Capital Market & Investment

Pasarkan EBA Ritel, BRI Danareksa Sekuritas Memacu Kolaborasi Bisnis di BRI Group

(ketiga dari kanan) Laksono Widodo, Direktur Utama BRIDS pada peluncuran EBA Ritel di aplikasi BRIGHTS di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan pada Kamis, 25 April 2024. (Foto : Vicky Rachman/SWA)

PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) berancang-ancang membidik 0,5% dari jumlah total nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk membeli Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA SP) Ritel. BRIDS, anak usah BRI Group, mencermati potensi pengembangan bisnis untuk menjual produk investasi yang populer disebut EBA Ritel ini kepada nasabah individu di BRI Group. Hal ini disampaikan Laksono Widodo, Direktur Utama BRIDS di sela-sela peluncuran EBA Ritel di aplikasi BRIGHTS di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan pada hari ini.

Laksono menyampaikan nasabah BRI Group itu sangat banyak, khusus jumlah nasabah BRI saja sekitar 60 juta pemegang rekening (card holder). “Kalau bisa dapatkan 0,5% dari jumlah total nasabah BRI ini berinvestasi EBA Ritel merupakan hal yang baik. Untuk strategi pemasarannya, basiccaly melalui jaringan distribusi BRI Group seperti melalui kanal dan kantor cabang BRI,” ucap Laksono menjawab pertanyaan SWAonline di Gedung BEI, Jakarta Selatan pada Kamis (25/4/2024).

Peluncuran EBA Ritel di aplikasi BRIGHTS ini bekerjasama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)/SMF. Adapun, aplikasi BRIGHTS dikelola oleh BRI Danareksa Sekuritas. EBA Ritel, lanjut Laksono, merupakan produk investasi di pasar modal. “Ketersediaan EBA Ritel seperti saham yang tersedia di aplikasi BRIGHTS. Harga EBA Ritel bervariasi tergantung supply-demand, dan return-nya fixed. Untuk target nilai transaksi EBA Ritel sekitar Rp 10 miliar per hari,” ujar Laksono

Laksono mengungkapkan kerja sama dengan SMF ini sejalan dengan misi perseroan untuk terus memberikan nilai tambah kepada investor ritel dan memudahkan akses serta layanan pasar modal ke publik guna mendukung perkembangan pasar modal Indonesia. “Ketersediaan produk EBA Ritel oleh SMF di aplikasi online trading BRIGHTS semakin memperkaya pilihan produk investasi yang dapat diinvestasikan oleh nasabah kami, selain instrumen yang telah tersedia seperti saham, obligasi dan reksa dana di aplikasi BRIGHTS,” tutur Laksono.

EBA-SP Ritel merupakan produk investasi pendapatan tetap (fixed income) yang aman dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) serta memiliki likuiditas instrumen investasi yang tinggi. Nasabah dapat melakukan transaksi pembelian dan penjualan kapan saja tanpa harus menunggu jatuh tempo. Produk EBA SP Ritel SMF yang dipasarkan oleh BRI Danareksa Sekuritas ini adalah EBA SP BTN06A yang diterbitkan pada tahun 2020 (kupon 6,5% per tahun).

Kemudian, BRIDS juga memasarkan EBA SP BTN08A yang diterbitkan pada 2023 dan kupon 6,65% per tahun serta EBAS SP BRIS01A yang diterbitkan pada 2023 (kupon 7% per tahun) dengan rating idAAA dari Pefindo dengan denominasi hanya Rp 100 ribu. Pada kesempatan ini, Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menyampaikan program pengembangan pasar EBA- SP Ritel bertujuan untuk mengembangkan jumlah investor EBA-SP dengan target investor perorangan.

SMF berperan sebagai market maker guna menciptakan pasar sekunder EBA- SP menjadi lebih likuid. “Sebelumnya EBA-SP banyak dimiliki oleh investor institusi seperti dana pensiun (dapen), asuransi, dan lainnya. Kerja sama perdana ini merupakan upaya kami dalam memperluas dan mengembangkan investor base, yaitu para investor potensial seperti generasi milenial dan masyarakat lainnya yang ingin berinvestasi. EBA-SP Ritel akan menjadi diversifikasi bagi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal,” ungkap Ananta menjabarkan.

Ananta meyakini BRIDS merupakan perusahaan sekuritas yang mempunyai jaringan pemasaran yang cukup luas. “Kami berharap EBA-SP Ritel dapat diminati oleh para investor perorangan. Ke depannya, kami bisa menjadikan EBA-SP Ritel sebagai pilihan alternatif investasi yang menarik dan aman,” kata Ananta.

(kiri-kanan) Laksono Widodo, Direktur Utama BRIDS dan Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo di Gedung BEI, Kamis (25/4/2024). (Foto : Istimewa).

Kerja sama ini akan menambah jangkauan investor yang ingin mencari diversifikasi instrumen investasi pasar modal sehingga investor memiliki lebih banyak pilihan untuk berinvestasi dengan return yang kompetitif dan diversifikasi aset selain saham, obligasi atau reksa dana. Berbagai keuntungan yang bisa diperoleh dari berinvestasi di pasar modal, salah satunya untuk mempersiapkan masa depan dengan memulai berinvestasi melalui BRI Danareksa Sekuritas dengan membuka rekening dana nasabah (RDN) di BRI dan bertransaksi melalui aplikasi online trading yang canggih dan mudah digunakan, yaitu BRIGHTS.

BRIDS sebagai bagian dari ekosistem perusahaan jasa keuangan dan pasar modal serta anggota BRI Group seniantiasa berinovasi untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses terhadap beragam instrumen investasi di pasar modal. Pada tahun lalu, misalnya, BRIDS menjalin kolaborasi strategis dengan BRILink Business Division BRI. Sinergi ini diimplementasikan pada kegiatan sosialisasi dan literasi pasar modal kepada Agen BRILink Mentor di Tegal dan Semarang pada September 2023. Tujuan kegiatan ini memberikan inklusi, literasi serta pemahaman mendalam tentang investasi di pasar modal kepada Agen BRILink.Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi pasar modal di kalangan para Agen BRILink.

Sinergi BRI Group

Laksono mengungkapkan BRI Danareksa Sekuritas dan BRI berencana untuk memperkuat sinergi agar kegiatan sejenis dapat terus dilakukan di kota-kota lainnya untuk memperluas cakupan Agen BRILink yang jumlahnya cukup banyak itu. Jumlah Agen BRILink pada 2023 sebanyak 740 ribu agen dan nilai transaksi Rp 1.427 triliun. Direktur Utama BRI, Sunarso, menyampaikan jumlah Agen BRILink di tahun lalu itu melampaui target BRI yang menargetkan penambahan sebanyak 25 ribu unit. Pada awal tahun lalu, BRI mencatat jumlah Agen BRILink sebanyak 627 ribu unit.

Sunarso mengungkapkan AgenBRILink berperan mendorong inklusi keuangan di Indonesia. “Alhamdulillah, kita sekarang telah memiliki 796 ribu agen di seluruh Indonesia, di 75.000 desa. Jadi, jumlah agen lebih banyak daripada jumlah desa," tutur Sunarso pada siaran pers di Jakarta pada Rabu, 10 April 2024.

Adapun, kolaborasi strategis BRID dan BRI untuk mengerek literasi pasar modal Agen BRILink itu diharapkan terlaksana di beberapa kota lainnya, sehingga dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan literasi pasar modal di Indonesia, serta tentunya kepada peningkatan jumlah nasabah BRIDS .

BRI Group berkomitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan mendukung pertumbuhan ekosistem pasar modal di Indonesia dilakukan oleh BRI dengan terus berinovasi yang mengembangkan layanan investasi, salah satunya dengan memberi kemudahan bagi nasabahnya untuk memulai berinvestasi di pasar modal. Hal tersebut dilakukan BRI melalui kerja sama dengan BRI Danareksa Sekuritas yang menghadirkan layanan pembukaan Rekening Efek dan RDN BRI melalui super apps BRImo.

Kemudahan layanan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap nasabah BRI yang ingin memulai berinvestasi di pasar modal. Proses registrasi Rekening Efek dan RDN BRI pada aplikasi BRImo sangat mudah, cukup login pada aplikasi dan pilih menu Fitur Lainnya, kemudian pilih menu Investasi, pilih RDN. Berikutnya, pilih menu Buka Rekening Dana Nasabah.

Selanjutnya, nasabah mengisi data diri dan upload e-KTP beserta foto selfie. Apabila permohonan telah disetujui, maka nasabah akan menerima pemberitahuan nomor Rekening Efek dan RDN, user ID, password, dan PIN dari BRI Danareksa Sekuritas melalui e-mail. Seluruh proses tersebut hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.

Beberapa keunggulan lainnya yang diperoleh nasabah jika membuka Rekening Efek dan RDN BRI. Nasabah dapat memperoleh informasi mutasi rekening secara real time, biaya transaksi yang kompetitif, dan bebas biaya administrasi rekening. Selain itu, juga terdapat fasilitas inquiry saldo RDN pada aplikasi BRImo. Untuk top up RDN BRI juga dipermudah dengan memanfaatkan fitur transfer BRImo, menggunakan berbagai e-channel BRI maupun melalui e-wallet.

BRI terus berinovasi menjawab beragam kebutuhan investasi yang aman dan proteksi nasabah. Salah satunya adalah melalui bisnis Wealth Management BRI yang memiliki peranan sebagai financial supermarket yang tidak hanya memberikan layanan lengkap yang mudah dan aman untuk nasabah

Pada kesempatan terpisah, Handayani, Direktur Bisnis Konsumer BRI, menyampaikan layanan Wealth Management BRI berperan sebagai financial supermarket untuk nasabah individu maupun bisnis tercermin dalam penyediaan berbagai instrumen yang disediakan oleh BRI maupun produk hasil kolaborasi dengan anak perusahaan perseroan.

Handayani mencontohkan obligasi pemerintah, obligasi korporasi, reksa dana, layanan sekuritas, bancassurance, serta pengelolaan dana pensiun. Seluruh upaya ini dilakukan agar Wealth Management BRI dapat menjadi one stop financial solution yang mengumandangkan semangat Wealth Management for All. Layanan Wealth Management BRI pun menyediakan berbagai layanan perbankan yang dipersonalisasi untuk nasabah kaya atau high net worth individual (BRI Private) dan mass affluent (BRI Prioritas).

Layanan tersebut termasuk konsultasi perencanaan keuangan dan investasi, proteksi, bahkan dana pensiun. BRI pada kuartal I/2024 membukukan aset yang dikelola (asset under management) oleh Wealth Management BRI naik sebesar 21% dibandingkan kuartal I tahun lalu. Hal ini mencerminkan ekspansi dan diversifikasi portofolio nasabah yang berkelanjutan.

Selain itu, Bisnis Wealth Management BRI mengalami lonjakan profitabilitas yang signifikan, dengan fee based income (FBI) dari Bancassurance meningkat sebesar 34% dan FBI dari investasi meningkat lebih dari 200% pada periode tersebut. Handayani mengatakan bahwa Wealth Management BRI berdedikasi untuk menyediakan solusi keuangan komprehensif dan layanan yang dipersonalisasi kepada nasabah prima.

BRI terus mengakselerasi kinerja bisnis Wealth Management BRI. “Strategi yang dilakukan dengan memperkuat edukasi terkait pentingnya pengelolaan keuangan kepada seluruh lapisan Masyarakat. Misinya dalam hal ini juga membantu nasabah prima (BRI Private dan BRI Prioritas) menjelajahi kompleksitas lanskap keuangan dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang mereka,” ungkap Handayani pada keterangan tertulisnya di Jakarta pada Rabu, 17 April 2024.

BRI turut melakukan pendampingan oleh financial advisor berpengalaman yang selalu memastikan penawaran produk sesuai profil risiko nasabah. Layanan Wealth Management BRI didukung oleh ekosistem BRI Group yang terdiri dari perusahaan asuransi, sekuritas, dan manajer investasi yang terpercaya.

Alhasil, jumlah nasabah Prima Wealth Management BRI di Januari-Maret tahun ini melonjak menjadi sekitar 148 ribu. Hal ini mengindikasikan kepercayaan dan keyakinan yang ditempatkan pada layanan premier BRI. Kemudian tercatat juga pendaftaran investor baru BRI melonjak sebesar 60% di kuartal I/2024. Ini menandakan minat dan kepercayaan yang meningkat terhadap penawaran investasi BRI

Untuk memudahkan nasabah atau investor, BRI Danareksa Sekuritas juga mengembangkan aplikasi online trading BRIGHTS, yakni menambah fitur BRIGHTS Easy serta menjalin kolaborasi untuk edukasi dan literasi keuangan pasar modal untuk ekosistem BRI Group antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI), BRI dan BRIDS pada 24 Oktober 2023 BRIGHTS Easy merupakan sebuah mode di dalam aplikasi BRIGHTS yang ditujukan untuk investor pemula dengan tampilan yang lebih simple, fresh dan mudah digunakan untuk bertransaksi saham, obligasi dan reksa dana dari satu aplikasi itu.

Handayani yang turut hadir pada kegiatan peluncuran BRIGHTS Easy mengungkapkan bahwa BRI sebagai perusahaan induk dari BRIDS senantiasa memberikan dukungan penuh inovasi dan transformasi digital dengan hadirnya BRIGHTS Easy.

Handayani mengatakan sebagai bentuk penguatan sinergi di BRI Group, maka BRI menyediakan akses pembukaan rekening investasi melalui super apps BRImo. “Kami berharap peluncuran ini turut menjadi penopang bisnis BRI Danareksa Sekuritas, untuk terus berkontribusi untuk tercapainya visi BRI di tahun 2025 untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion,” jelas Handayani. Laba bersih BRI pada kuartal I tahun ini naik 2,5% atau menjadi Rp 15,9 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved