Corporate Transformation

Yang Perlu Diperbaiki dari Praktik Corporate Secretary ke Depan

Salah satu Dewan Juri Corporate Secretary Champion 2024 Elvyn G Masassya. (dok Swa)

Posisi corporate secretary (corsec) hakikatnya adalah bagian dari senior management di seluruh korporasi. Corsec memiliki dua main function, yakni pertama managing corporation bersama direksi dan sekretaris. Kedua, managing stakeholders.

Dewan Juri Corporate Secretary Champion 2024 Elvyn G Masassya menilai dalam fungsi managing stakeholder, sebanyak 99,9% responsibility ada pada corsec. Di korporasi manapun, posisi corsec itu identik dengan orang pertama setelah direksi yang memiliki responsibility terhadap performa perusahaan secara kuantitatif maupun kualitatif.

“Jadi A to Z korporasi mestinya dipahami secara detail oleh corsec. Untuk itu, corsec melakukan berbagai aktivitas yang lazimnya di best practice. Hal itu kami bagi menjadi enam aktivitas, mulai dari compliance, menjaga investor, government relation, media, public relation, CSR bahkan crisis management handling,” ujar Elvyn dalam paparannya webinar yang digelar oleh Majalah SWA bertajuk 'Corporate Secretary Champion 2024' (05/04/2024).

Elvyn mengungkapkan, hasil assesment para dewan juri dalam ajang Corporate Secretary Champion 2024, mostly aktivitas yang diutamakan corsec itu corporate communication dan Corporate Social Responsibility (CSR). Belum semuanya melakoni secara serius aspek investor relation dan government relation.

“Misalnya pada perusahaan-perusahaan non publik, meski bukan perusahaan publik, namun kelaziman corporate secretary di best practice aspek investor relation juga menjadi bagian dari tanggung jawab dalam bentuk mirroring. Artinya bukan investor sebagai pemegang saham, tapi kreditur apakah banking atau lembaga keuangan lain yang tentu harus dijaga oleh corporate secretary,” katanya.

Catatan untuk ke depan tentu, sebaiknya seluruh corsec menjalankan aktivitas programnya itu secara komprehensif dan holistik mulai dari aspek compliance sampai management handling. Kedua, untuk implementasi di aspek compliance, masih ada sebagian korporasi hanya memiliki regulasi, padahal yang jauh lebih penting adalah implementasi dari aspek compliance tersebut.

“Di sini juga menjadi catatan dan harus menjadi perhatian bagi seluruh corsec, kalau membuat regulasi bukan hal yang sulit, tetapi bagaimana mengontrol implementasi dari regulasi tersebut. Buat saya Key Perforamance Index dari corsec adalah bagaimana implementasi dari keenam elemen tersebut dapat dijalankan secara komprehensif dan holistik dalam bentuk yang lebih konkret, misalnya corsec harus berani memberikan target terhadap korporasinya zero komplain atau zero penyimpangan,” ucapnya.

Catatan selanjutnya terkait dari aktivitas corsec, tidak semua korporasi itu corsecnya go ritel, jadi lebih banyak menjalankan aktivitas corsec secara formalitas. Padahal, corsec itu bukan aktivitas formalitas tetapi aktivitas seni, bagaimana menjaga nilai perusahaan agar perusahaan dihargai oleh stakeholders, punya marwah dan reputasi.

“Kalau perusahaannya berhasil dalam posisi tersebut, maka saya beranggapan corsec-nya hebat dan jago. Selain go rietail, corsec juga harus mampu menjaga perusahaan secara komprehensif. Untuk itu, agar bisa go retail, corsec tidak bisa bekerja sendiri. Corsec harus menjaga integrator terhadap divisi divisi,” ungkapnya.

Dalam praktiknya, Elvyn melihat masih banyak perusahaan yang menjalankan fungsi corsec secara silo, artinya hanya mendapat informasi dari divisi lain, tanpa melakukan verifikasi atau konfirmasi, sehingga data-data yang diperoleh belum tentu bisa diyakini kredibilitasnya. “Saran saya corsec harus go retail terhadap seluruh kegiatan perusahaan,” ucap Elvyn.

Ketiga, penting bagi corsec bagaimana menjadi posisi yang friendly bagi seluruh stakeholders baik internal maupun eksternal perusahaan. Khusus di internal perusahaan, corsec harus mengatur komunikasi yang sangat baik kepada manajemen direksi komisaris maupun kepada karyawan.

“Dalam komunikasi ini, ada yang perlu dipahami oleh corsec yaitu memahami personal style and thinking style dari manajemen dan komisaris, sehingga tatkala membuat program dia sudah ada dalam kolam yang sama antara corsec dengan manajemen, baik direksi maupun komisaris. Ini adalah seni yang saya kira juga mesti dimiliki oleh seluruh corsec di perusahaan,” ujar Elvyn.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved