Technology

APJATEL Perluas Jaringan Telekomunikasi di Indonesia

APJATEL sebagai organisasi penyelenggara jaringan telekomunikasi di Indonesia, terus berupaya turut mewujudkan pemerataan akses internet melalui program-program yang sudah dicanangkan.

Hal ini sesuai dengan visi APJATEL untuk berperan aktif membantu kelancaran proses pembangunan jaringan telekomunikasi dan informatika di seluruh wilayah Indonesia khususnya terkait dengan proses koordinasi antar instansi pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah.

Selain itu, APJATEL juga terus mendukung program-program pemerintah seperti digitalisasi UMKM Indonesia. Berdasarkan data hingga Oktober 2022, UMKM yang sudah terdigitalisasi sebanyak 20,5 juta. Sementara, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menargetkan 30 juta UMKM go digital pada 2024.

“APJATEL mendukung upaya itu dengan menyediakan services dan layanannya dari sisi digital dan jaringan telekomunikasi yang tujuannya menggerakan ekonomi kreatif di Indonesia,” jelas dia.

Saat ini, sudah ada 100 perusahaan yang telah bergabung dengan APJATEL. 100 perusahaan ini telah memegang Izin Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi sesuai Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika, baik yang beroperasi berbasis teknologi satelit, radio, maupun jaringan kabel.

Di samping itu, APJATEL sedang menyiapkan kebijakan relokasi kabel telekomunikasi untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan raya. Proses relokasi akan melibatkan koordinasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kelancaran implementasi.

Diharapkan bahwa dengan adanya kebijakan ini, akan terjadi peningkatan signifikan dalam keselamatan pengguna jalan raya serta pengurangan gangguan lalu lintas yang disebabkan oleh kabel-kabel telekomunikasi. Selain itu, hal ini juga akan memberikan kontribusi positif terhadap perencanaan perkotaan yang lebih baik dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan.

Ketua Umum APJATEL, Jerry Mangasas Swandy mengatakan bahwa pihaknya sedang mengembangkan desain standar tiang bersama untuk mengurangi jumlah tiang dan mengatur tata kabel telekomunikasi agar lebih rapi dan aman. "Kami sedang upayakan desain tiang bersama untuk wilayah-wilayah yang tidak memungkinkan bagi kabel bawah tanah. Ini sebagai bentuk dari asosiasi menjawab bagaimana reaksi untuk memberikan solusi terbaik," katanya.

Ia mengemukakan bahwa kabel telekomunikasi memang dapat ditempatkan di bawah tanah menggunakan sistem Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Tiang bersama bisa menjadi alternatif solusi penataan kabel telekomunikasi yang aman dan efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan ketika ruang yang tersedia terbatas.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved