Marketing

Kisah Inspiratif Perempuan Bangun Bisnis Ramah Lingkungan Klandizie dan Serenitree

Founder Klandizie Amanda dan Founder Serenitree Sandra Djadjadisastra. (dok ist)

Kepedulian terhadap lingkungan yang semakin tinggi menjadi ceruk pasar-pasar baru bagi bisnis yang mengusung konsep ramah lingkungan atau organik. Tak heran jika tren ini menjadi penyebab semakin banyaknya jumlah bisnis, baik yang besar maupun UMKM, lahir dengan background ramah lingkungan.

Namun, menangkap peluang sesuatu yang tengah menjadi tren bukanlah hal yang mudah. Para pelaku bisnis tetap harus pintar memberikan edukasi kepada customer dan membuat produk yang benar-benar ramah lingkungan, sehingga background ‘ramah lingkungan’ benar-benar diaplikasikan.

Tantangan tersebut dialami betul oleh Yani Suryani dan Amanda, pendiri bisnis Klandizie, sebuah bisnis yang lahir dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Klandizie berawal dari bisnis kecil-kecilan yang menjual barang ramah lingkungan preloved.

Sesuai dengan makna di balik nama Klandizie yang berarti good will, bisnis ini menerapkan konsep sustainability dan zero waste dengan produk perlengkapan kebersihan tubuh seperti sikat gigi dan sisir dari bambu. Semua produk yang diproduksi berbahan organik dan ramah lingkungan.

“Memang sampai saat ini masih banyak customer yang memandang barang ramah lingkungan itu mahal. Untuk itu, kami selalu memberikan edukasi kalau impact menggunakan produk ramah lingkungan sangat besar, baik impact lingkungan dan sosialnya, itu melebihi nilai barang itu sendiri,” ujar Amanda dalam konferensi pers Tokopedia, kemarin.

Bahkan, Amanda menegaskan dalam menghasilkan produk, pihaknya selalu melakukan riset yang komprehensif agar bahan yang digunakan aman untuk pelanggan dan betul-betul ramah lingkungan. Klandizie berupaya mengurangi sampah plastik di setiap bagian produknya.

“Kami berusaha mengurangi plastik berbasis minyak bumi baik pada produk maupun kemasan serta bahan yang digunakan mayoritas berasal dari Jawa Barat. Kami juga memberdayakan perajin dari Bandung, Cimahi dan Banten,” ucap Amanda.

Sama halnya dengan Klandizie, bisnis yang dimiliki Sandra Djajadisastra Serenitree juga mengalami tantangan serupa. Bahan-bahan yang digunakan dalam produknya benar-benar organik, yang berasal dari alam tanpa menggunakan bahan kimia.

“Saya ingin mempermudah lebih banyak orang yang juga memiliki masalah kulit sensitif melalui produk yang kami buat. Maka, dalam menghasilkan produk, kami menggunakan bahan alami, seperti minyak kelapa, ekstrak sereh, kunyit putih, kelor dan masih banyak lagi. Kemasan Serenitree tidak menggunakan seal plastik dan dapat didaur ulang agar lebih ramah lingkungan. Saat ini, kami sudah memiliki pabrik sendiri dan memberdayakan puluhan karyawan,” ucap Sandra dalam kesempatan yang sama.

Sandra mengaku, bisnisnya berawal dari pengalaman pribadinya. Di mana sejak membuat dan menggunakan sabun organik sendiri, masalah kulit sensitif keluarganya tidak pernah kambuh lagi. Akhirnya, pada tahun 2021, Sandra mulai mengembangkan brand Serenitree, dan pada Januari 2023 meluncurkan produk pertamanya, yaitu sabun mandi dan body lotion.

Untuk mengembangkan brand awareness dan mempermudah masyarakat mengakses produknya, Serenitree bergabung di marketplace dan media sosial pada tahun 2023. “Lewat berbagai fitur yang ditawarkan Tokopedia, seperti Flash Sale, fitur beriklan TopAds, dan Diskon Toko, penjualan Serenitree terus meningkat. Bahkan saat flash sale, penjualan Serenitree bisa meningkat hingga 3 kali lipat,” ujar Sandra.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved