Management

Ini Tips Agar Pola Kerja Hybrid Berjalan Lancar

Ilustrasi pola kerja hybrid. (dok. Logitech)

Penerapan sistem kerja hybrid di Indonesia semakin bertambah. Survei Logitech mengenai "Hybrid Work Trend & Insights Indonesia 2023" menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan (27%) dalam jumlah karyawan yang melakukan sistem kerja hybrid.

Pergeseran ini juga ditandai dengan integrasi yang seimbang antara pekerjaan jarak jauh dan di kantor, dengan 39% responden mendedikasikan 10-20 jam per minggu untuk rapat online dan offline, dan sebagian besar lainnya (36%) melaporkan bahwa separuh dari rapat mereka dilakukan secara hybrid.

Tren ini ingin menunjukkan bukan hanya semakin banyak perusahaan mengikuti sistem kerja global yang lebih fleksibel, melainkan juga menekankan bahwa semakin pentingnya teknologi konferensi video bagi banyak pihak. Studi Wainhouse pun memperkuat pentingnya teknologi tersebut, dengan 76% responden memilih konferensi video sebagai tiga prioritas teknologi teratas.

“Proses transisi ke sistem kerja hybrid tentunya tidak terlepas dari berbagai tantangan unik, yaitu untuk memastikan kinerja alat meeting bekerja secara optimal dan meminimalisir terjadinya downtime agar dapat menekan biaya beban operasional. Namun, jika perusahaan melakukan cara-cara tradisional, dapat menyebabkan pemborosan sumber daya,” ungkap Michael Long, Southeast Asia 2 B2B Lead Logitech dalam siaran pers (17/04/2024).

Maka dari itu, lanjut Michael, tim IT sebagai kontak utama untuk pengaturan dan penanganan masalah teknologi perusahaan, membutuhkan solusi yang efisien untuk memastikan pengalaman kerja hybrid yang lancar

Meskipun sistem kerja hybrid menawarkan fleksibilitas dan efisiensi kepada perusahaan, tetapi salah satu tantangannya ialah terjadi downtime pada alat konferensi video yang digunakan saat meeting berlangsung.

Downtime ini dapat memicu terjadinya efek berantai yang merugikan perusahaan, karena berdampak signifikan pada karyawan dan staf IT. Selain itu, proses untuk mencari tahu akar masalah pada alat konferensi video yang tersebar di beberapa kantor dan lokasi dapat memerlukan waktu yang panjang, sehingga semakin memperlama proses gangguan.

Dampak finansial juga tidak bisa diabaikan karena proses memulihkan fungsi alat setelah terjadi downtime memerlukan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari biaya perbaikan, penggantian perangkat keras, upah tambahan jam kerja karyawan IT, hingga potensi upaya pemulihan data yang dapat mempengaruhi anggaran perusahaan.

Lebih lanjut, downtime juga berdampak terhadap tim IT. Alih-alih melakukan tugas utamanya, mereka perlu mengatasi hambatan tersebut, sehingga menciptakan efek domino yang menghambat produktivitas organisasi secara keseluruhan. Dampak lainnya, tidak hanya memberi ketidaknyamanan bagi perusahaan, tetapi juga menghambat proses pengambilan keputusan yang penting dan berpotensi menyebabkan hilangnya hasil investasi maksimal di perusahaan.

Meskipun perusahaan tidak bisa terhindar sepenuhnya dari gangguan downtime, tetapi terdapat langkah-langkah proaktif dan strategi penanganan troubleshooting yang efisien untuk meminimalkan biaya operasional. Berikut tiga strategi untuk mengatasinya.

Pertama, lengkapi tim ahli internal dengan layanan meeting room yang memenuhi standar bisnis. Dengan memilih paket layanan (service plan) premium, perusahaan dapat merasakan banyak manfaat bagi kelangsungan bisnis mereka, seperti dukungan teknis yang diprioritaskan dan fitur manajemen ekstra yang dapat meringankan beban kerja tim IT.

Keuntungan terbesar dari pendekatan ini adalah perusahaan dapat membuat tim ahli internal untuk tersedia kapanpun dibutuhkan. Hal ini juga memastikan tim IT memiliki pengetahuan untuk mengatasi masalah dengan cepat dan efisien.

Berikunya, serahkan manajemen ruang rapat perusahaan dengan integrator sistem yang bekerja sama dengan OEM (original equipment manufacturer). Banyak konsultan yang menawarkan layanan ini karena menjadi solusi menarik bagi perusahaan, khususnya tim IT.

Dan ketiga, pertimbangkan paket layanan yang komprehensif dari penyedia teknologi video konferensi perusahaan. Salah satu contohnya adalah Logitech Select. Paket layanan ini dirancang untuk memberikan dukungan terbaik yang dibutuhkan oleh perusahaan agar ruang meeting mereka bebas hambatan untuk kolaborasi video yang efektif.

Manfaat lainnya termasuk mendapatkan dukungan 24/7 langsung ke para ahli produk dan ekosistem layanan, satu titik kontak teknis utama perusahaan, penggantian peralatan yang cepat untuk meminimalkan downtime, dan dilengkapi perangkat lunak proaktif dan manajemen dukungan yang memudahkan perusahaan dan tim IT untuk mendapatkan wawasan, meminta bantuan, dan peringatan real-time langsung ke alur kerja.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved