Capital Market & Investment

Rahasia Bisnis SCG Bisa Raup Pendapatan Rp54,3 Triliun

Perusahaan asal Thailand SCG melaporkan hasil operasional untuk QI 2024 yang menunjukkan peningkatan dari kuartal sebelumnya. Pendapatan dari penjualan sebesar Rp54,3 triliun (US$3,5 miliar), meningkat 3% QoQ, dan EBITDA Rp5,5 triliun (US$354 juta), naik 16%, dengan laba bersih sebesar Rp1 triliun (US$68 juta), meningkat Rp1,5 triliun (US$100 juta).

Presiden & CEO SCG Thammasak Sethaudom mengatakan pencapaian tersebut didorong oleh inovasi hijau, manajemen biaya yang efektif, pemulihan pariwisata, dan tanda-tanda pemulihan ekonomi Thailand. Pihaknya mengaku siap menghadapi potensi penurunan ekonomi global yang ditimbulkan oleh ketegangan di Timur Tengah dengan menyesuaikan rencana bisnis, mengelola rantai pasokan dengan efektif, dan melanjutkan strategi ‘pertumbuhan hijau yang inklusif’.

“Strategi hijau ini termasuk meningkatkan porsi energi bersih untuk membantu menekan biaya, mempercepat inovasi hijau sebagai jawaban atas megatren global, dan memperluas bisnis ke pasar-pasar berpotensi tinggi. Pengembangan produk-produk hijau inovatif (SCG Green Choice) yang berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, di antaranya semen rendah karbon, polimer hijau, dan kemasan berkelanjutan,” ujarnya, dikutip Kamis (02/05/2024).

Penjualan produk-produk SCG Green Choice mencapai Rp28,6 triliun (US$1,8 miliar), menyumbang 53% dari total penjualan, meningkat Rp484,3 juta (US$31,2 juta), berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 sebesar 230.000 ton. Pada saat yang sama, pengurangan biaya yang signifikan telah dicapai dengan meningkatkan bagian penggunaan bahan bakar alternatif menjadi 47%.

Sejalan dengan strategi pertumbuhan hijau yang inklusif perusahaan mengembangkan inovasi hijau untuk memenuhi permintaan tinggi di pasar global. Baru-baru ini perusahaan meluncurkan semen rendah karbon generasi ke-2 yang diproyeksi akan menekan emisi karbon sebesar 15-20%. Selain itu, sedang mempersiapkan perluasan investasi ke pasar berpotensi tinggi, seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika. Proyek Long Son Petrochemicals (LSP) di Vietnam pun tengah dalam persiapan untuk memproduksi resin dengan kapasitas penuh pada kuartal ketiga.

Unit bisnis SCG Packaging telah menggelontorkan US$3 juta dalam kolaborasi dengan Origin Materials, perusahaan teknologi Amerika Serikat, untuk mengembangkan bioplastic berbahan dasar serpihan kayu eukaliptus. SCGP akan mempelajari tren bisnis hijau dan membangun kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi permintaan packaging ramah lingkungan.

Sementara itu, SCG Cement and Green Solutions terus mendiversifikasi inovasi semen untuk berbagai aplikasi. Adopsi semen rendah karbon baru-baru ini meningkat menjadi 85%, dengan pengenalan Low Carbon Cement (Generation 2) yang dijadwalkan pada 5 Mei. Inovasi ini dapat mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 15-20% dibandingkan dengan standar internasional.

“Di Indonesia, operasi bahan bakar dan baku alternatif di pabrik semen di Sukabumi, PT Semen Jawa, telah memasuki fase kedua yang memungkinkan penggunaan bahan bakar alternatif mencapai 5.000 ton per bulan atau sekitar 19,6% dari total bahan bakar, serta 8.000 ton per bulan penggunaan bahan baku alternatif atau setara dengan 3% total bahan baku,” ucapnya.

SCG Distribution & Retail terus agresif memasuki pasar-pasar baru dengan pertumbuhan tinggi, seperti wilayah SAMEA, yang memiliki rata-rata GDP lebih dari 70% dan menyumbang lebih dari 40% dari populasi dunia. Di pasar ASEAN, SCG memproduksi produk semen kemasan yang ditargetkan untuk segmen ekonomi pertumbuhan tinggi, seperti Bezt di Indonesia, 5-Star Cement di Kamboja, dan Adamax di Vietnam.

“SCG Chemicals masih memaksimalkan penjualan produk SCGC Green Polymer yang pada kuartal sebelumnya mencapai 38.000 ton dan 218.000 ton selama tahun 2023, sejalan dengan target 1 juta ton per tahun 2030. Perusahaan pun telah berkolaborasi dengan mitra HomePro untuk memperkenalkan 'Closed-Loop Circular Appliances', yakni proses daur ulang pertama dalam jenisnya mengubah peralatan listrik bekas menjadi polimer hijau yang akan menjadi bahan baku produk baru,” ungkapnya.

SCG Cleanergy, bisnis energi bersih dari hulu ke hilir, terus berkembang sejalan dengan tren keberlanjutan global. Saat ini, kapasitas produksi telah meningkat 13% dari akhir tahun 2023, mencapai 511 megawatt, melalui kerja sama dengan sektor publik dan swasta dalam proyek perdagangan listrik baru di Thailand. Tahun ini, perusahaan menargetkan peningkatan 200 megawatt di perdagangan listrik dengan sektor swasta.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved