Trends

Tatang Sutardi Mendulang Cuan Melayani Jasa Keuangan, Omset Agen BRILink Ini Setara Gaji Menteri

Tatang Sutardi di kios Agen BRILink pada Selasa, 23 April 2024. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Tatang Sutardi, pemilik Agen BRILink di Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, memperoleh omset senilai Rp 20 juta per bulan. Tatang merincikan pendapatan ini diperoleh dari fee Agen BRILink senilai Rp 15 juta. Sisanya, bersumber dari penjualan aneka makanan dan minuman dari warung kelontong sebesar Rp 5 juta.

Ketika dikonfirmasi SWAonline mengenai pendapatannya itu setara dengan gaji menteri, Tatang melempar senyum dan menginformasikan bahwa dirinya mengetahui hal ini. “Alhamdulilah, rata-rata penghasilan dari fee dari untuk seluruh transaksi BRILink sekitar Rp 15-an juta, pendapatan menjual makanan, minuman, kopi, dan lainnya sekitar Rp 5 juta per bulan. Ya..,lumayan lah pendapatan di tahun ini seperti gajinya Menteri,” ucap Tatang saat disambangi SWAonline di kios Agen BRILink-nya pada Selasa (23/4/2024). Pada 2019-2020, Tatang menyampaikan fee yang diperoleh dari BRI pernah mencapai Rp 20 juta/bulan

Berbicara pendapatan Agen BRILink yang setara dengan gaji menteri itu pernah disampaikan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Menteri BUMN sekaligus Ketua PSSI ini mengungkapkan pendapatan AgenBRILink di kelas tertentu itu bisa mengalahkan menteri. “Agen BRILink, itu yang kelasnya sudah juragan, itu income bersihnya Rp 20 juta, gaji menteri Rp 19 juta," ujar Erick dalam siaran pers yang dikutip dari website BRI pada Senin, 29 April 2024.

Gaji menteri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2000. Peraturan tersebut mengatur gaji pokok lembaga tinggi negara. Gaji pokok menteri setiap bidang sebesar Rp 5.040.000/bulan. Sedangkan tunjangan jabatan untuk menteri Rp 13.608.000/bulan. Jika ditotal dalam sebulan gaji dan tunjangan jabatan menteri sebesar Rp 18.648.000.

Adapun, pendapatan Agen BRILink itu didapatkan dari margin pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang mengakses layanan atau jasa transaksi keuangan. Pelanggan banyak yang berduyun-duyun mendatangi kiosnya Tatang. Kios Agen BRILink dan warung kelontong Tatang itu sangat strategis karena merupakan jalur lalu lalang kendaraan bermotor, berdekatan dengan Pasar Musi Baru, dikelilingi perumahan, kawasan padat penduduk, kawasan pedagang berjualan kuliner, dan berhadapan langsung dengan kantor BRI Unit Depok Timur.

Tatang bersama isterinya, Yuli, mengelola usaha ini. Warung kelontong adalah unit usaha yang pertama. Mereka berjualan kopi, aneka makanan dan minuman. Mayoritas pembelinya adalah nasabah BRI yang lokasinya persis di depan warung kelontongnya ini. Kemudian, pasangan suami-isteri ini membuka Agen BRILink di kios kelontongnya itu sejak tahun 2018.

Tatang menyiapkan saldo yang nilainya cukup besar. Maklum, para pelangganya banyak yang meminta layanan transfer uang dan tarik tunai. “Pelanggan saya yang paling banyak adalah pedagang di pasar dan pensiunan yang setiap bulan tarik tunai untuk mengambil gaji pensiunannya tiap awal bulan. Saya menyiapkan uang tunai minimal disiapkan Rp 50 juta per hari agar para pensiunan bisa menarik tunai gaji pensiunnya,” tutur Tatang.

Dia menyampaikan rata-rata fee yang diperolehnya dari BRI senilai Rp 1.500 per transaksi. Biasanya, para pensiunan membanjiri kios Agen BRILink-nya Tatang pada tanggal 1-3 per bulannya. “Pensiunan yang tarik tunai gajinya di tanggal 1 itu ada 100 orang, tanggal 2 ada 50 orang dan tanggal 3 sebanyak 30 orang,” ungkap Tatang.

Tatang mengoperasikan Mesin EDC (Electronic Data Capture) sebanyak 4 unit dan QRIS (Quick Response Code Standard Indonesia) untuk memudahkan layanan jasa keuangan yang cepat, nyaman, dan aman. Tatang menyebutkan jumlah transaski 200-300 kali/hari di Agen BRILink-nya ini. Tatang mengusulkan ada penambahan perusahaan leasing untuk pembayaran angsuran kendaraan bermotor dan fitur-fitur lainnya pada masa mendatang agar semakin memanjakan serta memudahkan layanan kepada pelanggan.

Tatang memberikan tips untuk pelayanan konsumen dan mempromosikan Agen BRILink-nya. Caranya yakni rajin mengunggah pelayanannya di WhatsApp, bersikap ramah, rutin menyampaikan produk dan layanan keuangan (semisal Kupedes dan Kredit Extra Cepat) kepada pelanggan, bersikap jujur, dan bertanggungjawab.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menyampaikan Agen BRILink berperan mendorong inklusi keuangan di Indonesia. “Alhamdulillah, kita sekarang telah memiliki 796 ribu agen di seluruh Indonesia, di 75.000 desa. Jadi, jumlah agen lebih banyak daripada jumlah desa," tutur Sunarso pada siaran pers di Jakarta pada Rabu, 10 April 2024. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved