Automotive

Emiten Teddy Rachmat Padukan Layanan Digital dan Personal untuk Menjual Mobkas

Periset dan Analis Mirae Asset bersama Jany Candra, CEO Autopedia Lestari di Jakarta pada Senin, 6 Mei 2024. (Foto : Vicky Rachman/SWA)

Jany Candra masih mengingat masa kejayaan harian Pos Kota yang memajang iklan penjualan kendaraan bermotor. Kala itu, iklan di Pos Kota menjadi rujukan konsumen untuk membeli kendaraan bermotor, diantaranya mobil bekas (mobkas). Pada masa itu, iklan di harian tersebut menjadi acuan utama bagi konsumen yang ingin membeli kendaraan bermotor, termasuk mobil bekas (mobkas).

Menurut Jany, pada masa lalu, konsumen dengan antusias menantikan iklan-iklan penjualan mobil dan segera mendatangi lokasi penjualnya. “Dulu, para pedagang mobil bekas sejak subuh ngumpul di depan rumahnya si penjual. Semakin lama hal ini gak efisien, makanya kami menghadirkan layanan lelang mobil dan sepeda motor bekas di platform digital,” ujar Jany, Direktur Utama PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) saat menjawab pertanyaan swa.co.id pada Media Day: May by Mirae Asset Sekuritas di Jakarta, Senin (6/5/2024).

Dia mengklaim metode ASLC ini sangat efektif lantaran kendaraan bermotor dijual di platform digital dan gerai pajang (showroom). Menurut Jany, mobil yang dijual melalui platform digital lelang JBA dan Caroline, yang dimiliki oleh perusahaan tersebut, telah melalui proses inspeksi yang ketat untuk menjaga kualitasnya. Data mengenai spesifikasi dan hasil inspeksi kendaraan tersebut mudah diakses oleh calon konsumen melalui website atau aplikasi JBA dan Caroline. “Dokumen tidak palsu dan kami memberikan trust,” ujar Jany, yang juga salah satu pendiri ASLC.

Autopedia, lanjut Jany, menyodorkan layanan digital dan sentuhan personal di showroom Caroline. Perseroan membuka gerai Caroline di berbagai kota agar konsumen mudah membeli mobil. Berdasarkan data ASLC, porsi konsumen yang membeli mobil di platform digital sebesar 30% dan penjualan di gerai sebesar 70%. Ini menunjukkan kepercayaan antara ASLC dan konsumennya cukup kuat. “Kami memberikan trust, garansi, dokumen legal, memberikan sentuhan personal di showroom yang aman dan nyaman untuk transaksi pembelian mobil bekas,” ucap Jany.

Selanjutnya, Jany menjelaskan bahwa ASLC telah beroperasi sejak tahun 2014 dan membukukan penjualan mobil bekas mencapai 500 unit. Penjualan perusahaan terus berkembang hingga saat ini. Tahun 2023, laba bersih tahun berjalan ASLC tumbuh delapan kali lipat atau naik lebih dari 700% menjadi Rp26,74 miliar dari Rp3,28 miliar, dengan nilai transaksi (gross merchandise value/GMV) Rp6,5 triliun.

Perusahaan merupakan bagian dari PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), anak perusahaan Triputra Grup yang didirikan oleh Teddy Rachmat. “Kami menjaga reputasi karena menerapkan good corporate governance, dan menjaga trust sebagai penjual mobil bekas, model bisnis yang berkelanjutan,” ucap Jany menjabarkan. ASLC terintegrasi dengan ASSA di lini bisnis otomotif.

Saham ASLC dimiliki oleh ASSA sebesar 77,60%, publik 20,18%, Jany (CEO ASLC) 1,33%, dan Prodjo Sunarjanto, Komisaris ASLC sekaligus CEO ASSA, 0,89%. Teddy Rachmat, juga dikenal sebagai Theodore Permadi Rachmat, adalah salah satu orang terkaya di Indonesia. Menurut data dari Forbes The Real Time Billionaires List per 6 Mei 2024, kekayaan Teddy Rachmat mencapai US$3,2 miliar, naik sebesar 1,28% dari periode sebelumnya. Arif Rahmat, yang merupakan putra dari Teddy, menjabat sebagai Presiden Komisaris di ASLC. Arif juga memiliki posisi sebagai komisaris dan direksi di berbagai perusahaan Triputra Group. Autopedia memiliki target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit untuk tahun 2024.

ASLC pada kuartal I/2024 mengantongi laba bersih senilai Rp16,9 miliar, melonjak hingga 8 kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Emiten perdagangan kendaraan bekas ini didukung pendapatan naik 37,4% atau menjadi Rp183,3 miliar pada periode tersebut. “Adanya Hari Raya Lebaran menjadi salah satu pendorong kenaikan pendapatan pada kuartal pertama ini. Selain faktor Lebaran, naiknya harga mobil baru juga membuat sebagian masyarakat beralih membeli mobil bekas sehingga turut mendorong peningkatan permintaan mobil bekas,” kata Jany

Jumlah penjualan mobil dan sepeda motor via lelang JBA mencapai 28.712 unit, tumbuh 48% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Penjualan mobkas di segmen ritel melalui Caroline.id sebanyak 725 unit, meningkat 19%. Peningkatan penjualan ini didukung oleh tren peningkatan penjualan yang selalu terjadi menjelang Lebaran. Naiknya permintaan mobil bekas juga dipengaruhi oleh kenaikan harga mobil baru yang membuat sebagian masyarakat beralih membeli mobil bekas.

Adapun, laba bersih ASSA di Januari-Maret 2024 senilai Rp71 miliar atau tumbuh 37%. Pertumbuhan laba bersih yang signifikan tersebut dapat diraih berkat keberhasilan ASSA dalam mengintegrasikan tiga pilar bisnis, yaitu transportasi (sewa kendaraan, autopool dan pengemudi), logistik (ASSA logistics dan Anteraja), dan ekosistem kendaraan bekas (lelang via JBA dan dealer mobil bekas online to offline di platform digital dan gerai Caroline).

Manajemen ASSA menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp1,3-1,5 triliun untuk tahun ini. Rencananya, capex ini akan digunakan terutama untuk untuk pembaharuan armada kendaraan bermotor. Selanjutnya, ASLC pada 2024 menyiapkan capex Rp1- 3 miliar untuk biaya pembukaan gerai per cabang. “Kami di tahun ini menargetkan membuka 18 cabang diler mobil bekas,” ucap Jany.

Manajemen ASLC memperkokoh ekosistem bisnis lelang dan ritel mobkas dengan mengembangkan jaringan usaha gadai yang dijalankan anak usaha PT Autopedia Sukses Gadai (ASG). Perseroan berharap dapat memperluas layanan konsumen terhadap kebutuhan dana, khususnya kepada pelanggan JBA (bisnis lelang) dan meningkatkan transaksi segmen dealer to dealer (D2D). Pangsa pasar ASLC pada segmen mobkas wholesale sebesar 40%,

Pada kesempatan ini, Abyan Habib Yuntoharjo, Research Analyst Mirae Asset, menyampaikan industri mobil bekas masih terus tumbuh meskipun angka penjualan mobil baru sedang tertekan. Informasi tersebut, lanjutnya, tercermin dari angka pembiayaan otomotif yang terus tumbuh stabil di atas 10% meskipun angka penjualan kendaraan khususnya kendaraan untuk penumpang (passenger car) baru turun sejak akhir 2023 hingga awal tahun ini.

Dia berpendapat industri jual-beli mobil bekas relatif tak lekang zaman terutama karena secara alami seberapapun tingkat penjualan kendaraan mobil baru tentunya akan dijual juga oleh pemiliknya. “Ekosistem dari masing-masing pelaku industri mobil bekas juga dapat mendukung kinerjanya, sehingga semakin lengkap layanan dari satu perusahaan maka akan mendukung kinerja perusahaan tersebut,” ungkap Abyan.

Pembiayaan Otomotif

Sumber : Mirae Asset.

Proyeksi Industri Otomotif

Periset Mirae memprediksi industri otomotif bakal membaik di kuartal keempat tahun ini. Hal ini seiring dengan potensi perbaikan daya beli masyarakat dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. “Kami berharap ada pemulihan di akhir tahun seiring potensi turunnya suku bunga acuan,” ujar Christopher Rusli, Research Analyst Mirae Asset

Penjualan Mobil Pasca Pengumuman Pilpres

Sumber : Mirae Asset.

Dia menjelaskan bahwa saat ini daya beli masyarakat sedang tertekan karena kenaikan suku bunga yang menyedot uang beredar di masyarakat serta memicu kenaikan harga. Sebagai gambaran, tuturnya, turunnya daya beli tersebut tercermin dari angka penjualan mobil baru yang turun lebih dari 23% menjadi sekitar 215.000 unit kendaraan pada kuartal I/2024 dari periode yang sama tahun sebelumnya sekitar 282.000 unit.

Suku bunga The Fed di AS diasumsikan bakal turun pada September dan disusul penurunan suku bunga acuan BI rate sebanyak dua kali pada kuartal IV/2024. Jika nilai tukar rupiah stabil, Christopher menyampaikan daya beli masyarakat dan penjualan kendaraan akan membaik pada akhir tahun. Kendati demikian, Christopher memprediksi penjualan mobil baru di tahun ini sebanyak 900 ribu unit. Proyeksi ini lebih rendah dari target Gaikindo, yakni sebanyak 1,1 juta unit. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved