Best CEO

Irianto Santoso, Seorang Pemimpin Harus Bisa Menyampaikan Mimpi-Mimpi

Irianto Santoso, Seorang Pemimpin Harus Bisa Menyampaikan Mimpi-Mimpi
Irianto Santoso, CEO PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA).

Melonjakkan kinerja perusahaan dalam situasi makroekonomi global yang masih diwarnai resesi tentu saja bukan hal yang mudah. Maklum, rata-rata konsumen korporat ataupun individu menerapkan tight budget policy, mengerem pengeluaran.

Sebab itu, bila dalam situasi seperti itu perusahaan masih bisa tumbuh double digit, jelas hal itu merupakan prestasi yang layak diacungi jempol. Dan, pasti hal itu tak lepas dari kepiawaian CEO-nya dalam mengorkestrasi perusahaan yang ia pimpin.

Acungan jempol seperti itu layak diarahkan ke Irianto Santoso, CEO PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA). Betapa tidak, Irianto sanggup membawa emiten bidang manufaktur komponen atau suku cadang otomotif ini berhasil membukukan kinerja kinclong.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 519,4 miliar alias melesat 107,8% secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu (catatan: laporan keuangan tiga kuartal pertama tahun 2023 karena laporan kuartal IV belum terbit).

Begitu juga dari sisi penjualan, DRMA sanggup meningkatkan penjualan 59,7% YoY menjadi Rp 4,3 triliun pada periode akhir Oktober 2023. Di antara pemicu meningkatnya penjualan, DRMA sukses menggaet klien-klien baru.

Prestasi itu melanjutkan catatan gemilang DRMA tahun-tahun sebelumnya, dan tampak sekali bahwa efektivitas leadership Irianto menjadi gerbong penarik utama bagi pertumbuhan perusahaan. Padahal, bila dilihat realitas di industrinya, tantangan berat menghadang DRMA sejak 1-2 tahun lalu.

“Dalam 1-2 tahun terakhir, terjadi shortage semikonduktor, termasuk akibat Shanghai lockdown. Suku bunga The Fed naik, diikuti naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia, memengaruhi suku bunga pinjaman kredit kendaraan bermotor. Lalu, supply-demand kendaraan bermotor ikut terdampak, yang kemudian juga membawa dampak ke permintaan komponen kendaraan bermotor,” papar Irianto, yang mengawali karier di PT Gaya Motor (Astra Group) sebagai Engineering Deputy Manager.

Membangun kohesivitas tim tampaknya menjadi kunci sukses kepemimpinan Irianto. Terlebih, pada situasi bisnis yang sedang menghadapi banyak tantangan.

“Pertama, kita mesti membangun awareness terhadap karyawan tentang kondisi dan tantangan yang dihadapi perusahaan agar semua karyawan memiliki background yang sama di dalam mengatasi masalah tersebut,” Irianto menjelaskan kiat leadership-nya.

Membangun awareness dalam sense of urgency ini sangat penting. Dari sana kemudian perusahaan bisa membuat strategic initiative yang komprehensif dan terukur untuk mengatasi tantangan.

Irianto dan timnya selalu meyakini, dalam situasi sesulit apa pun, pasti ada peluang-peluang bisnis baru yang bisa digarap. “Dalam setiap kesulitan, pasti ada kesempatan bagi pemain yang siap,” ujarnya tandas.

Sebab itu, ia dan timnya berusaha mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi apa pun, termasuk mempersiapkan keuangan, orang, teknologi, dan reputasi. Strategi dasar yang ia tekankan ke tim, bagaimana agar penjualan perusahaan tetap tumbuh, bisa terus menjaga performa quality dan on time delivery, serta proaktif berkomunikasi dan memberikan solusi kepada pelanggan.

Irianto melakukan monitoring dan evaluasi rutin secara berkala untuk memastikan setiap leader mengeksekusi strategi yang telah diputuskan perusahaan. Sehingga, implementasi rencana bisa berjalan baik serta menghasilkan dampak positif bagi perusahaan dan semua stakeholder.

Tentu saja, ia juga memberikan arahan strategi kepada setiap unit bisnis agar lebih serius memperhatikan masalah quality dan delivery. Juga terus memberikan support yang lebih kepada customer, sehingga customer merasa terbantu. Ini membuktikan bahwa perusahaan memang mendukung perkembangan bisnis pelanggan sepenuhnya.

Dalam memimpin karyawan, Chairman-Supervisory Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor ini selalu mengembalikan kepada value perusahaan karena DRMA memang sudah memiliki value dan moto yang menjadi tujuan perusahaan. “Sebagai pemimpin, kita tentunya wajib memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan value dan moto perusahaan tersebut,” katanya.

Yang juga tak kalah penting, menurut Irianto, seorang pemimpin juga harus bisa menyampaikan mimpi dan harapannya secara konsisten kepada seluruh karyawan. “Harapannya, mimpi-mimpi tersebut juga menjadi mimpi dan harapan seluruh karyawan,” ujarnya. Dengan adanya harapan-harapan baru tentang masa depan yang lebih baik tersebut, diharapkan karyawan juga lebih bergairah dalam bekerja dan memberikan kontribusi.

Irianto memimpin dengan mengacu pada visi perusahannya yang ingin menjadi world class manufacturing company di Indonesia. “Makanya, kami terus melakukan improvement (Kaizen) untuk setiap lini bisnis dan operasionalnya, serta pengembangan SDM. Perusahaan terus bergerak ke arah yang positif dalam setiap aspek.”

Hal itu tecermin pada angka-angka kinerja yang memang terus tumbuh. Juga pada berbagai penghargaan yang diperoleh dari customer. Misalnya, penghargaan sebagai Best Supplier dari Astra Honda Motor selama dua tahun berturut-turut.

Bagi Irianto, terus melakukan improvement merupakan salah satu cara agar perusahaan semakin agile, adaptif, dan tangguh untuk menghadapi perubahan. “Agile, adaptif, dan tangguh itu bukan merupakan target yang statis. Intinya, perusahaan harus terus melakukan improvement sesuai dengan tantangan-tantangan yang dihadapi. Sebab itu, sangat penting bagi manajemen perusahaan untuk mempunyai visi jauh ke depan untuk memperkuat agility, adaptability, dan durability perusahaan,” ia menegaskan prinsip leadership-nya.

Irianto selalu meyakinkan timnya bahwa bisnis otomotif merupakan bisnis yang masih terus akan berkembang dan banyak peluang. “Namun, peluang itu hanya bisa ditangkap oleh perusahaan-perusahaan yang siap. Sehingga, untuk dapat menangkap peluang-peluang bisnis baru, perusahaan harus selalu siap,” katanya.

Selain itu, ia juga menekankan kepada timnya untuk terus mencari market baru yang bisa menjadi sumber revenue baru. Pertumbuhan bisnis pun mesti terus dicanangkan, baik melalui strategi pertumbuhan organik maupun anorganik. (*)

Sudarmadi

Reporter: Darandono


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved