Capital Market & Investment

Crypto Investors Outlook 2024 Soroti Tren dan Peluang Investasi

Crypto Investors Outlook 2024 Soroti Tren dan Peluang Investasi

Crypto Investors Outlook (CIO) kembali hadir setelah diselenggarakan tahun 2023. Di edisi keduanya ini CIO mengangkat tema AI - The Future of Crypto Analysis yang didukung oleh CoinMarketScore di Jakarta. CoinMarket Score adalah platform analisis dan scoring aset kripto dengan Artificial Intelligence (AI). Di acara ini platform tersebut juga memperkenalkan produk untuk digunakan masyarakat Indonesia.

Dalam pembukaan CIO 2024 itu, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Senjaya menyinggung tentang adopsi aset kripto dan Web3 di Indonesia. Tirta kembali menyebutkan bahwa transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp859,4 triliun tahun 2021. Di 2024 ini, dia yakin bahwa volume transaksi kripto di Indonesia dapat menembus nilai tersebut, didukung dengan minat terhadap aset kripto yang meningkat sepanjang tahun 2024.

Tirta juga memberikan kabar terbaru mengenai ekosistem kripto di Indonesia yang berkembang signifikan. Termasuk, adanya 35 exchange kripto yang terdaftar di Bappebti dengan empat di antaranya secara resmi telah menjadi anggota bursa kripto di Indonesia.

Usai acara pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi bincang-bincang membahas mengenai potensi dan peluang pasar kripto di tahun 2024 bersama M. Yusuf Musa, Head of Strategy Nanovest beserta kreator konten & edukator Web3 Brenda dan Andreas Tobing.

Per 20 April 2024 Bitcoin telah resmi melakukan halving keempat, peristiwa di mana imbalan Bitcoin kepada penambang berkurang setengahnya dari 6,25 menjadi 3,125. Berbeda dari tahun 2020 saat halving ketiga terjadi, di halving keempat ini, Bitcoin telah diadopsi oleh institusi besar.

Menurut Brenda, harga Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh institusi besar. Sejak Bitcoin mencetak harga tertinggi di atas US$70.000 dan koreksi hingga saat ini, kita melihat outflow BTC yang besar dari ETF Grayscale. Ke depan, dia optimistis akan lebih banyak produk-produk baru dari institusi besar, yang akan mendukung adopsi Bitcoin.

Dalam diskusi ini narasumber juga menyoroti perbedaan siklus harga Bitcoin di tahun 2021 dan 2024. Pada siklus-siklus sebelumnya, yakni sebelum tahun 2021, pasar kripto belum menjadi perhatian besar bagi perusahaan-perusahaan besar. Tokoh seperti Michael Saylor, CEO MicroStrategy yang saat ini memegang sekitar 1% dari pasokan beredar Bitcoin, bahkan baru mulai mengakuisisi BTC tahun 2022. ETF Bitcoin spot, dengan 10 perusahaan penerbit di AS termasuk BlackRock, baru mulai debut di awal tahun 2024.

Pergerakan harga khususnya Bitcoin, juga menunjukkan perbedaan. Di siklus sebelumnya, harga Bitcoin belum pernah menembus harga tertinggi baru sebelum Bitcoin halving. Namun kali ini, harga BTC justru mencetak all time high (ATH) atau harga tertinggi sepanjang masa di level US$73.000 sebelum halving.

“Biasanya, harga Bitcoin akan mengalami koreksi 40-50% sebelum halving, tapi kali ini bahkan harga Bitcoin sudah menembus ATH sebelumnya”, ungkap Andreas mengenai pergerakan harga Bitcoin di siklus kali ini.

Andreas juga menuturkan, potensi kenaikan harga Bitcoin terhitung dari saat halving ke harga puncak bull market akan berkurang dari sebelumnya. Hal ini disebabkan karena kapitalisasi pasar Bitcoin yang semakin besar dari siklus ke siklus, sehingga perlu dana yang semakin besar untuk menggerakkan harga. “Mungkin sesuatu yang sebelumnya belum ada, seperti layer-2 Bitcoin, Bitcoin DeFi, atau protokol yang dibangun di atas jaringan Bitcoin,” ungkapnya (30/04/2024).

Perlu diketahui, developer saat ini telah berusaha bereksperimen terhadap jaringan Bitcoin untuk menjadikan Bitcoin bukan hanya sekadar menjadi media transfer saja. Eksperimen seperti Ordinal di tahun 2023, dan perkembangan lanjutannya yakni Runes di tahun 2024 ini menunjukkan adanya potensi besar dalam perkembangan ekosistem Bitcoin.

“Yang sedang naik saat ini tokenisasi atau RWA (real world assets) tokenisasi bisa dipakai macam-macam, misal real estate dan tokenisasi bonds, saham, dan aset sekuritas”, kata Yusuf. RWA merupakan salah satu narasi yang kuat di Kuartal I/2024 dengan performa kumpulan aset kripto RWA adalah yang terbaik kedua, setelah sektor memecoin. Institusi besar seperti BlackRock, tahun ini akan mengeluarkan aset ter-tokenisasi setara dollar AS, yakni BUILD, akan menambah keyakinan dari narasi ini.

Di siklus ini, kita banyak melihat scaling solution untuk Ethereum. “Orang-orang cenderung malas menggunakan Ethereum karena mahal,” ungkap Brenda mengenai narasi layer-2. Layer-2 untuk Ethereum telah memperlihatkan trafik yang besar dan menjadi familiar bagi pengguna kripto.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved