Trends

Agus Salim, Mantan Tukang Ojek yang Menjembatani Pedagang Kecil Peroleh Kredit BRI

(kanan) Agus Salim dan Suharti, isterinya (kiri) mengelola 2 Agen BRILink di Jalan Nangka, Tapos, Depok, Jawa Barat. Agus pada 2023 merekomendasikan 25 orang menerima penyaluran kredit Kupedes dan KeCe dari BRI. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Agus Salim (52 tahun), pemilik Agen BRILink di Jalan Nangka, Sukamaju Baru di Tapos, Depok, Jawa Barat, berhasil merekomendasikan (referral) pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperoleh kredit ultra mikro dan mikro dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di sepanjang tahun 2023 . Kredit itu berupa Kupedes (Kredit Umum Pedesaan) dan KeCe (Kupedes Extra Cepat) yang disalurkan BRI kepada UMKM untuk pengembangan usaha.

Agus merincikan jumlah referral Kupedes di tahun lalu sebanyak 10 rekomendasi kepada 10 orang. “Jumlah referral pemohon KeCe sebanyak 15 orang di tahun lalu. Umumnya, mereka adalah pedagang keliling, ada yang berjualan siomay dan bakso,” ujar Agus saat dijumpai SWAonline di rumahnya sekaligus lokasi Agen BRILink-nya di Tapos, Depok, pada Rabu (24/4/2024).

Agus menjabarkan pemohon Kupedes itu diantaranya pedagang warung kelontong. Sedangkan, pedagang keliling, semisal pedagang siomay merupakan pihak yang mengajukan KeCe. “Untuk tahun ini, belum ada referral terbaru untuk Kupedes dan KeCe. Tetapi, ada yang referral untuk top up Kupedes sebanyak 3 orang di Maret tahun ini,” ungkap Agus.

Agus membuka Agen BRILink sejak tahun 2015. Kala itu, dia mendapat penawaran dari Kantor BRI Unit Cisalak, Depok, untuk membuka Agen BRILink. Agus menyanggupinya. BRI Unit Cisalak membantu Agus, seperti menyediakan spanduk dan materi promosi lainnya. Agus Salim Agen BRILink, demikian namanya. Setahap demi setahap, masyarakat meminati layanan jasa keuangan, seperti transfer uang dan tarik tunai. Setahun kemudian, jumlah pelanggan BRILink-nya Agus kian bertambah banyak.

Agus mengatakan lokasi Agen BRILink-nya cukup strategis karena berlokasi di jalur utama lalu lintas di Tapos serta dikeliling pabrik, dan kawasan padat penduduk. “Banyak pelanggan yang melintas di jalan ini ke tempat saya, biasanya mereka transfer uang dan tarik tunai. Tetangga saya juga sering menjadi pelanggan,” tutur Agus yang lahir di Pangandaran, Jawa Barat pada 1972.

Agus bersama isterinya, Suharti, menjalankan usaha ini untuk menambah penghasilan keluarga. Sebelumnya, Agus menjalankan usaha warung kelontong sejak 2005 dan penjualan pulsa telepon di 2017.

Agus pada 1996 merantau dari Pangandaran ke Depok. Kala itu, dia bekerja di salah satu pabrik kosmetik di Tapos. Lokasinya tak jauh dari rumahnya ini. Agus bekerja sambilan sebagai tukang ojek. Saat itu, dia mangkal di pangkalan ojek yang berada di ujung Jalan Nangka. Lokasinya ini berdekatan dengan Jalan Raya Bogor, Depok. Dia menekuni profesi pengojek sepeda motor sejak tahun 1997-2005.

Setelah itu, Agus membuka toko kelontong. Pada 2015, Agus menambah lini usaha lantaran menjadi Agen BRILink. Pada 2017, ia membuka usaha penjualan pulsa telepon seluler. Agus mengklaim sebagai salah satu pelopor Agen BRILink di kawasan Nangka, Tapos.

Kawasan ini mudah dijumpai ATM yang berlokasi di Alfamart dan Indomaret. Walau demikian, pelanggan Agus masih loyal mengakses berbagai layanan keuangan. “Jumlah transaksi sekitar 30-40 kali per hari. Mereka (pelanggan) seringnya mentransfer uang,” tutur Agus.

Ada pula pelanggan dari kalangan pensiunan yang menarik tunai gaji pensiunan setiap bulannya, konsumen yang membayar token listrik, membayar iuran BPJS, dan angsuran kendaraan bermotor. Agus rutin membuka layanan Agen BRILink pada pukul 06.30-22.00 WIB.

Agus mengutamakan prinsip keterbukaan dalam melayani konsumen, semisal menyertakan biaya resmi di layanan. Informasi ini ditempel di tembok agar konsumen mudah membacanya. Dia juga mengutamakan kejujuran, dan bersikap ramah. Ayah dari 2 anak ini menyebutkan sejumlah faktor masyarakat yang masih banyak mendatangi Agen BRILink-nya. Faktor tersebut diantaranya mudah, cepat, dan tidak mengantri. Agus mendapatkan fee dari setiap transaksi. Pendapatan ini dikumpulkan dan digunakan untuk membuka Agen BRILink bernama Warung Aidil. “Saya buka di tahun 2020,” ucapnya. Agen BRILink terbaru ini dikelola isterinya.

Agus dan isterinya belajar otodidak untuk menguasai teknik penggunaan EDC (Electronic Data Capture) dan informasi dari berbagai layanan keuangan di BRI. Layanan di kedua BRILink Agus dan isterinya itu dilengkapi mesin EDC sebanyak 3 unit.

Dia juga didampingi mantri BRI untuk menguasai produk keuangan BRI ini. Brosur atau informasi mengenai kredit BRI dipelajari Agus. “Saya mempelajari Kupedes dan KeCe dari brosur. Saya biasanya memberikan referall kredit kepada orang-orang yang latar belakangnya sudah diketahui,” ujar Agus.

Agus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat yang meminati Kupedes dan KeCe. Dia memverifikasi pemohon kredit ini. Caranya memverifikasi identitas pemohon dari KTP, informasi warga lokal dan ketua RT. Langkah ini untuk mencegah atau meminimalisir penyimpangan yang memicu kredit macet di masa mendatang. “Di tahun lalu, penerima Kupedes dan KeCe yang referral-nya dari saya adalah warga lokal dan perantau yang tinggal di Tapos,” ucap Agus menjabarkan. Kupedes, merujuk data BRI, berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 500 juta. Sedangkan, plafond nilai pinjaman KeCe hingga Rp 10 juta.

Pada kesempatan terpisah, Aris Budianto, mantri BRI Kantor Unit Perkapuran, Depok, menyampaikan salah satu cara menyampaikan informasi layanan kredit BRI adalah mengedukasi pelanggan Agen BRILink Agus Salim. “Masyarakat yang mendatangi Agen BRILink ini diinformasikan oleh Pak Agus untuk bisa mengajukan pinjaman secara langsung tanpa melalui kantor BRI,” ujar Aris. Informasi ini juga disebarkan via brosur dan media sosial, semisal story di WhatsApp.

Lebih lanjut, Aris menjabarka n⁠jenis refferal kredit yang disodorkan adalah kredit mitra ultra mikro lantaran nilai pinjaman maksimal Rp 5 juta dan jangka angsuran (tenor) selama 3 bulan dengan suku bunga yang sangat bersaing jika dibandingkan pinjaman online ilegal. ”Tujuan kredit mitra ultra mikro adalah untuk memberantas pinjol ilegal, kemudian Pak Agus juga bisa melakukan referral KUR , Kupra, dan Kupedes,” tutur Aris menjabarkan. Pada tahun ini, Aris menyampaikan ⁠program pengembangan referral Agen BRILink, antara lain pengembangan teknologi untuk pencairan kredit di Agen BRILink tanpa harus melalui kantor BRI.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengapresiasi BRI yang telah melakukan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Agen BRILink. Jokowi mengatakan BRI mengelola 740 ribu Agen BRILink dengan transaksi mencapai Rp 1.400 triliun di 2023. Jokowi mengatakan BRI menyalurkan kredit ke UMKM dan mengambil alih peran rentenir. "Ngurusi urusan yang kecil-kecil yang sebelumnya itu diurusi oleh rentenir-rentenir, diurusi bank titil di mana-mana, sekarang diambil alih oleh BRI. Ini yang juga harus kita apresiasi," kata Jokowi pada BRI Microfinance Outlook 2024 di Jakarta, Kamis (7/3/2024). Jokowi, dalam keterangan tertulisnya itu, menjabarkan pemerintah memberikan perhatian khusus kepada UMKM, antara lain menyalurkan pinjaman modal usaha kepada UMKM. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved