ICSX

Sharp, Terus Hadirkan Produk AC dengan Teknologi Jepang

Sharp, Terus Hadirkan Produk AC dengan Teknologi Jepang
Andry Adi Utomo, National Sales Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia

Untuk menghadirkan produk agar selalu bisa menjawab kebutuhan konsumen, PT Sharp Electronics Indonesia memiliki tim yang secara rutin menganalisis pasar, terkait kebutuhan konsumen akan sebuah produk, misalnya produk AC. Hasil analisis pasar tersebut diinformasikan ke tim R&D, baik yang di Indonesia maupun di kantor pusat di Jepang.

Itu sebabnya, Sharp memiliki sejumlah keunggulan dan diferensiasi pada produk AC yang ditawarkannya. Andry Adi Utomo, National Sales Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia, mengatakan, Sharp memiliki line-up dari basic model hingga inverter model yang hemat listrik dengan jaminan garansi 10 tahun kompresor.

“Seluruh produk AC Sharp memiliki berbagai macam fitur unggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh brand lain, seperti fitur teknologi Plasmacluster yang dapat melumpuhkan virus, bakteri, dan kuman baik yang menempel di benda atau di udara dan dapat membersihkan udara di ruangan bebas dari bau-bauan,” kata Andry.

Menurutnya, teknologi Plasmacluster telah dipatenkan oleh Sharp dan berhasil mendapatkan sertifikasi dari 40 lembaga di 12 negara di dunia. Tidak hanya itu, pada produk AC Sharp dibenamkan juga fitur Coanda Airflow, yang dapat menghadirkan udara lembut yang bergerak secara perlahan-lahan. Fitur ini diklaim sangat baik untuk wanita hamil, orang tua, dan bayi.

Sharp memiliki pula fitur Eco Aero System. Fitur ini berfungsi mengalirkan udara lebih cepat ke seluruh ruangan dan dapat dioperasikan dengan teknologi AIOT yang disinkronisasi dengan aplikasi Sharp Air.

“Belum lama ini, kami baru saja merilis produk AC Garuda series dengan beragam fitur yang telah kami sematkan pada produk ini,” katanya. Peluncuran AC seri ini bersamaan dengan peresmian grand opening pabrik AC Sharp di Karawang,

Sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor AC di Indonesia, Sharp pada Agustus 2023 meresmikan pabrik AC terbaru. Pabrik ini menempati lahan seluas 3,5 hektare dari total luas pabrik Sharp Indonesia yang seluas 31 ha, berlokasi di kawasan Karawang International Industry City (KIIC).

“Pembukaan pabrik AC di dalam negeri merupakan langkah Sharp Indonesia guna memenuhi permintaan pasar domestik dan juga ekspor. Ini produk AC Sharp buatan Indonesia,” Andry menjelaskan.

Lalu, bagaimana strategi pemasaran Sharp? Andry memulai dengan menjelaskan strategi promosi yang dilakukan dengan cara offline dan online. Untuk offline, Sharp membuat point of purchase (POP), flyer, dll.

Adapun untuk online, Sharp memanfatkan banyak platform media sosial, seperti TikTok, YouTube, Instagram, Facebook, Linkedin, dan Twitter. Juga tak lupa menggarap komunitas.

Sharp pun memanfaatkan platform medsos seperti YouTube dan TikTok, dengan membuat konten yang menarik bagi masyarakat. “Kami berusaha untuk meningkatkan awareness dan consideration konsumen untuk selanjutnya mengarahkan ke tahap selanjutnya, yaitu conversion,” kata Andry.

Saat ini, Sharp masih memanfaatkan promosi via iklan TV commercial. Namun, porsinya tidak sebesar dulu, karena saat ini masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya berselancar di medsos atau internet dibandingkan menonton televisi.

Selanjutnya, untuk membangun engagement dengan pelanggan, Sharp banyak menggelar campaign, baik online maupun offline. Salah satunya melalui product experience.

Sharp juga membangun ekosistem. Misalnya, untuk AC, pihaknya melakukan banyak aktivitas yang berhubungan dengan proses pemasangan AC. Sharp pun mengedukasi semua rekanan installer Sharp di seluruh Indonesia mengenai proses pemasangan dan perawatan yang benar/tepat pada konsumen di seluruh Indonesia.

Lalu, Sharp bekerjasama dengan sekolah kejuruan: memberikan pelatihan menjadi teknisi AC dan kesempatan magang di kantor-kantor servis Sharp. “Kami tidak hanya mengarahkan para siswa ini menjadi karyawan kami, tetapi juga mendidik mereka menjadi seorang wirausaha,” Andry menandaskan.

Hal penting lainnya yang terus ditingkatkan Sharp ialah layanan pascajual (after sales service). Sebab, salah satu alasan pelanggan kembali membeli produk Sharp ialah kepuasan terhadap layanan pascajualnya. Selain itu, perasaan aman dan nyaman saat mereka menggunakan produk juga menjadi alasan bagi mereka untuk kembali membeli dan merekomendasikan produk/brand kepada kerabat ataupun teman.

Melihat hal tersebut, Sharp memperbanyak titik layanan pascajualnya yang mencakup layanan di seluruh wilayah di Indonesia. Saat ini, Sharp memiliki lebih 400 titik layanan, yaitu 23 kantor servis, 47 Sharp Direct Service Station, 364 Sharp Authorized Service Station, 46 Sharp Service Representative, satu Sharp Mobile Service Station, dan 135 Sharp Authorized Installer Contractor.

Selain itu, Sharp pun memiliki aplikasi Sharp.id. Pelanggan dapat mengunduh aplikasi ini di Playstore ataupun Apps Store. Melalui Sharp.id, pelanggan dapat mengetahui promo yang sedang berjalan, informasi service, hadiah, dll. Saat ini, aplikasi ini memiliki lebih dari 60 ribu user aktif dan 1.000-2.000 traffic per hari.

Bicara mengelola multichannel, Sharp memiliki tim yang fokus menggarap setiap kanal, dari kanal tradisional, kanal modern, hingga e-commerce. Sharp juga punya strategi yang berbeda dalam melakukan pendekatan konsumen di setiap kanal tersebut.

“Saat ini, performa penjualan produk kami di e-commerce menunjukkan hasil yang sangat baik. Konsumen sudah tidak ragu untuk melakukan transaksi di e-commerce,” kata Andry.

Target ke depan, Sharp akan terus menghadirkan produk terbarunya yang mengusung teknologi dan kualitas Jepang. “Hal ini untuk memperkuat image Sharp dan mempertahankan posisi nomor 1 di pangsa pasar AC di Indonesia,” ujarnya. (*)

Dede Suryadi


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved