Jurus Volta Menjadi Pemain Utama di Bisnis Motor Listrik

Volta menggencarkan ekspansi di bisnis sepeda motor listrik. Ekspansi ini terefleksikan dari berbagai indikator. Contohnya, Volta dan Semolis pada Agustus 2024 mencatatkan lebih dari 1 juta transaksi top up pada aplikasinya. Nilai dari top up ini digunakan untuk menyewa motor listrik Volta. Semolis, melalui program sewa motor listriknya, menyediakan sepeda motor listrik Volta melalui dua opsi sewa: reguler dan sewa-beli (RTO). Pencapaian 1 juta transaksi ini tidak hanya mencerminkan popularitas Semolis, tetapi juga kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap solusi transportasi ramah lingkungan ini.

Volta meluncurkan dua varian baru motor listrik revolusioner, yaitu Volta MandalaX dan Volta PatriotX di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 yang berlangsung pada 18-28 Juli 2024. Masih di Juli, PT Energi Selalu Baru (ESB), produsen Volta, meraih dana segar lantaran memperoleh investasi dari LX Ventures dan SAIC Capital dalam putaran pendanaan pra-Series A. Sebelumnya, ESB, anak usaha dari PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) berhasil mengamankan dana investasi dari Rigel Capital dan Twin Towers Ventures, yang menjadi tonggak penting dalam perjalanannya menuju pertumbuhan. Dengan dukungan tambahan dari LX Ventures dan SAIC Capital,

Suntikan modal ini akan menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan produk, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan kemampuan teknologi. ESB berencana memanfaatkan investasi ini untuk mengembangkan armada listrik Volta, memperluas infrastruktur pertukaran baterai, dan mengeksplorasi solusi inovatif dalam teknologi kendaraan listrik.

Kerjasama ini menegaskan komitmen LX Ventures dan SAIC Capital dalam mendukung ide-ide inovatif menuju ekonomi yang berkelanjutan. “Investasi dari LX Ventures dan SAIC Capital adalah perubahan besar bagi kami. Ini akan secara signifikan mempercepat upaya kami dalam memperluas armada kendaraan listrik dan infrastruktur penukaran baterai. Dengan dukungan mereka, kami siap memberikan solusi mobilitas yang lebih inovatif dan berkelanjutan kepada pelanggan kami, memperkuat komitmen kami untuk mengubah lanskap kendaraan listrik,” ujar Okie Octavia Kurniawan, CEO Volta dan Direktur NFCX. Volta menggencarkan ekspansi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan sepeda motor elektrik.

Pada Juli 2024, misalnya, Volta dan ESB memperkuat kerjasama strategis dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk meningkatkan Layanan dan Infrastruktur Kendaraan Listrik di Indonesia. Hal ini merupakan kelanjutan dari kerjasama antara Volta dan IBC yang telah disepakati sebelumnya untuk Pengembangan Ekosistem Industri Kendaraan Motor Listrik Berbasis Baterai.

Ruang lingkup kerjasama ini mencakup penyediaan layanan purna jual yang komprehensif, pengelolaan pergudangan yang efisien, strategi pemasaran bersama, perluasan jaringan penjualan, serta pengembangan branding yang sinergis. Melalui sinergi ini, setiap pihak berkomitmen untuk memberikan keahlian teknis mereka dan meningkatkan kualitas layanan pemeliharaan dan perbaikan motor listrik, memastikan ketersediaan suku cadang dan komponen penting, serta mengkampanyekan manfaat kendaraan listrik kepada masyarakat luas.

Kolaborasi ini mempermudah konsumen dalam mengakses produk berkualitas melalui perluasan jaringan penjualan. Branding yang kuat dan konsisten diharapkan akan memperkuat citra positif di mata konsumen, mendukung adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.

Okie mengatakan kolaborasi strategis ini semakin memperjelas fokus inisiatif strategis yang akan dijalankan bersama untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia secara menyeluruh. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik melalui inovasi teknologi dan pengembangan infrastruktur EV,” ujar Okie.

Hal senada disampaikan Toto Nugroho, Direktur Utama IBC. Dia menyampaikan kolaborasi ini tidak hanya akan mempercepat pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia tetapi juga akan memastikan pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan efisien. “Kami berkomitmen untuk menyediakan solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan, serta mendukung adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Kami yakin bahwa sinergi ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia, serta memperkuat posisi kami sebagai akselerator dalam transisi menuju mobilitas yang lebih hijau,” tuturnya.

Perihal ekosistem kendaraan listrik, pemerintah menyokongnya seiring penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) untuk Transportasi Jalan. Peraturan ini menjadi komitmen pemerintah Indonesia memasuki era kendaraan listrik. Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian menargetkan produksi BEV pada tahun 2030 dapat mencapai 600 ribu unit untuk roda 4 atau lebih serta 2,45 juta unit untuk roda 2.

Produksi kendaraan listrik diharapkan mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda 4 atau lebih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda 2. Saat ini, produksi sepeda motor listrik mencapai sekitar 100 ribu unit dari kapasitas produksi sebanyak 1,6 juta unit per tahun.

Volta mengapresiasi sokongan pemerintah dan dari semua pihak akan menjadi pendorong utama bagi Volta dalam mewujudkan tujuan merevolusi industri transportasi. Hingga akhir tahun 2023, jumlah sepeda motor Volta yang terjual sebanyak 15 ribu unit. Okie optimistis tahun 2024 mencapai target 18 ribu unit. Untuk tetap menjadi salah satu produsen motor listrik ternama di Tanah Air, Volta menjalankan empat pilar strategi mulai dari produk, partner & distribution, promotion & education dan sustainable ecosystem.

Pilar Strategi Volta

Dalam pilar product, Volta berkomitmen menyediakan produk yang berkualitas dengan harga terjangkau serta dengan banyak varian baru sesuai trend dan kebutuhan pasar. Saat ini Volta memiliki tiga model motor listrik lite, regular dan S model. Volta telah meluncurkan limited edition Volta Mandala Candy Blue serta warna terbaru motor Volta Mandala Brilliant White dan Brilliant Yellow.

Untuk partner & distribution, perusahaan akan melakukan ekspansi mitra penjualan ke seluruh Indonesia dengan skema penjualan yang saling menguntungkan dan tumbuh bersama. “Kami juga membuka peluang bagi para pengusaha serta entrepreneur untuk bergabung bersama kami untuk menjadi Mitra Penjualan (Dealer) Volta,” kata Okie kepada swa.co.id seperti ditulis di Jakarta, Senin (23/9/2024).

Okie menyampaikan pihaknya telah mempunyai puluhan gerai penjualan Volta di seluruh Indonesia. Perusahaan yang bagian dari MCASH Group ini a terus melakukan kerja sama kemitraan untuk membuka lebih banyak gerai Volta dan bermitra dengan para korporasi di seluruh Indonesia.

Sebut contoh, Volta pada Juli lalu menjalin kerja sama strategis dengan Garuda Food melalui anak perusahaannya dan distributor produk FMCG, PT Sinarniaga Sejahtera (SNS). Kerjasama ini menandai peluncuran inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional tim sales Garuda Food melalui pengadopsian motor listrik Volta sebagai alat transportasi utama dalam kegiatan canvassing produk.

Melalui kolaborasi ini, SNS akan memanfaatkan sepeda motor listrik Volta untuk mendukung dan memodernisasi proses distribusi produk mereka. Kemitraan ini bertujuan untuk mendistribusikan hingga 500 sepeda motor listrik pada akhir tahun 2024.

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), induk perusahaan Volta, menargetkan penambahan jumlah dealer Volta di 2024 sebanyak 300 unit dari sekitar 100 dealer pada 2023 . Anggaran capex dan investasi yang dialokasikan untuk segmen energi bersih (EV) untuk ekspansi tahun ini adalah sekitar Rp84 miliar.

Selanjutnya, untuk mengeksekusi pilar ketiga, Okie mengungkapkan perusahaan memberikan penawaran promosi yang menarik serta edukasi kepada masyarakat dengan meyakinkan bahwa merk Volta sebagai yang terbaik di kelas motor listrik. Program edukasi dilakukan dalam bentuk online dan offline yaitu turut serta dalam pameran yang dilaksanakan di Jakarta serta kota-kota besar lainnya.

Motor listrik Volta Mandala

“Di samping itu, melalui mitra di seluruh Indonesia kami konsisten memberikan edukasi melalui kegiatan kemasyarakatan dengan memberikan kesempatan test ride dalam acara komunitas khusus dan umum. Kegiatan tersebut secara tidak langsung telah membantu peningkatan penjualan motor Volta serta membangun kepercayaan konsumen kepada kami. Sedangkan edukasi dalam bentuk online kami lakukan melalui media sosial, melalui testimoni para pengguna motor Volta maupun review atau ulasan para ahli, YouTuber dan influencer,” ucap Okie.

Pada pilar sustainable ecosystem, perusahaan terus melakukan pembangunan dan pengembangan lini bisnis pendukung seperti stasiun ganti baterai (SGB) yang berkelanjutan bersama dengan mitra guna hasil yang maksimal. Layanan SBG telah hadir sejak motor listrik Volta diluncurkan.

“Kami terus mengembangkan fitur yang dapat membantu para pengguna motor listrik Volta, salah satunya fitur cas di tempat atau bisa disebut sebagai Stasiun Cas Baterai. Layanan SEMOLIS (Sewa Motor Listrik) juga terus kami kembangkan, dengan harga sewa yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp35 ribu per hari. Pengemudi juga dapat memiliki unit motor Volta ini dengan sistem sewa hak milik, cukup dengan melakukan sewa kontrak selama 360 hari,” ujarnya.

Dari sisi pemasaran, pada bulan Mei ini perusahaan memperkenalkan program kampanye #UNTUNGPAKEVOLTA, promo bagi pelanggan, subsidi Rp7 juta dari pemerintah, serta merchandise selama persediaan masih ada. Tidak hanya itu, Volta juga mempunyai program affiliate Volta Pro, terdapat bonus untuk setiap transaksi penjualan yang sukses.

“Tantangan terbesar saat ini adalah kesadaran masyarakat untuk mau beralih ke motor listrik sebagai solusi berkendara ramah lingkungan. Untuk itu kami terus berupaya untuk melakukan edukasi secara konsisten guna memberikan informasi yang jelas serta bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Volta telah menjalin kolaborasi strategis dengan kumpulan tenaga global PETRONAS beserta afiliasinya, Gentari dan Twin Towers Ventures (TTV). Kemitraan strategis ini membuka jalan kepada 900 ribu unit sepeda motor listrik Volta yang dilengkapi dengan baterai teknologi graphene ProCharge+ dari Petronas untuk meluncur di jalanan Indonesia dalam lima tahun mendatang.

Volta siap untuk merevolusi mobilitas kendaraan listrik di Indonesia. Sistem penukaran baterai Volta menghilangkan masalah mengenai pengisian baterai, faktor kritis dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di pasar-pasar berkembang. Selain itu, baterai Volta menggunakan ProCharge+ dari Petronas, solusi teknologi graphene yang memperpanjang umur baterai dan meningkatkan manajemen termal, memberikan performa superior dan terjangkau.

Solusi Percepatan Ekosistem BEV di Indonesia

Untuk menghadapi tantangan yang ada, Pengamat Otomotif yang juga Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan perlu ada kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak, seperti pemerintah, pelaku industri sepeda motor listrik, dan komunitas atau masyarakat. Tantangan percepatan ekosistem BEV perlu menjadi perhatian serius jika Indonesia mau stand out di pasar EV masa depan.

Yannes berpendapat gencarnya produsen kendaraan listrik atau otomotif menambah lokasi penukaran baterai sepeda motor listrik merupakan langkah positif yang dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Namun tentu perlu penataan ulang agar tidak terlalu banyak variasi voltase, socket, dan konektor.

“Ke depannya, produsen kendaraan listrik perlu memperluas jangkauan dan ketersediaan layanan bagi pengguna, mulai dari charging station (SPKLU) maupun penukaran baterai atau battery swap station (SPBKLU). Hal ini membuat pemilik sepeda motor listrik merasa lebih percaya diri untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa khawatir kehabisan daya,” ungkap Yannes.

Penambahan lokasi penukaran baterai membuat pengguna merasa lebih mudah dan nyaman dalam menggunakan sepeda motor listrik. Ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat hubungan antara produsen dan konsumen. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang baik adalah faktor penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik.

Dia menyebutkan teknologi penukaran baterai yang lebih cepat dan efisien juga harus terus dikembangkan. Selain itu, ketersediaan dan keandalan baterai harus terus ditingkatkan agar pengguna terbebas dari kekhawatiran thermal runout (meledaknya baterai yang tidak terkendali).

Untuk itu, yannes menyarankan pemerintah dan seluruh stakeholdernya harus segera menyusun sebuah standarisasi dan kompatibilitas yang solid. Pemerintah harus segera menginisiasi dan mendukung standarisasi voltase, socket, dan protokol komunikasi untuk sistem penukaran baterai, membangun kerja sama dengan produsen kendaraan listrik lain untuk memastikan kompatibilitas antar merek dan model, serta segera mengembangkan platform terbuka yang memungkinkan integrasi dengan berbagai sistem penukaran baterai.

“Terakhir, perlu dikembangkan satu sistem integrasi layanan digital yang yang memungkinkan sebanyak mungkin pengguna berbagai merek sepeda motor untuk mencari lokasi titik penukaran baterai, memesan waktu penukaran baterai, dan memantau status baterai, implementasi sistem pembayaran digital untuk memudahkan proses pembayaran penukaran baterai,” tegas Yannes. (*)

# Tag