Business Update

Langkah Cerdas Kresna di Elitery Jawab Kebutuhan SDM Cloud Engineer

Oleh Editor
Kresna Adiprawira, Direktur Utama Elitery

Industri cloud Tanah Air tengah berkembang pesat. Adanya pandemi Covid-19 empat tahun lalu mengakselerasi akan kebutuhan cloud, baik di perusahaan maupun di instansi pemerintahan. Namun, tantangan terbesar mengembangkan potensi industri cloud nasional adalah kesediaan sumber daya manusia (SDM) seperti cloud engineer yang terbatas.

Bahkan, Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) juga memasukkan ketersediaan SDM sebagai salah satu masalah dalam pemanfaatan cloud computing di Tanah Air. Wantiknas menilai Indonesia belum memiliki banyak pengalaman dalam pemanfaatan cloud, utamanya berkaitan dengan kapabilitas SDM untuk menyusun strategi pengembangan dan pemanfaatan cloud.

Hal yang sama dialami PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery. Direktur Utama Elitery Kresna Adiprawira menceritakan bahwa sepanjang tahun 2020 sampai dengan tahun 2021 (ketika pandemi), bisnis di Indonesia marak merambah ke ranah dunia digital. Kondisi ini pun terjadi di seluruh dunia, akibat dari pandemi yang seakan mendorong para perusahaan untuk masuk ke dunia digital.

“Makin banyak bisnis yang menciptakan serta mengimplementasikan strategi digital, maka semakin perlu sebuah solusi cloud untuk mendukungnya. Tantangannya adalah, saat permintaan cloud service makin meningkat, tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah tenaga ahli (cloud engineers) yang siap dan mumpuni,” ujar Kresna dalam wawancara bersama SWA, Jumat pekan lalu.

Akibatnya, lanjut Kresna, SDM yang tersedia menjadi rebutan banyak perusahaan teknologi. Untuk menjawab tantangan itu, perusahaan akhirnya membuat anak usaha Elite Technology Academy (ETA) pada tahun 2022. ETA ini fokus untuk melatih, menaungi, dan menyediakan tenaga ahli di bidang cloud.

Awal mulanya, ETA dikhususkan untuk menyediakan kebutuhan cloud engineer bagi internal (talent pool). Namun seiring berjalannya waktu, perusahaan mendapatkan peluang untuk menyiapkan talenta-talenta baru yang mumpuni di bidang teknologi cloud.

“Kami mendapat opportunity baru, yang tidak terduga, dari kerja sama dengan USAID dan AWS, untuk membuat program TALENTA. Program ini menyasar 60 ribu mahasiswa dan mahasiswi di seluruh Tanah Air untuk mendukung percepatan Indonesia ke arah ekonomi digital,” ungkap Kresna.

Selain melalui ETA, perusahaan juga mendorong Eliters (sebutan bagi karyawan Elitery) untuk meningkatkan kompetensinya, baik melalui jenjang pendidikan yang formal, non formal maupun vokasi. Jika sudah bekerja dalam jangka waktu tertentu, Eliters dapat mengajukan reimburse biaya pendidikan atau training ke perusahaan.

Kresna menegaskan, dalam merekrut karyawan Elitery mengutamakan kompetensi. Jenjang pendidikan bukan faktor utama, ini dibuktikan dengan latar belakang Eliters yang ada dari lulusan SMK juga belum lulus kuliah.

“Jika kami lihat attitude-nya baik, kami akan mendukung karyawan untuk ke jenjang pendidikan yang lebih baik. Salah satu DNA kami itu continuously improving. Jadi kami sangat mendukung para Eliters ini untuk meningkatkan kompetensinya, apakah pendidikan formal maupun pendidikan yang vokasi. Saya pribadi sangat bangga dengan adanya program ini,” ucap Kresna.

Beberapa jajaran Direksi Elitery merupakan hasil proses afirmasi dari internal perusahaan, seperti Direktur Sales Indra Dwiputra dan Direktur Operation Ery Setyo Wibowo. Keduanya tumbuh bersama-sama Elitery sejak dari level manajer dan staf.

Jumlah SDM Elitery terus bertambah, hingga saat ini mencapai 100 karyawan. Jumlah ini tumbuh dua kali lipat jika dibandingkan dengan tiga tahun lalu yang masih 39 orang. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah seiring dengan bisnis yang semakin berkembang pesat.

Dalam memimpin perusahaan, Kresna mengutamakan kepemimpinan yang kolaboratif. Dirinya tidak ingin menjadi ‘one man show’. Kresna membuat sebuah tim ‘Ring 1’ yang akan mengkomunikasikan pemikiran dan ide-ide dari level ‘Ring 1’ untuk dilanjutkan ke level bawahnya atau di skala yang lebih kecil.

“Saya sebagai CEO lebih fokus memposisikan diri sebagai mitra atau problem solver untuk membantu tim. Setiap minggu kami ada meeting, lalu saya menawarkan hal yang bisa dibantu. Jadi saya memposisikan diri sebagai resource untuk membantu apapun masalah yang mereka sedang hadapi,” ungkapnya.

Bagi Kresna, kolaborasi tim menjadi hal yang krusial karena para pimpinan akan mendapat pandangan yang beragam dari banyak sisi. Selain itu juga akan menumbuhkan kepercayaan di level tim.

Di bawah kepemimpinannya, Elitery berhasil mencapai berbagai penghargaan, di awal tahun 2024 saja Kresna berhasil mendapatkan Penghargaan Indonesia Best CEO SWA 2023 Kategori 'Best CEO With Special Recognition'. Sementara pada tahun 2023, Elitery berhasil menjadi perusahaan publik, dan membuka anak usaha di Malaysia. Di tahun yang sama, Elitery juga meresmikan Program TALENTA dengan USAID dan AWS, program yang bekerjasama dengan berbagai universitas untuk mengembangkan Tenaga Kerja Teknologi Cloud Computing di Indonesia dengan meningkatkan keterampilan digital para mahasiswa, dosen dan universitas. Program ini juga merangkul para startup dan usaha kecil dan menengah (UMKM) dalam menjalankan bisnis mereka. Elitery juga bekerjasama dengan CrowdStrike, penyedia solusi Perlindungan endpoint cloud-delivered, dan mendapatkan penghargaan CrowdStrike EOY CRWD Connect sebagai “Top Cloud Security Sales Champion 2023”. Ditambah, Elitery juga mendapatkan Penghargaan Outstanding Proposal Award dari Supplier Innovation Program Asia 2023 yang diadakan oleh Schlumberger Limited (SLB). Kresna juga menjadi salah satu dari 11 Finalis di EY Entrepreneur of The Year 2023 (EOY) Indonesia Awards.

Masih pada tahun 2023, Elitery mendapatkan Penghargaan New Expertise dari Google Cloud meliputi keahlian global public sector - government dari Google Cloud, dan juga mendapat penghargaan Google For Education Partner Forum 2023 - Asia Pacific di Singapura, serta penghargaan Public Sector of the Year - Asia Pacific 2023 dari Google Cloud.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved