Trends

Kembangkan KPR Hijau, BCA Targetkan Salurkan KPR Rp 135 Triliun

PT Bank Central Asia (BCA) Tbk., kian agresif menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Bila tahun lalu total penyaluran KPR oleh 38 bank senilai Rp513,6 triliun, sebanyak Rp121,8 triliun disalurkan BCA. Welly Yandoko, Executive Vice President (EVP) Consumer Loan BCA, menuturkan rasio kredit bermasalah (NPL) KPR BCA juga jauh lebih rendah daripada NPL industri. Kalau NPL KPR perbankan 2,39 persen, NPL KPR BCA hanya 1,12 persen. “Tahun ini BCA menargetkan akan menyalurkan KPR sekitar Rp 135 triliun atau ditargetkan meningkat sekitar 11% dibanding tahun sebelumnnya,” kata Welly.

Untuk mengejar target tersebut, menurut Welly, selain KPR konvensional BCA juga mulai menggarap KPR Hijau atau Green Mortgage itu disalurkan untuk membiayai pemilikan rumah dan apartemen yang sudah mendapat sertifikasi hijau (greenship).

KPR Hijau merupakan program pembiayaan pembelian rumah yang telah bersertifikat Hijau atau bangunan yang rendah emisi dan ramah lingkungan. KPR Hijau sebagai wujud dukungan pihak perbankan kepada nasabah yang ingin membeli rumah dari pengembang yang telah memegang sertifikat hijau yang berdampak baik dalam keberlanjutan dan ramah lingkungan.

Welly mengungkapkan, hingga saat ini BCA telah menyalurkan KPR hijau senilai Rp1,14 triliun di beberapa proyek seperti Citra Maja Raya (Maja, Lebak-Banten), Kota Baru Parahyangan (Padalarang Barat, Bandung Barat-Jawa Barat), Samanea Hill (Parung Panjang, Bogor-Jawa Barat), Navapark, dan Verde Two (Kuningan, Jakarta Selatan-DKI Jakarta).

Welly menegaskan sejak awal BCA sangat mendukung penerapan konsep ESG (Environment, Social, Governance), ramah alam, bermanfaat secara sosial, dan tata kelola yang solid) termasuk di bisnis properti, antara lain melalui penyaluran pembiayaan hijau. Hal itu ditunjukkan oleh penyaluran kredit hijau BCA yang terus meningkat.

Komitmen terhadap keberlanjutan (sustainabilitas) atau ESG tidak hanya ditunjukkan BCA dalam penyaluran kredit hijau, tapi juga dalam proses bisnis. Tahun 2023 sebanyak 99,7% dari total transaksi kredit dilakukan melalui channel digital. Mekanisme persetujuan kredit misalnya, termasuk KPR, menggunakan channel digital melalui berbagai kanal seperti myCore, myPartnerBCA, dan RumahsayaBCA.

Ia menambahkan, untuk merangsang developer mengembangkan properti hijau dan juga mendorong konsumen membeli properti yang sudah mendapat sertifikasi hijau, BCA siap memberikan rate kredit yang bersaing, biaya kredit yang lebih rendah, dan proses persetujuan aplikasi yang lebih cepat dan mudah.

Dari sisi developer, Binsar Pandiangan Chief Marketing Officer Damai Putra Group, mengatakan, penerapan konsep ESG di sektor properti memang tidak bisa digantungkan hanya pada satu dua pihak seperti bank dan developer, melainkan harus melibatkan seluruh stakeholder terutama pemerintah sebagai regulator. Fungsi regulator terutama menyusun standar keberlanjutan yang diharapkan diterapkan pelaku bisnis dan keuangan, dan memberi insentif entah berupa keringanan pajak, perizinan, atau yang lain.

Damai Putra Group juga berkomitmen menerapkan konsep berkelanjutan di proyek-proyeknya, termasuk di Kota Harapan Indah/KHI (2.200 ha) di Bekasi, Jawa Barat. Selain itu, konsep hijau antara lain diterapkan di kawasan hunian Asera Nishi di KHI yang dikembangkan bersama developer Jepang. Hal ini diwujudkan dari desain rumah yang bisa meminimalisir konsumsi listrik, penyediaan ruang terbuka yang lebih besar, penyediaan sumur resapan, dan penggunaan penutup jalan dan halaman grass block yang memudahkan peresapan air ke dalam tanah. "Bagaimanapun penerapan konsep hijau itu menambah cost, termasuk proses mendapatkan sertifikasinya. Sementara bisnis berorientasi profit," katanya.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved