Business Update

111 Tahun Berdiri, Sampoerna Ciptakan Nilai Tambah bagi Indonesia

Sebagai perusahaan yang telah berdiri selama 111 tahun di Indonesia, Sampoerna terus menjalankan komitmennya untuk menciptakan nilai tambah dan berkontribusi pada perekonomian nasional. Hal ini diwujudkan melalui serangkaian investasi berkelanjutan, mulai dari pengembangan produk bebas asap; penyerapan tenaga kerja berketerampilan tinggi; pembelian pasokan tembakau lokal; pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); peningkatan kapasitas riset; pengoperasian pusat layanan digital; serta peningkatan kinerja ekspor ke lebih dari 30 destinasi.

Vassilis Gkatzelis,Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk

Hingga saat ini, Sampoerna melakukan kegiatan produksi di tujuh fasilitas milik sendiri. Di samping itu, Sampoerna juga bermitra dengan Mitra Produksi Sigaret (MPS) milik pengusaha dan/atau koperasi daerah, yang akan berjumlah 43 MPS pada tahun 2024.

“Sampoerna terus memperkuat komitmen investasi kami terhadap penciptaan nilai berkelanjutan melalui investasi hingga Rp 638 miliar (sekitar US$ 42 juta) yang diumumkan pada November 2023 untuk penambahan fasilitas produksi Sigaret Keretek Tangan (SKT),” ungkap Vassilis Gkatzelis, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk.

Secara keseluruhan, total tenaga kerja Sampoerna secara langsung dan tidak langsung mencapai lebih dari 90.000 orang di Indonesia. “Dengan penyerapan puluhan ribu tenaga kerja baru, kami optimistis langkah Sampoerna ini akan meningkatkan kesempatan kerja di sektor formal bagi masyarakat setempat sekaligus menciptakan multiplier effect yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan di wilayah-wilayah tersebut,” Vassilis menandaskan.

Perusahaan juga berkomitmen untuk terus mengembangkan rantai nilai industri tembakau dan mewujudkan hilirisasi industri sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ialah fasilitas produksi terbaru di Karawang, Jawa Barat. Pabrik ini adalah fasilitas produksi perusahaan induk Sampoerna, Philip Morris International (PMI), untuk produk tembakau bebas asap bagi IQOS, yang pertama di Asia Tenggara dan ketujuh di dunia.

Diresmikan pada Januari 2023, fasilitas produksi ini telah menciptakan efek berganda, termasuk peningkatan kapasitas riset dan kinerja ekspor. Sampoerna kini memiliki sebuah laboratorium canggih dan berkelas dunia untuk produk tembakau bebas asap. Di samping itu, investasi untuk fasilitas produksi ini juga menegaskan pentingnya posisi Indonesia di tingkat global sebagai hub penting bagi PMI untuk ekspor.

Menurut Vassilis, investasi dan komitmen Sampoerna dalam pengembangan produk tembakau bebas asap merupakan sebuah keharusan. Perusahaan mengambil inisiatif untuk memimpin transformasi industri tembakau nasional. Dengan mengedepankan ilmu pengetahuan dan teknologi, pihaknya bertujuan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus memastikan keberlanjutan industri. “Pesan kami ialah: Jika Anda tidak merokok, jangan mulai. Jika merokok, berhentilah. Jika Anda tidak berhenti, beralihlah,” katanya.

IQOS telah diperkenalkan di Indonesia secara terbatas melalui IQOS Club. Sampoerna melihat kemajuan penting bagi IQOS di wilayah Jakarta (meliputi Jakarta Barat, Pusat, dan Selatan), dengan pangsa pasar 3,5% untuk produk tembakau pada kuartal IV/2023, naik 2,0 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jumlah anggota IQOS Club pun terus bertambah. Ini menunjukkan bagaimana konsumen dewasa di Indonesia semakin memahami pilihan yang lebih baik dibandingkan merokok dan lebih bersedia untuk beralih.

Di tengah transformasi untuk memperkenalkan produk bebas asap, Sampoerna tetap melindungi segmen SKT yang mengawali perjalanan perusahaan dan telah membangun perusahaan hingga hari ini. Pada akhir 2023, untuk semakin meningkatkan kontribusi di Indonesia terhadap investasi berkelanjutan dan hilirisasi, Sampoerna telah mengumumkan rencana penyerapan puluhan ribu tenaga kerja baru yang akan tersebar di Pulau Jawa untuk fasilitas produksi SKT.

Sepanjang kuartal I/2024, Sampoerna secara resmi telah memperluas kemitraan dengan koperasi dan pengusaha daerah untuk membuka lima lokasi MPS baru untuk memproduksi produk SKT Sampoerna di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kelima pabrik baru ini telah beroperasi dan masing-masing mampu menyerap ribuan tenaga kerja baru.

Realisasi rencana investasi ini diawali dengan peresmian MPS Dander di Bojonegoro, Jawa Timur, yang menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja pada Januari 2024. Kemudian, pada 2024, perusahaan juga akan membuka fasilitas produksi baru SKT Sampoerna yang menyerap ribuan tenaga kerja.

Investasi Sampoerna di segmen ini tidak terlepas dari SKT yang punya makna tersendiri bagi Sampoerna. Selain itu, hal ini juga sejalan dengan tren pemulihan segmen padat karya ini.

Tahun lalu, volume industri tembakau secara keseluruhan mengalami penurunan. Sedangkan segmen SKT menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang didorong oleh perubahan preferensi konsumen dewasa. Pangsa pasar SKT meningkat hingga 28% pada tahun 2023, setelah mengalami penurunan pangsa pasar berkelanjutan, yaitu dari 37% pada tahun 2006 menjadi 17% pada tahun 2019. Pemulihan segmen SKT didorong oleh kebijakan pemerintah untuk cukai produk tembakau, khususnya sejak 2021, yang mempertimbangkan aspek serapan tenaga kerja padat karya pada segmen SKT.

Terkait dengan aspek keberlanjutan, seiring dengan tujuan perusahaan untuk terus beroperasi 111 tahun ke depan, perhatian terbesar ditujukan pada inisiatif-inisiatif keberlanjutan. “Sampoerna percaya bahwa keberlanjutan adalah tentang pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan serta memberikan dampak bagi seluruh pemangku kepentingan dan ekosistem yang lebih luas,” kata Vassilis.

Maka, di bawah payung program Sampoerna untuk Indonesia, pihaknya secara konsisten telah melakukan berbagai upaya untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam aktivitas perusahaan melalui berbagai inisiatif di aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, Governance/ESG).

Pada aspek lingkungan, Sampoerna berkomitmen menjalankan peran dengan mewujudkan netralitas karbon dalam operasinya. Sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai net zero emissions, perusahaan memiliki target pencapaian netralitas karbon di seluruh fasilitas produksi pada tahun 2025.

Sebagai contoh, sejak 2017 Sampoerna telah berinvestasi untuk menggunakan panel surya di fasilitas produksi di Karawang, Jawa Barat, serta Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Fasilitas ini juga telah memanfaatkan sumber energi listrik hijau dari PLN. Di samping itu, realisasi terbaru dari komitmen hijau terlaksana pada November 2023, yakni melalui peresmian 10.550 panel surya ground-mounted di fasilitas produksi Sampoerna di Pasuruan, Jawa Timur.

Sampoerna selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan agar secara konsisten dapat memberikan dampak positif, termasuk terhadap lingkungan, UMKM, masyarakat, dan ekosistem yang lebih luas di Indonesia. "Saya percaya bahwa sebuah perusahaan harus selalu berupaya menciptakan dampak positif bagi ekosistem yang lebih luas," tutup Vassilis.§


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved