Management

Para Jebolan Gojek di Belakang Pinhome

Para Jebolan Gojek di Belakang Pinhome
Dayu Dara Permata, Founder dan CEO Pinhome

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir pernah menyampaikan, sebanyak 81 juta penduduk Indonesia kelompok milenial belum memiliki rumah. Catatan ini berdasarkan data milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hal ini menunjukan banyak sekali problem dan gap sehingga hanya segelintir milenial yang memiliki properti.

Itulah yang mendorong Dayu Dara Permata pada 2019 mencari permasalahan yang dialami para pencari properti, khususnya pembeli properti pertama (first home buyer). Dia menemukan, ternyata masalahnya banyak sekali. Akhirnya, bersama Ahmed Aljunied, Dayu mendirikan Pinhome di garasi rumah di akhir 2019, yang mulai beroperasi pada awal 2020.

Dayu Dara, yang menjadi Founder dan CEO Pinhome, serta Ahmed sebagai Co-Founder & CTO Pinhome sama-sama jebolan Gojek. Dayu bergabung dengan Gojek sejak 2015, dengan jabatan terakhir sebagai senior vice president. Sementara Ahmed, mantan VP Engineering and Product Gojek.

Ada lagi alumni Gojek lainnya yang bergabung bersama Pinhome, yaitu mantan Chief Marketing Officer (CMO) GoPay, Fibriyani Elastria. Ia bergabung dengan Pinhome sebagai CMO mulai awal 2023.

“Tahun 2019, saya masih di Gojek. Saat itu, saya sudah melihat bagaimana suatu bisnis yang awalnya UKM tapi dengan visi yang sangat besar dari pendirinya, bisa menjadi perusahaan teknologi terbesar di Indonesia. Saya melihat transformasi ini masif tapi bisa terjadi dalam waktu singkat melalui bisnis berbasis teknologi,” ungkap Dayu Dara.

Di 2020, ketika pertama kali pihaknya meluncurkan website Pinhome dan baru hitungan minggu beroperasi, terjadilah pandemi Covid-19. Memang, pada saat idenya muncul, Indonesia masih baik-baik saja. Namun, pada saat pihaknya meluncurkan Pinhome, barulah terlihat adanya tantangan besar yang berdampak pada makroekonomi, termasuk sektor properti.

Sektor proptech yang diterjuni Pinhome, menurut Dayu Dara, terbagi menjadi dua. Ada yang bullish dan ada yang sangat berhati-hati. Pinhome termasuk yang bullish karena baru memulai.

Dia melihat kebanyakan pemain lain tidak memecahkan masalah first home buyer secara end-to-end, dari proses pencarian hingga transaksi. Dengan Pinhome, buyer tidak hanya mencari listing dan terkoneksi dengan agen properti. Pinhome pun membantu dan memfasilitasi pencarian KPR dan negosiasi dengan pemilik properti, serta menjelaskan transaksi apa saja yang harus dilakukan.

“Kami sangat bullish karena kami percaya kami membawa value preposition yang jelas dan berbeda dengan yang sudah ada di pasaran, yaitu menjadi platform properti menyeluruh end-to-end bagi pencari atau pemilik properti, terutama first home buyer,” kata lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung itu.

Pinhome memiliki tiga layanan utama, yaitu pencarian properti, pembiayaan properti (dalam hal ini KPR), dan layanan jasa rumah tangga atau home services. Tiga layanan ini merupakan layanan menyeluruh yang dibutuhkan oleh pemilik dan pencari properti.

Yang membuat Pinhome berbeda, menurut Dayu Dara, fasilitasi proses pencarian atau transaksi itu terjadi secara end-to-end di aplikasi atau website-nya. Mulai dari awal sampai akad, fitur-fiturnya mendukung untuk mendapatkan rumah impian secara mudah dan menyeluruh. Antara lain, fitur pencarian properti.

Pada umumnya, kita mencari properti menggunakan keyword. Yang berbeda, proses mencari properti di Pinhome itu sangat seamless. Kita bisa menggunakan berbagai macam keyword dan patokan lokasi, baik itu mal, gedung, maupun nama perumahan.

Selanjutnya, setelah mencari properti, akan terkoneksi dengan agen properti Pinhome. Agen properti Pinhome adalah agen yang terverifikasi, bukan mereka yang punya pekerjaan tetap dan jadi agen hanya sambilan. “Kami pastikan agen propertinya commited, full time, dan memang profesinya sebagai agen properti,” ungkap mantan konsultan di McKinsey itu.

Ada pula fitur estimasi harga properti (PinValue) yang diklaim Pinhome sebagai pionir di Indonesia. PinValue adalah fitur yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengecek estimasi nilai properti. Agar bisa memberikan rekomendasi harga yang akurat, PinValue menggunakan harga rata-rata sesuai dengan lokasi dan spesifikasi properti.

Dengan demikian, pemilik bisa menjual properti tanpa khawatir harganya terlalu rendah atau terlalu tinggi. Sementara, calon pembeli pun bisa mengetahui apakah harga properti incarannya sudah sesuai atau justru terlalu mahal.

Hingga saat ini, Pinhome telah memiliki lebih dari 28 ribu rekan agen properti, hampir 15 ribu rekan jasa, dan 40-an rekan perbankan. Dari sisi pengguna, aplikasi Pinhome telah 2 juta kali dinstal, dan akan terus bertambah. Sementara pengguna website-nya lebih dari 6,5 juta setiap bulan.

Bicara rencana bisnis, Dayu Dara ingin semakin banyak lagi orang yang menggunakan aplikasi Pinhome. Perusahaannya yang kini punya 200 karyawan akan terus berekspansi ke seluruh kota di Indonesia dengan cara membangun kesadaran tentang brand Pinhome. Pengembangan lainnya, membangun fitur-fitur yang AI-powered atau berbasis AI sehingga Pinhome menjadi aplikasi yang smart. (*)

Dede Suryadi dan Vina Anggita


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved