Trends

39 Tahun Bandara Soekarno-Hatta: Akhiri Masa Kejayaan Bandara Kemayoran, Arsitek Bandara Charles de Gaulle Paris

39 Tahun Bandara Soekarno-Hatta: Akhiri Masa Kejayaan Bandara Kemayoran, Arsitek Bandara Charles de Gaulle Paris
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, hasil rancangan arsitek Perancis, Paul Andreu. (Foto: Gunawan Kartapranata/airportman.id)

Bandara Soekarno-Hatta berlokasi di Tangerang dengan kode penerbangan IATA CGK. Sebagian orang menyebut tempat ini dengan nama Bandara Cengkareng lantaran memiliki wilayah yang dekat dengan Cengkareng, Jakarta Barat. Namun, secara geografis, bandara ini berada di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten.

Bandara Soekarno-Hatta mulai beroperasi menggantikan Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat dan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pasalnya, dua bandara besar di Indonesia kala itu mengalami pengurangan jadwal terbang.

Bandara Kemayoran yang digunakan untuk penerbangan domestik dinilai terlalu dekat dengan lokasi basis militer Indonesia, yaitu Bandara Halim Perdanakusuma. Seiring peningkatan frekuensi penerbangan sipil, lokasi Bandara Kemayoran dianggap mengancam kelangsungan lalu lintas internasional dan kepentingan militer. Akibatnya, pada awal 1970-an, lokasi yang berpotensi untuk dijadikan bandara baru dicari dengan bantuan United States Agency for International Development (USAID), seperti Kemayoran, Malaka, Babakan, Jonggol, Halim, Curug, Tangerang Selatan, dan Tangerang Utara.

Pada 1 April 1985, Bandara Soekarno-Hatta sudah mulai beroperasi yang menyusul penutupan Bandara Kemayoran pada 31 Maret 1985, tepatnya pukul 00.00 WIB. Saat itu, seluruh penumpang yang sudah boarding di Kemayoran langsung dibawa oleh bus menuju Soekarno-Hatta karena seluruh penerbangan sudah dipindahkan bandara untuk lepas landas.

Sebelum diresmikan dan mulai beroperasi, Bandara Soekarno-Hatta telah melalui proses pembangunan pada 1975-1981. Pembangunan bandara internasional ini menggunakan rancangan arsitek Perancis, Paul Andreu. Arsitektur ini juga merancang Bandara Charles de Gaulle di Paris, Prancis. Salah satu karakteristik utama dari bandara ini adalah penerapan gaya arsitektur lokal dan kebun tropis di antara lounge tempat tunggu. Sementara itu, pemerintah mempercayai pembangunan dan pengelolaan bandara ini kepada Angkasa Pura II dengan luas 2.137,82 hektare.

Berdasarkan laman resmi soekarnohatta-airport.co.id , proses pembangunan Bandara Soekarno-Hatta mulai dilakukan dengan rencana pembangunan tiga landasan pacu, jalan aspal, tiga bangunan terminal internasional, tiga terminal domestik, dan satu terminal keberangkatan haji.

Lalu, pada 1985, Terminal 1 menjadi terminal pertama bandara yang selesai dibangun. Terminal ini menggantikan operasional penerbangan yang menggantikan Bandara Kemayoran dan Bandara Halim Perdanakusuma. Kemudian, pada 1992, Terminal 2 telah selesai dibangun. Barulah, pada 2016, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sudah mulai beroperasi penuh setelah melakukan pembangunan dalam dua tahap.

Bandara Soekarno-Hatta juga memiliki patung Proklamator Indonesia, yaitu Ir. Sukarno dan Mohammad Hatta. Patung ini diresmikan oleh Presiden SBY pada 29 Agustus, 2008 yang sekarang berada di bundaran Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Sumber: Tempo.co


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved