Marketing

Bank Mega Syariah Optimis Pembiayaan KPR Tumbuh di 2024

Bank Mega Syariah Optimis Pembiayaan KPR Tumbuh di 2024
Foto : Bank Mega Syariah.

PT Bank Mega Syariah optimistis permintaan nasabah terhadap KPR (kredit pemilikan rumah) atau pembiayaan pemilikan rumah (PPR) pada 2024 tumbuh sebesar 50% , meskipun adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 6,25%. Kenaikan suku bunga berpotensi mengerek tingkat suku bunga pinjaman, termasuk kredit yang menerapkan suku bunga floating seperti KPR. Peningkatan suku bunga ini diperkirakan berdampak pada permintaan KPR.

Bank Mega Syariah menawarkan produk pembiayaan rumah dengan angsuran tetap yang tidak terpengaruh fluktuasi suku bunga BI. Raksa Jatnika Budi, Consumer Financing Business Division Head Bank Mega Syariah, mengatakan strategi untuk menghadapi tantangan tersebut, diantaranya menyodorkan produk KPR yang bernama Flexi Home yang menawarkan kepastian angsuran tetap pembiayaan di awal hingga lunas untuk akad murabahah. Untuk plafon pembiayaan hingga Rp 15 miliar dengan jangka waktu maksimal 20 tahun, serta bebas biaya provisi dan appraisal.

Kemudian, Flexi Home Benefit Plus dari Bank Mega Syariah yang menyediakan layanan biaya akad seperti asuransi dan notaris dapat disepakati dari dana hasil pencairan. Artinya setiap biaya yang dikeluarkan untuk proses take over dapat dipotong dari hasil dana pencairan atas kesepakatan nasabah. Bank Mega Syariah bekerja sama dengan lebih dari 100 developer di seluruh Indonesia. "Perusahaan menargetkan pertumbuhan KPR di 2024 dapat mencapai 50% secara tahunan. Sementara untuk pembiayaan konsumer tumbuh sekitar Rp 400 miliar atau mencapai 40% dari posisi 2023," ungkap Raksa.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih produk pembiayaan rumah. Salah satu yang harus diperhatikan adalah bunga angsuran atau margin yang ditawarkan. Masyarakat bisa memilih produk pembiayaan rumah dari bank syariah yang mempunyai angsuran tetap dan margin yang bersaing.

Sementara, bagi masyarakat yang sudah terlanjur punya cicilan KPR, hal yang bisa dilakukan agar tidak terjerat bunga tinggi adalah dengan melakukan take over (pengambilalihan) KPR ke bank lain dengan margin yang lebih rendah. Meski demikian nasabah tidak boleh sembarangan dalam melakukan take over KPR, perlu diperhatikan juga biaya-biaya yang muncul saat proses take over.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved