Business Update

Gemilang Kontemplasi Mahakarya “Caping Kalo” Persembahan Nojorono Kudus

Oleh Editor
Gemilang Kontemplasi Mahakarya “Caping Kalo” Persembahan Nojorono Kudus

Kudus, 2 Mei 2024 — Konsistensi Nojorono Kudus dalam upaya melestarikan Caping Kalo sebagai identitas budaya khas Kudus, berlanjut dengan kehadiran perhelatan Kontemplasi Mahakarya Caping Kalo yang diadakan pada tanggal 26 - 27 April 2024 lalu. Perhelatan yang diadakan langsung di Pendopo Kabupaten Kudus, turut menggandeng maestro bertalenta tanah air seperti Didik Nini Thowok, JB. Iwan Sulistyo, Ari Sutedja, serta mengajak Christophoros Stamboglis sebagai salah satu maestro asal Yunani untuk tampil dalam rangkaian perhelatan yang diadakan selama dua hari tersebut.

Ary Sutedja, sang maestro musik klasik mengungkapkan rasa terima kasihnya atas itikad Nojorono Kudus dalam upaya keberlangsungan pelestarian budaya yang dituangkan melalui perhelatan Kontemplasi Mahakarya Caping Kalo, “Terima kasih Nojorono atas upaya dan ikhtiarnya untuk melangsungkan kegiatan yang bisa memperkenalkan kembali budaya Kota Kudus pada masyarakatnya. Kami berharap generasi muda bisa terus berinovasi menjadi insan yang terus belajar, tumbuh, dan berkembang dan terus berkontribusi kepada bangsa melalui pelestarian kebudayaan,”

Caping Kalo merupakan salah satu warisan budaya khas Kudus, yang memerlukan komitmen penuh dalam upaya pelestariannya. Tumbuh dan berkembang di kota kretek, Nojorono Kudus sebagai salah satu perusahaan pionir dalam industri sigaret turut mengambil peran dalam pelestarian warisan budaya Caping Kalo melalui sebuah karya tari yang dinamakan Tari Cahya Nojorono. Itikad pelestarian ini, turut didukung penuh oleh PemKab dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus.

Perhelatan Kontemplasi Mahakarya “Caping Kalo” turut dimeriahkan oleh pameran lukisan dan gelaran workshop bersama pelukis JB. Iwan Sulistyo yang mengundang 25 peserta melukis, dua peserta terpilih diberi kesempatan melukiskan karyanya di atas caping kalo sebagai media lukisnya. Selanjutnya, rangkaian kegiatan dalam perhelatan tersebut menampilkan pertunjukan dari pianis Ary Sutedja bersama penyanyi seriosa Christophoros Stamboglis. Sebagai pencetus koreografi Tari Cahya Nojorono, pertunjukan Tari Dwimuka Jepindo, disuguhkan langsung oleh sang maestro yakni Didik Nini Thowok. Puncak acara, sebagai sajian utama dari rangkaian perhelatan Kontemplasi Mahakarya “Caping Kalo”, Tari Cahya Nojorono secara perdana diperkenalkan dan disaksikan langsung oleh seluruh masyarakat Kudus.

“Tari Cahya Nojorono merupakan karya tari yang memadukan nilai budaya Kudus dan juga nilai budaya Nojorono Kudus yakni Cipta, Rasa, Karya, Cahaya dan prinsip bekerja Bersatu, Berdoa, Berkarya. Melalui koreografi tarian ini, kami berharap untuk memberikan pemahaman tentang filosofi serta nilai dari budaya itu sendiri. Dengan begitu, generasi muda juga akan terpapar dan ikut berpartisipasi dalam pelestarian ini.” tutup Arief Goenadibrata selaku Direktur PT Nojorono Tobacco International.

PT NOJORONO TOBACCO INTERNATIONAL

Merupakan salah satu perusahaan pelopor rokok kretek di Indonesia. Didirikan oleh Bapak Ko Djee Siong dan Bapak Tan Djing Thay, berawal dari ide mertuanya Tjoa Kang Hay. Perusahaan dikukuhkan pada 14 Oktober 1932 dan berpusat di Kota Kudus, Jawa Tengah. Saat ini, PT Nojorono Tobacco International termasuk dalam kategori industri sigaret lima besar di Indonesia.

PT Nojorono Tobacco International dikenal sebagai pemilik merek dagang Minak Djinggo yang diluncurkan tahun 1932. Minak Djinggo merupakan pelopor inovasi sigaret kretek tangan (SKT). Minak Djinggo bertahan di industri SKT hingga saat ini, cukup dikenal di kalangan petani dan nelayan. Terobosan berikut dari perusahaan adalah diluncurkannya Clas Mild, produk LTLN (Low Tar Low Nicotine) di tahun 2003. Dalam kurun waktu dua setengah tahun, Clas Mild mengukuhkan diri sebagai produk kretek filter rendah tar dan nikotin (Low Tar Low Nicotine – LTLN) yang disukai konsumen hingga berhasil menjadi produk kretek filter terbaik di Indonesia.

“Kita BERSATU untuk BERDOA dan BERKARYA”

Berkiprah selama hampir sembilan dekade, PT Nojorono Tobacco International memiliki warisan prinsip leluhur “BersaĒu, Berdoa dan Berfiarya” yang ditanamkan oleh pendiri dan diterapkan turun temurun oleh seluruh elemen perusahaan. BersaĒu diartikan sebagai kebersamaan yang merupakan satu tekad dan keyakinan sebagai tumpuan dan dasar yang kokoh untuk melandasi kekuatan perusahaan. Berdoa untuk menghadirkan kekuatan yang besar dari sang pencipta untuk senantiasa mendampingi, melindungi dan meridhoi setiap langkah yang ditempuh Nojorono. Berfiarya melalui semangat berkarya yang tercipta dari kesungguhan hati akan terwujud hasil yang baik, bernilai dan berdaya guna bagi seluruh elemen di dalam Nojorono.

Berbekal warisan prinsip leluhur, Nojorono membekali core values bagi seluruh jajaran pemangku kepentingan dalam bekerja. Terdapat lima nilai utama F.A.I.T.H yang kesemuanya diadaptasi dari karakter Krishna muda. FraĒerniĒy, semangat kekeluargaan dalam menjaga keharmonisan dalam persaudaraan untuk saling bersinergi. AccounĒabiliĒy, bertanggung jawab melayani sepenuh hati dan integritas. InnovaĒion, mendorong adanya inovasi dan kreativitas dengan semangat peningkatan dan penyertaan tiada henti. TrusĒworĒhy, dipercaya, saling hormat, sopan dan mempunyai motivasi yang tinggi. High Performance, terus mengejar kinerja yang tinggi demi terciptanya pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved