Book Review

Bahagia sebagai Awal Produktivitas

Judul Buku : Feel-Good Productivity: How to Do More of What Matters to You

Pengarang : Ali Abdaal

Penerbit : Celadon Books, New York

Cetakan : Pertama, Desember, 2023

Tebal : 304 halaman

Bagaimana cara meningkatkan produktivitas seseorang telah menjadi persoalan klasik yang dihadapi perusahaan atau organisasi di mana pun hingga kini. Berbagai perubahan dan kemajuan yang terjadi telah banyak memengaruhi cara organisasi dalam memandang dan meningkatkan produktivitas karyawan.

Perubahan yang banyak terjadi membuat upaya meningkatkan produktivitas bukan lagi perkara mudah. Pokok pikiran utama buku ini, kebahagiaan yang dirasakan merupakan awal mula dan sumber produktivitas seseorang.

Telah lama diketahui, orang secara umum dapat bekerja dengan lebih baik, cepat, dan produktif jika dalam menjalankan pekerjaan tersebut dibarengi perasaan senang dan bahagia. Masalahnya, mewujudkan kebahagiaan di masa kini tidaklah mudah. Sebab, saat ini kita hidup dalam dunia yang penuh tuntutan dan tekanan yang diakibatkan terjadinya berbagai perubahan dengan sangat cepat.

Kecepatan perubahan yang terjadi tidak sebanding dengan kecepatan dan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dengan segala perubahan itu. Setiap saat selalu diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Ini menuntut kita dapat selalu tekun dan bekerja keras tanpa mengenal waktu dalam meniti karier atau menyelesaikan berbagai tugas.

Namun, sering terjadi kerja keras yang dilakukan ternyata tidaklah membawa kebahagiaan. Kebahagiaan yang diharapkan sering sulit diwujudkan. Ini mendatangkan banyak rasa frustasi di kalangan pekerja saat ini.

Untuk itu, Ali Abdaal, seorang dokter yang kemudian beralih menjadi konsultan bisnis, melakukan berbagai kajian tentang masalah produktivitas ini. Suatu kajian yang berusaha memahami apa yang sebenarnya membuat seseorang mampu bekerja keras dan di waktu yang sama juga mendatangkan kebahagiaan bagi diri dan lingkungannya.

Dalam buku ini ditekankan bahwa untuk meningkatkan produktivitas, pendekatan yang dilakukan pertama kali ialah memfokuskan diri pada aspek kebahagiaan (well being) terlebih dahulu. Kemudian, menggunakan kebahagiaan yang dirasakan untuk mengarahkan fokus dan motivasi kerja. Intinya, ciptakan karyawan yang bahagia terlebih dahulu, baru kemudian bicara tentang produktivitas yang harus dicapainya.

Pendekatan dengan perspektif ini dirasa lebih cocok dengan karakter generasi Z saat ini. Mereka berupaya meraih kebahagiaan terlebih dahulu, baru kemudian berpikir tentang karier dan pekerjaan yang akan dilakukan. Gen Z cenderung mencari kebahagiaan dalam pekerjaan dengan memprioritaskan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional, serta nilai-nilai seperti makna dan dampak sosial dari pekerjaan mereka.

Ketika suasana hati kita positif, kita cenderung akan mempertimbangkan tindakan yang lebih luas, lebih terbuka terhadap pengalaman baru, dan mampu mengintegrasikan segala informasi yang kita terima dengan lebih baik. Dengan kata lain, perasaan bahagia akan meningkatkan kreativitas dan produktivitas kita.

Hal itu karena, pertama, perasaan bahagia akan meningkatkan energi yang kita miliki. Tentunya, sebagian besar dari kita pernah merasakan energi yang tidak hanya bersifat fisik atau biologis, energi yang tidak hanya berasal dari makanan yang mengandung gula atau karbohidrat saja, tapi dari gabungan motivasi, fokus, dan inspirasi yang kita miliki. Energi yang mampu membuat kita dapat bekerja tanpa mengenal rasa lelah. Apa sumber energi misterius ini? Jawaban singkatnya: merasa bahagia.

Secara biologis, emosi positif terikat dengan empat hormon –endorfin, serotonin, dopamin, dan oksitosin– yang sering disebut sebagai “hormon kebahagiaan”. Saat kita merasa bahagia, kita menghasilkan energi atau emosi positif yang dapat meningkatkan produktivitas kita. Produktivitas ini menimbulkan perasaan berprestasi, yang membuat kita merasa lebih bahagia lagi. Kebahagiaan yang diperoleh akan menimbulkan efek ganda bagi yang berhasil mewujudkannya.

Emosi positif yang dimiliki dapat membatalkan efek stres dan berbagai emosi negatif lainnya. Individu yang sering mengalami emosi positif tidak hanya akan lebih mudah bergaul, optimistis, dan kreatif. Mereka juga mencapai hasil dan prestasi yang lebih banyak. Orang-orang ini membawa energi yang menular ke lingkungan mereka, terbukti lebih menikmati hubungan yang memuaskan, mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi, serta benar-benar bersinar dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.

Apa yang dibahas dalam buku ini bukan sekadar menjelaskan sistem produktivitas yang akan membantu diri kita dalam menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Ini juga akan membantu kita dalam mengenali lebih lanjut tentang diri sendiri, apa yang kita sukai, dan apa yang benar-benar memotivasi kita semua dalam bekerja.

Metode ini terdiri dari tiga bagian, yang masing-masing membahas aspek produktivitas yang menyenangkan (feel good productivity). Bagian pertama menjelaskan cara menggunakan ilmu produktivitas yang menyenangkan untuk memberi energi positif bagi diri sendiri. Bagian ini membahas tiga “pemberi energi” yang mendasari emosi positif –permainan, kekuasaan, dan hubungan baik antarmanusia– serta menjelaskan cara mengintegrasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, bagian kedua membahas bagaimana produktivitas yang menyenangkan dapat membantu kita mengatasi masalah penundaan. Kita tidak produktif karena memiliki kecenderungan untuk menunda-nunda pekerjaan. Kita akan belajar tentang tiga penghalang yang membuat kita merasa suka melakukan penundaan –ketidakpastian, ketakutan, dan kelambanan– serta cara mengatasinya.

Ketika kita dapat menghilangkan hambatan-hambatan ini, kita tidak hanya akan mengatasi penundaan; kita juga akan merasa lebih bahagia.

Terakhir, bagian ketiga, mengeksplorasi bagaimana produktivitas yang menyenangkan dapat menopang kita dalam jangka panjang. Kita akan mempelajari tiga jenis kelelahan yang berbeda –kelelahan yang berlebihan, kelelahan yang menguras tenaga, dan kelelahan yang tidak selaras. Dijelaskan juga bagaimana memanfaatkan tiga “pemelihara” sederhana –melestarikan, mengisi ulang, dan menyelaraskan– untuk membuat kita merasa lebih baik dalam jangka panjang.

Penelitian pada manusia, meskipun tidak seburuk penelitian pada hewan, menunjukkan hasil serupa. Anak-anak lebih cenderung bermain ketika mereka berada di lingkungan yang nyaman dan tidak mengancam. Penelitian terhadap orang dewasa di tempat kerja menemukan bahwa perasaan rileks mendorong perilaku menyenangkan, serta meningkatkan kreativitas dan kesejahteraan.

Oleh karenanya, jangan melakukan suatu pekerjaan atau tugas dengan sikap serius yang berlebihan. Jika kita ingin mencapai lebih banyak tanpa merusak hidup kita, langkah pertama adalah mendekati pekerjaan yang dijalankan dengan penuh rasa senang dan semangat.

Ada tiga cara untuk dapat memasukkan semangat bermain ke dalam hidup. Pertama, dekati segala sesuatunya dengan rasa petualangan. Saat kita berhasil memasuki “kepribadian bermain” yang tepat, setiap hari akan dipenuhi dengan peluang untuk melihat kehidupan sebagai sebuah permainan, penuh dengan kejutan.

Kedua, temukan kesenangannya. Ada unsur kesenangan dalam setiap tugas, meski tidak selalu terlihat jelas. Coba tanyakan pada diri kita, pekerjaan seperti apa yang menyenangkan, dan kemudian lakukan aktivitas berdasarkan jawaban dari hal tersebut.

Ketiga, turunkan taruhannya. Karena jumlah yang dipertaruhkan kecil, kita cenderung lebih mudah menerima kegagalan yang terjadi. Kemudian, move on dan berani mencobanya kembali.

Sebagian besar dari kita pernah mengalami bahaya doomscrolling. Setelah seharian bekerja, duduk di tempat favorit kita di sofa, dengan telepon di tangan, siap untuk relaksasi beberapa menit. Namun, alih-alih dapat beristirahat dengan damai sesuai dengan yang direncanakan, kita malah terseret ke dalam pusaran negatif yang tak ada habisnya, terlarut dalam cerita, tweet, atau video yang menyedihkan.

Yang menjadi korban pertama: suasana hati kita. Kita pikir kita sedang istirahat, tapi rasanya tidak seperti itu sama sekali.

Di sini, tujuan kita ialah membuat keputusan sehari-hari yang selaras dengan perasaan terdalam kita. Hal ini tidak hanya membuat kita merasa nyaman. Ini salah satu pendorong paling kuat untuk produktivitas yang menyenangkan. Ketika seseorang membuat keputusan yang selaras dengan nilai-nilai pribadi dan kesadaran dirinya, mereka tidak hanya menjadi lebih bahagia, mereka lebih terlibat dengan tugas-tugas yang ada di hadapan mereka.

Produktivitas merupakan bidang yang terus berkembang, dan diri kita sebagai manusia juga terus berkembang. Masih banyak hal yang bisa ditemukan. Namun, saat kita menerapkan prinsip-prinsip ini dalam hidup kita sehari-hari, kita akan menemukan wawasan, strategi, dan teknik yang paling sesuai yang dapat meningkatkan produktivitas kita dalam berbuat baik, untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar kita.

Eko Widodo *) Peresensi adalah Staf Pengajar Program Studi Magister Administrasi Bisnis, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved