Technology

Telkom, Buma dan Dana Rajin Gunakan AI

Penerapan AI di Buma. (Ilustrasi foto : Buma)

Kearney memproyeksikan bahwa kecerdasan buatan (AI) berpotensi meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar US$366 miliar pada 2030. Hal ini diungkapkan dalam acara Microsoft Build: AI Day yang diadakan di Jakarta baru-baru ini. Di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma), dan Dana adalah beberapa perusahaan yang giat mengimplementasikan AI untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan efisiensi operasional masa depan.

Dharma Simorangkir, Presiden Direktur Microsoft Indonesia, mengatakan bahwa transformasi digital di ketiga perusahaan tersebut tidak hanya mengembangkan bisnis mereka tetapi juga mentransformasi masyarakat dan ekonomi Indonesia secara fundamental. “Kami merasa terhormat dapat membantu mereka dalam perjalanan transformasi AI ini, mendemokratisasi AI, dan memastikan kemampuannya dapat digunakan oleh semua orang,” ucap Dharma dalam keterangan tertulis yang dikutip dari swa.co.id pada Kamis, 9 Mei 2024.

Pada pertengahan tahun 2023, Telkom menggunakan GitHub Copilot, sebuah tool AI untuk pengembang yang menyediakan alat ini bagi 260 pengembang (developer) di perusahaan. Perusahaan ini menyadari bahwa kode pemrograman yang berkualitas adalah tulang punggung infrastruktur digitalnya. GitHub Copilot telah merevolusi proses pengembangan di Telkom dengan menyarankan potongan kode, mengoreksi sintaks, dan bahkan mengusulkan solusi yang dioptimalkan. Para pengembang kini dapat lepas dari tugas-tugas rutin dan fokus pada pemecahan masalah logika yang lebih kompleks.

Data penggunaan tahap awal menunjukkan bahwa pengembang Telkom menerima 20-30% kode pemrograman yang disarankan oleh Copilot. Dengan akurasi dan relevansi kontribusi Copilot, tugas para engineer menjadi lebih efisien. “Tugas-tugas yang dulunya membutuhkan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan jauh lebih cepat, memungkinkan kami menghadirkan perangkat lunak lebih cepat dan merespons permintaan pasar dengan cepat,” kata Komang Aryasa, Executive Vice President Digital Business & Technology Telkom.

BUMA menggunakan Copilot for Microsoft 365 untuk meningkatkan produktivitas. Sebagai perusahaan kontraktor pertambangan, mereka memanfaatkan alat ini untuk menetapkan standar baru dalam interaksi karyawan dengan data dan menjalankan tugas. Dengan tenaga kerja yang berjumlah 12.000 orang di berbagai departemen dan 11 lokasi pertambangan, alat tersebut membuat kerja menjadi lebih efisien.

Edwin Rene Asparsayogi, General Manager IT BUMA, mengatakan transformasi yang dilakukan adalah dengan menghadirkan alat bertenaga AI di lingkungan bisnis yang mengintegrasikan aplikasi penting, mengotomatisasi tugas repetitif, mengoreksi kesalahan, dan membantu menemukan fitur di aplikasi yang sebelumnya tidak diketahui. “Alat ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan kualitas pekerjaan kami secara keseluruhan. Menggunakan alat bantu yang didukung Copilot seperti melangkah ke era baru dalam bekerja di mana efisiensi dan akurasi ditingkatkan secara signifikan. Seperti halnya kebanyakan orang masa kini menggunakan word processors, kami mungkin akan merasa sulit untuk bekerja tanpa bantuan alat cerdas ini,” ujar Edwin.

Perusahaan teknologi finansial Dana tidak mau ketinggalan menggunakan AI untuk berinovasi dan mewujudkan visi mencapai inklusi keuangan. Mereka percaya bahwa AI dapat memperluas kemampuan individu, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya membantu mewujudkan pembayaran dan layanan digital yang inklusif. Dana merupakan salah satu perusahaan pertama yang meluncurkan inisiatif AI Everywhere di Indonesia, program yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan menyediakan pembayaran serta layanan digital yang terjangkau oleh publik.

Dana juga telah mengintegrasikan Copilot for Microsoft 365 untuk mengotomatisasi tugas-tugas pembuatan konten dan menyederhanakan pengelolaan surel, meningkatkan efisiensi komunikasi di dalam perusahaan secara signifikan. “Saya pribadi telah merasakan manfaat karena berkurangnya waktu yang dihabiskan untuk berurusan dengan email. Dengan efisiensi waktu yang tinggi ini, kami dapat lebih fokus pada perencanaan strategis, membantu kami mengambil keputusan yang lebih baik dan berkontribusi pada kesuksesan kami,” ungkap Norman Sasono, Chief Technology Officer Dana.

Selain itu, perusahaan ini memanfaatkan Azure OpenAI Service untuk meningkatkan teknologi chatbot digitalnya, Diana. Implementasi ini telah menghasilkan respons dan prediksi yang lebih akurat, meningkatkan interaksi dan kepuasan pelanggan, memfasilitasi lebih banyak transaksi keuangan, dan memberdayakan lebih banyak individu untuk berkontribusi pada perekonomian. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved