Capital Market & Investment

IHSG Berpeluang Naik Tipis

IHSG Berpeluang Naik Tipis
Foto : Vicky Rachman/SWA.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan senin berpotensi memantul kembali dalam kisaran terbatas. Head of Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG berpotensi rebound terbatas. “Kisaran pada level support di 7.000-7.030 dan level resistance di rentang 7.200-7.240 poin,” ujar Fanny pada risetnya di Jakarta, Senin (29/4/2024).

Fanny menjabarkan indeks utama AS ditutup lebih tinggi pada hari Jumat, didukung oleh reli saham-saham pertumbuhan megacap menyusul hasil kuartalan yang kuat dari perusahaan teknologi kelas berat Alphabet, perusahaan induk Google, dan Microsoft, serta data inflasi yang moderat. Indeks Dow Jones mencatat kenaikan 0,40%, S&P 500 juga naik 1,02%, menjadi 5.099,96, sedangkan Nasdaq Composite menguat 2,03% menjadi 15.927,90. Investor merespons positif dividen pertama dari Alphabet, program buyback senilai US$ 70 miliar, dan hasil kinerja kuartal I/2024 yang melampaui perkiraan.

Saham Alphabet melonjak 10%, mencapai rekor tertinggi, sehingga nilai pasar perusahaan ini melebihi US$ 2 triliun. Saham Microsoft juga naik 1,8% setelah pendapatan dan laba di tiga kuartala melebihi perkiraan Wall Street, didorong oleh keuntungan dari adopsi kecerdasan buatan (AI) di seluruh layanan cloud-nya. Saham-saham pertumbuhan mega-cap lainnya juga mengalami kenaikan: Amazon.com naik 3,4%, Nvidia naik 5,8%, dan Meta Platforms menambahkan 0,4%. Namun, saham Apple turun 0,3% dan Tesla turun 1,1%.

Bursa saham Asia beragam diterpa kabar kurang baik dari sejumlah data AS yang tidak sesuai ekspektasi. Bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,81% dan Topix menguat 0,86%, sebagian besar saham Jepang tidak bergerak karena investor tetap absen menjelang keputusan kebijakan bank sentral Jepang (Boj) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada tingkat mendekati nol. Investor juga bereaksi terhadap data yang menunjukkan tingkat inflasi inti Tokyo melambat ke level terendah dalam 2 tahun sebesar 1,6% pada bulan April sebagian besar disebabkan oleh distorsi sejak dimulainya subsidi pendidikan.

Bursa Hong Kong Hang Seng juga menguat 0,85%, kemudian Shanghai Composite Index melesat 1,17% dan KOSPI Korea Selatan menguat 1,05%. Sementara, bursa Australia terkoreksi, indeks ASX 200 turun signifikan 1,39 pada perdagangan pasca-libur pada hari Jumat, selain itu indeks Straits Times Singapura melemah 0,23%.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Senin (29/4/2024);

1. BBCA: buy on weakness.

Beli di Rp 9.575, cutloss jika break di bawah Rp 9.500.

Jika tidak break di bawah Rp 9.500, potensi naik ke Rp 9.775-9.900 pada jangka pendek (short term).

2. BBRI: speculative buy.

Beli di Rp 4.830, cutloss jika break di bawah Rp 4.800.

Jika tidak break di bawah Rp 4.800, potensi naik ke Rp 5.000-5.050 short term.

3. MDKA: speculative buy.

Beli di Rp 2.500, cutloss jika break di bawah Rp 2.470. Jika tidak break di bawah Rp 2.470, potensi naik ke Rp 2.560-2.620 short term.

4. ADRO: speculative buy.

Beli di Rp 2.600, cutloss jika break di bawah Rp 2.580.

Jika tidak break di bawah Rp 2.580, potensi naik ke Rp 2.630-2.670 short term.

5. PTBA: speculative buy.

Beli di Rp 2.880, cutloss jika break di bawah Rp 2.820.

Jika tidak break di bawah Rp 2.880, potensi naik ke 2.940-3.000 pada jangka pendek.

6. UNTR: Spec Buy

Beli di 24100, cutloss jika break di bawah 24000.

Jika tidak break di bawah 24000, potensi naik ke 24325-24450 short term.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved