Capital Market & Investment

Ada 2 Obligasi Berlabel ESG yang Tercatat di BEI Pada Pekan ini

Ilustrasi foto : Istimewa.

Nilai total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat pada 2 Januari-26 April 2024 itu senilai Rp 37,36 triliun dari 33 emisi yang diterbitkan oleh 25 emiten, berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pekan ini, jumlah perusahaan yang menerbitkan obligasi berkelanjutan sebanyak 2 perusahaan yang mencatatkan obligasi berlabel ESG (Enviromental, Social & Governance).

Obligasi Berkelanjutan I JACCS MPM Finance Indonesia Tahap III Tahun 2024 diterbitkan oleh PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika Finance di BEI pada Senin, 22 April 2024. Obligasi berlabel ESG ini senilai Rp 500 miliar. Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia terhadap obligasi tersebut adalah idAA (Double A) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Kemudian, Obligasi Berkelanjutan VI Astra Sedaya Finance Tahap III tahun 2024 diterbitkan oleh PT Astra Sedaya Finance Mulai di BEI pada Rabu pekan ini. Obligasi ini senilai Rp 2,5 trilliun. Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia atas obligasi tersebut adalah AAA(idn) (Triple A) dengan Wali Amanat BRI. Obligasi berkelanjutan mencakup green bonds, social bonds dan sustainability bonds.

Untuk total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 551 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 465,05 triliun dan US$ 46,1485 juta, yang diterbitkan oleh 129 emiten. “Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri yang senilai Rp 5.774,51 triliun dan US$ 502,10 juta,” ujar Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI di Jakarta, Jumat (26/4/2024). Selain itu, BEI mencatat sebanyak 10 emisi EBA (efek beragun aset) senilai Rp 3,05 triliun.

Perihal data pasar saham, Kautsar menjabarkan data perdagangan saham di BEI pada 22-26 April 2024 ditutup bervariasi. Rata-rata volume transaksi harian selama sepekan ini naik 10,65% atau menjadi 19,22 miliar lembar saham dari 17,37 miliar lembar saham dari penutupan pekan lalu. “Peningkatan turut diikuti oleh kapitalisasi pasar yang naik 0,31%, menjadi Rp 11.754 triliun dari Rp 11.718 triliun pada pekan sebelumnya,” ucap Kautsar. Sedangkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 0,72% pada level 7.036 poin dari 7.087 poin pada penutupan pekan lalu.

Rata-rata nilai transaksi harian menyusut sebesar 12,91% yaitu menjadi Rp 13,62 triliun dari Rp 15,64 triliun. Kemudian, rerata frekuensi transaksi turun sebesar 22,63%. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp 2,16 triliun dan sepanjang tahun ini masih mencatatkan nilai beli bersih (net buy) Rp 7,62 triliun.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved