa. Dia mendaftarkan Soto Sedap 77 ke aplikasi pesan antar makanan online. Penjualannya berangsur-angsur pulih.

Pasca pandemi Covid-19, laju bisnis Soto Sedap 77 kian bergulir mulus lantaran mobilitas masyarakat kembali normal. Yati berdiskusi dengan anak-anaknya untuk mengembangkan layananan konsumen, antara lain menyediakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. “Pendaftaran QRIS di BRI sangat cepat dan mudah,” ungkapnya. Transaksi konsumen di Soto Sedap 77 ini mudah terpantau di aplikasi BRImo. Yati mengunduh aplikasi buatan BRI ini sejak setahun lalu.

Untuk pengelolaan warungnya, Yati menugaskan karyawannya sebanyak 3 orang. Mereka adalah kaum perempuan. Pelayanannya ramah dan sigap. Hal ini diamati SWAonline tatkala menyambangi Soto Sedap 77 pada akhir pekan ini. “Menu favorit yang banyak dibeli konsumen adalah sop iga sapi. Setiap hari, kami menyediakan daging sapi sebanyak 3 kg,” tutur Yati yang sejak kecil hingga remaja membantu bisnis warung nasi milik orang tuanya.

Yati mengatakan warung sotonya ini menyediakan beragam sop, soto dan minuman. “Khasnya adalah soto Betawi, pelanggan yang sering beli ke sini senang dengan kuahnya yang segar,” ujar Yati dengan nada setengah berpromosi. Penjualan Yati cukup lumayan. “”Omset sekitar Rp 1,5 per hari,” ucap ibu dari dua anak ini.

Yati mengatakan mayoritas pelanggannya membayar tunai. “Tapi trennya mengarah ke pembayaran di QRIS. Kemungkinan konsumen sudah banyak yang punya aplikasi mobile bank di handphone-nya ,” imbuhnya. Pelan tapi pasti, jumlah transaksi via QRIS BRI di Soto Sedap 77 itu mencapai 150-180 kali per bulan jika mengacu ke rata-rata jumlah transaksi QRIS per harinya itu sebanyak 5-6 kali.

Rokhayati, pemilik Soto Sedap 77 di Cibubur, Jakarta Timur. Rata-rata transaksi konsumen di QRIS mencapai 5-6 kali per hari atau 150-180 kali per bulan.

Kemudahan transaksi dengan menggunakan QRIS, cukup membantu UMKM. Hal ini disampaikan pula oleh Iin Inani, pelaku UMKM di Karawang, Jawa Barat. Seperti Yati, Iin juga penggiat UMKM yang relatif baru mengadopsi layanan transaksi non tunai di QRIS. Dia menggunakan QRIS sejak 3 bulan lalu. “Jumlah transaksi konsumen di QRIS sebanyak 2 kali, staf Pertamina yang membeli produk saya, nilai pembeliannya sekitar Rp 5 juta dan membayarnya di QRIS,” ujar Iin kepada SWAonline pada Sabtu (30/3/2024). Iin adalah nasabah BRI dan memulai langkah awal untuk menggunakan QRIS-nya BRI untuk mempermudah transaksi.

Iin mengolah makanan berbasis rajungan dan mangrove di Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dia memproduksi pempek rajungan, bakso ikan remang, sari buah mangrove, kerupuk rajungan serta aneka makanan olahan (dodol dan lainnya). Dia memproduksi makanan dan minuman ini di rumahnya di Dusun Pasir Putih, Karawang. Produknya ini diberi jenama Sumber Rejeki.

Iin terdorong untuk menggunakan QRIS lantaran tingginya permintaan konsumen untuk melakukan pembayaran via QRIS. Hal ini dialami Iin ketika berpartisipasi pada pameran UMKM di pusat perbelanjaan di Jakarta, Karawang atau di tempat lainnya pada tahun lalu. “Mereka (konsumen) seringnya menanyakan QRIS,” ucap Iin.

Lantaran demikian, Iin pada tiga bulan yang lalu itu mendaftarkan diri ke BRI untuk memperoleh QRIS. Petugas (mantri) BRI di desanya itu mendampinginya untuk memproses pendaftaran QRIS.”Kebetulan saya nasabah BRI. Saya dan mantri BRI sudah saling kenal dan saya diajak mendaftar QRIS. Prosesnya cepat dan mudah,” tutur Iin. Sebelumnya, Iin dibujuk petugas dari bank lainnya untuk menggunakan QRIS bank tersebut.

Iin menolaknya. Sebab, dia menginginkan QRIS yang terkoneksi dengan aplikasi perbankan yang sudah diunduhnya, yakni aplikasi BRImo. ”Saya sejak 2022 sudah menggunakan BRImo, aplikasinya BRI. Jadi saya menginginkan QRIS yang terkoneksi dengan aplikasi BRImo, makanya saya pilih QRIS BRI,” tutur Iin. Saat ini, mayoritas transaksi konsumen masih didominasi uang tunai. Iin berharap ketersediaan QRIS ini membantu konsumen untuk beralih ke transaksi tunai.

Sumber : BRI.

Perihal penjualan produknya, Iin menyampaikan strategi pemasaran di bulan puasa tahun ini mengandalkan pemesanan dari konsumen eksisting. “Alhamdulilah, saya lima hari yang lalu mengirim paket 100 pieces rajungan dan krupuk, dodol serta sari buah mangrove ke konsumen. Saya kemas dalam 2 dus,” ujar Iin. Dia menyampaikan rata-rata penjualannya stabil di kisaran Rp 4-5 juta per bulan.

Iin bersama 15 orang di Dusun Pasir Putih itu menekuni usaha makanan olahan rajungan. Ada 15 UMKM yang dimiliki ibu-ibu yang tergabung di Pantai Barokah yang menjadi komunitas atau kelompok para penggiat UMKM rajungan di Dusun Pasir Putih itu. Anggotanya adalah ibu-ibu rumah tangga. Mereka ini memproduksi makanan olahan dari daging rajungan, ikan serta minuman dari buah mangrove.

Iin melakukan beragam terobosan bisnis untuk menjual produknya ke berbagai kanal penjualan, seperti toko konvesional, WhatsApp dan lokapasar (e–commerce). “Ada yang dijual di Shopee, Kedai UMKM Pasir Putih adalah nama toko kami di Shopee, ” imbuh Iin. Iin dkk juga memproduksi beragam makanan dan minuman lainnya. Ada kerupuk ikan teri, sate bandeng, ikan bakar, kerupuk rajungan, terasi ikan, sambal cumi, siwang, amplang, pempek rajungan, bakso ikan remang, dendeng ikan japuh, dodol mangrove, basreng rajungan, kerupuk ikan remang, jus mangrove, udang krispi, dan bola-bola susu. Pengemasannya dibuat modern agar selaras dengan tren masa kini.

Iin berikhtiar untuk mengembangkan usaha makanan dan minuman olahan ini. Ke depannya, dia mempertimbangkan untuk memperoleh modal usaha dari pinjaman kredit BRI. “Petugas BRI menawarkan saya pinjaman kredit untuk modal usaha,” imbuh Iin. Setali tiga uang, Yati juga menjajaki pengajuan kredit ke BRI untuk menambah modal dan mengembangan usaha warung sotonya. “Kalau saya mendapat kredit dari BRI akan digunakan untuk membayar sewa tempat yang biaya sewanya Rp 45 juta per tahun,” ungkap Yati.

Perkuat Kredit UMKM dan Keamanan QRIS

Pada kesempatan terpisah, Sunarso, Direktur Utama BRI, menyampaikan perseroan pada tahun ini tetap berfokus pada UMKM khususnya terkait pemberdayaan. Hingga akhir Desember 2023 BRI menyalurkan kredit terhadap UMKM mencapai Rp 1.068,7 triliun. BRI menargetkan strategi pertumbuhan kredit UMKM di 11-12% pada 2024. Sunarso, dalam keterangan tertulisnya itu, menyebutkan BRI mematok pertumbuhan kredit di 2024 sekitar 11-12%.

BRI pada tahun lalu itu mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 11,2% atau naik menjadi Rp 1.266,4 triliun (year on year). Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit industri perbankan nasional yang sebesar 10,4%. “Kredit BRI mencapai 1.266 triliun. Artinya itu mampu tumbuh 11,2% dan yang lebih menarik dan lebih penting bagi BRI adalah bahwa kita tetap fokus di UMKM di porsi kredit UMKM BRI mencapai 84,38%. Kita cita-citanya ingin mencapai 85% di tahun 2025,” tutur Sunarso menjabarkan.

Strateginya, lanjut Sunarso, yang pertama akan tetap fokus kepada pada UMKM khususnya di ultra mikro. Oleh karena itu, melanjutkan kinerja dan strategi holding Ultra Mikro (UMi) dilakukan sebagai sumber pertumbuhan baru. Selama ini, dari segi perluasan holding UMi telah memasuki tahun ketiga dan berhasil menambah sebanyak 6 juta debitur, sehingga dari yang awalnya berjumlah 31 juta debitur di 13 September 2021, maka perseroan berhasil melayani 37 juta debitur untuk mendapatkan akses keuangan formal per Desember 2023.

Di samping itu, jumlah nasabah holding UMi tercatat telah mencapai 37 juta peminjam. Keberhasilan BRI Group mengintegrasikan nasabah di segmen ultra mikro tersebut berdampak terhadap penurunan jumlah nasabah yang belum mendapatkan akses keuangan formal.

Pencapaian lain yang telah dicatatkan holding UMi yakni telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp 53 triliun melalui plafon digital atau cashless kepada lebih dari 8,6 juta nasabah. Holding UMi juga telah mengintegrasikan lebih dari 31 juta data untuk digunakan sebagai cross selling pemasaran.“Semangat holding UMi ini supaya lebih efisien dan juga lebih efektif dalam men-support UMKM, sehingga BRI bisa memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat sebanyak mungkin dengan cara-cara dan biaya yang efisien,” sebut Sunarso.

Perihal volume transaksi merchant QRIS, BRI mencatat pertumbuhannya sebesar 400% di 2023. Hal ini menunjukkan penggunaan QRIS semakin diminati masyarakat karena lebih mudah dan cepat.Jumlah merchant QRIS BRI telah mencapai 3,7 juta atau tumbuh 30% secara tahunan seiring dengan akuisisi merchant QRIS BRI yang dilakukan secara masif. Pada tahun ini, akuisisi merchant QRIS BRI diproyeksikan mengalami pertumbuhan 20% dan volume transaksi tumbuh sekitar 18%. Selain meningkatkan kuantitas kinerja dari QRIS, BRI terus menjamin keamanan bagi nasabah selama bertransaksi.

Sistem keamanan itu diantaranya melakukan verifikasi data sesuai SOP seperti mewajibkan pihak merchant melampirkan KTP yang langsung tervalidasi ke portal Dukcapil, perjanjian kerja sama wajib untuk ditandatangani pihak pemilik merchant, petugas BRI meninjau langsung merchant untuk melihat langsung lokasi usaha demi memastikan kesesuaian data dan profil usaha. Kemudian, input nama merchant dicek ulang. BRI beruapaya menjamin keamanan untuk menangkal penipuan berupa struk palsu dari pembeli.

Untuk mencegah terjadinya penipuan, BRI menghimbau para merchant menyerahkan barang/jasa apabila terdapat notifikasi masuk, baik dari mesin Electronic Data Capture (EDC), notifikasi SMS, atau melalui notifikasi aplikasi BRImo. Merchant QRIS BRI juga bisa mengunduh aplikasi BRIMerchant di PlayStore untuk memantau transaksi. Dari sisi pembeli, jika pembayaran dengan menggunakan metode QRIS melalui aplikasi BRImo, maka akan ditampilkan nama merchant QRIS secara lengkap. Sehingga nasabah lebih mudah memastikan kesesuaiannya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved