Trends

Rencana Bisnis Avrist Assurance di 2024

Simon Imanto, CEO PT Avrist Assurance di Jakarta pada Senin, 6 Mei 2024. (Foto : Avrist).

PT Avrist Assurance (Avrist) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp144,5 miliar pada tahun 2023, meningkat 18,3% dari Rp122,2 miliar di tahun sebelumnya. Simon Imanto, Presiden Direktur Avrist, mengatributkan kinerja positif ini kepada berbagai inisiatif, termasuk peningkatan nilai bisnis dan efisiensi operasional. Manajemen Avrist berkomitmen untuk melanjutkan tren positif ini di tahun berjalan dengan mengembangkan program bisnis yang memperkuat posisi Avrist dalam industri asuransi.

Caranya, lanjut Simon, mengakselerasi digitalisasi untuk memudahkan proses bisnis. Simon mengungkapkan teknologi membantu proses operasional perusahaan mulai dari rekrutmen agen, efisiensi proses bisnis, hingga kanal distribusi produk asuransi. “Teknologi membuat rekrutmen, pelaporan, dan kompensasi di lapangan menjadi lebih cepat dan terintegrasi,” ucap Simon di Jakarta, Senin, 6 Mei 2024.

Jos Chandra Irawan, Direktur Bisnis Avrist, menyebutkan perseroan melakukan optimalisasi digital dan gencar meluncurkan produk asuransi baru, seperti produk New Avrist Term 5, New Warisan 108 Syariah, Avrist Prestasi dan Asuransi Kumpulan Avrist Group (Health Care dan Avrist DPLK). “Pada Maret 2024, kami menjalin kerja sama dengan PT Fokus Solusi Proteksi (Cermati Protect) untuk memasarkan asuransi kesehatan digital, Avrist Health Starter. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat penetrasi asuransi ke masyarakat,” ungkap Jos.

Di 2023 lalu, Avrist telah mengembangkan Avrist Pintar (AVPIN) untuk menyederhanakan proses e-journey, serta validasi identitas dengan Optical Character Recognition (OCR) dan Digital Signature. Selain itu, perseroan memperbaiki aplikasi perhitungan komisi ADREAM. Ada juga aplikasi EAPPS untuk mengintegrasikan penjualan mulai dari pembuatan proposal hingga penerbitan polis. Aplikasi ini dilengkapi dengan digital signature serta penerbitan polis elektronik, serta aplikasi Avrist Solution untuk mengakses polis hingga pengajuan klaim.

Simon mengatakan Avrist pada tahun ini fokus pada customer oriented serta mempererat kerja sama dengan mitra bisnis dan distribusi, antara lain bermitra dengan pengelola rumah sakit. “Awal tahun ini, kami dipilih oleh RS BUMN untuk masuk di 37 rumah sakit di Indonesia. Tentunya, kami akan menindaklanjuti kerjasama dengan Menteri Kesehatan dari segi layanan dan biaya,” ujar Simon.

Pada kesempatan ini, Ian Ferdinan Natapradja, Direktur Keuangan Avrist, menyampaikan beban operasional pada 2023 turun 3,5% dibandingkan tahun sebelumnya. “Ini mendorong laba perusahaan,” ujar Ian. Beban operasional di tahun lalu menjadi Rp233 miliar turun dari Rp241 miliar pada tahun sebelumnya. Menurut dia, efisiensi tersebut menyokong perseroan untuk meningkatkan rasio solvabilitas (risk based capital/RBC) sebesar 612,7%, lebih tinggi dari standar minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.

Avrist fokus pada produk tradisional dan memenuhi produk yang dibutuhkan masyarakat. Avrist pada 2023 memiliki 34 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM), 1.907 agen, 22 Mitra Bank, 720 mitra perusahaan, 26.500 peserta asuransi. Adapun, ekuitas Avrist di 2023 senilai Rp2 triliun sehingga melampaui melewati syarat minimal seperti yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved