Technology

Pascamerger, Tjufoo dan Sinbad Jajaki IPO

TJ Tham, CEO Horizon, Emilio Wibisono CBO Horizon, dan Georgios Monoarfa Investor TNB Aura. (Foto : Ubaidillah/SWA)

Tjufoo, sebuah startup brand aggregator, dan Sinbad, spesialis B2B commerce, telah membuat Langkah stategis. Mereka bergabung untuk membentuk Horizon Group sebagai induk perusahaan yang akan mengelola kedua perusahaan ini. TJ Tham, Co-Founder dan CEO Tjufoo, didapuk sebagai pemimpin Horizon Group, sementara Emilio Wibisono, CEO & Founder Sinbad, ditunjuk menjadi Chief Business Officer.

Menurut Tham, merger antara Tjufoo dan Sinbad merupakan langkah strategis yang signifikan dalam pembangunan sebuah perusahaan omnichannel consumer goods berbasis teknologi di Indonesia. “Merger ini diharapkan akan merevolusi industri D2C (direct to consumer) nasional yang memungkinkan peningkatan skala bisnis dan efisiensi operasional agar Horizon Group meraih pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Tham di Jakarta, Selasa, 7 Mei 2024.

Tham juga mengumumkan bahwa Horizon Group akan melakukan penggalangan dana (fundraising), termasuk mengkaji kemungkinan untuk go public atau melakukan IPO (initial public offering) di Bursa Efek Indonesia dalam waktu 3 hingga 4 tahun mendatang, tergantung pada kondisi dan perkembangan ekonomi.

Tham mengungkapkan portofolio merek-merek lokal ini ditangani oleh Tjufoo. Portofolio merek lokal yang dikelola oleh Tjufoo termasuk Dapur Cokelat, sebuah toko kue dan cokelat ternama, serta ACMIC, merek aksesori elektronik. Performa merek-merek ini telah memberikan dampak positif terhadap kinerja finansial Tjufoo selama setahun terakhir. Tjufoo juga telah meningkatkan rantai pasokannya yang mengintegrasikan teknologi online-to-offline (O2O) dari Sinbad, yang memperkuat fondasi bisnis serta meningkatkan visibilitas merek dalam ekosistemnya.

Dalam konteks ini, Emilio mengidentifikasi tiga tren utama dalam industri D2C dan B2B. Pertama, pergeseran perilaku konsumen yang mengutamakan service excellence, mendorong para pelaku industri untuk menyempurnakan penawaran mereka. Kedua, meningkatnya permintaan konsumen terhadap substansi yang relevan, memiliki value, dan diferensiasi yang jelas.

Ketiga, kebangkitan pengalaman berbelanja offline di toko dengan sudut pandang teknologi sebagai sarana untuk memonetisasi dan menyederhanakan proses. Sinbad sendiri menawarkan keahlian di rantai pasok yang memiliki rekam jejak mendistribusikan produk FMCG (fast moving consumer goods) perusahaan besar, salah satunya adalah Unilever.

Bagi Sinbad, integrasi dengan Tjufoo menjadi Horizon menandai fase baru dalam bisnisnya. “Entitas baru Horizon berpotensi menghasilkan margin lebih tinggi dan memperluas jangkauan kami ke kategori di luar FMCG, termasuk elektronik, home & living, fesyen, dan kategori pilihan lainnya,” tutur Emilio.

Glen Ramesan, Managing Partner Indonesia dari TNB Aura, menyatakan bahwa merger ini akan mengubah model bisnis dan memperkuat posisi Horizon untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. “Horizon menawarkan diferensiasi yang jelas dan fundamental yang kuat, dengan manfaat yang holistik termasuk perluasan akses konsumen, optimalisasi saluran distribusi berbasis teknologi, dan dukungan komprehensif untuk pertumbuhan bisnis. Keunggulan ini juga dapat dimanfaatkan merek-merek internasional yang ingin memasuki pasar Indonesia,” ujar Glen. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved