Capital Market & Investment

Investor Apresiasi Saham TUGU Usai Tebar Dividen

Ilustrasi: Istimewa.

Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mendapatkan apresiasi dari investor setelah pengumuman pembagian dividen. Untuk tahun buku 2023, TUGU menetapkan dividen senilai Rp528,96 miliar dari total laba bersih yang mencapai Rp1,32 triliun. Keputusan pembagian dividen ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan di Jakarta pada Senin, 29 April 2024. Sebelumnya, pada 20 Desember 2023, Tugu Insurance telah membayarkan dividen interim sebesar Rp90,71 miliar kepada para pemegang saham.

Dividen tunai yang tersisa untuk tahun buku 2023 yang akan dibayarkan oleh TUGU adalah Rp438,25 miliar atau Rp123,26 per saham, yang akan dibagikan kepada pemegang saham sejumlah 3,55 miliar lembar. Pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada tanggal 29 Mei 2024.

Harga saham TUGU mengalami fluktuasi selama tahun ini, dengan harga terendah di Rp1.025 dan tertinggi di Rp1.275. Sejak awal tahun hingga tanggal 8 Mei 2024 (year to date) harga saham Asuransi Tugu naik sebesar 10,9%, mencapai Rp1.170.

Nafan Aji Gusta Utama, Senior Investment Information di PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa pergerakan harga saham TUGU berada dalam kisaran sideways, dengan level support di Rp1.145 dan resistance di Rp1.285. “Harga saham TUGU telah mengalami apresiasi sejak mencapai titik terendahnya di Rp985 pada Desember tahun lalu, dan sempat mencapai high resistance di harga Rp1.285. Apresiasi ini dipicu oleh ekspektasi investor terhadap pembagian dividen, yang meningkatkan permintaan terhadap saham TUGU,” ucap Nafan dalam wawancara pada Rabu, 8 Mei 2024. Nafan memproyeksikan target harga saham TUGU dalam jangka menengah-panjang adalah Rp1.325, dengan potensi upside sekitar 13% dari harga penutupan terakhir.

Adapun laba bersih TUGU pada tahun 2023 melonjak 281% dari Rp347,15 miliar di tahun sebelumnya, dengan premi bruto konsolidasi sebesar Rp7,7 triliun, naik 15% dari Rp6,7 triliun tahun sebelumnya. Lonjakan laba tersebut dipengaruhi oleh pembayaran dari salah satu bank sebesar US$43,12 juta atau Rp645,9 miliar, serta akan menerima bunga dari peristiwa legal sebesar US$31,14 juta atau Rp466,4 miliar, sehingga total pendapatan dicatatkan sebesar Rp1,1 triliun, atau sekitar Rp850 miliar setelah pajak dan biaya lainnya.

Alhasil, TUGU pada kuartal I/2023 membukukan laba bersih sebesar Rp924,14 miliar. Sementara itu, laba bersih di kuartal I/2024 tercatat Rp241,66 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Presiden Direktur Tugu Insurance, Tatang Nurhidayat, tetap optimistis karena kinerja operasional dan pengelolaan investasi pada periode tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pendapatan lain-lain dari penyelesaian legal dengan bank sebesar Rp1,1 triliun atau Rp867,63 miliar setelah pajak dan biaya lainnya, seperti yang telah dipublikasikan dalam Keterbukaan Informasi pada Februari 2023, juga memberikan kontribusi besar.

Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini mencatat laba bersih signifikan tanpa memasukkan pendapatan dari penyelesaian legal, dengan profit naik 327% menjadi Rp 241,6 miliar dari Rp 56,5 miliar di kuartal pertama tahun 2023. Premi bruto konsolidasi pada kuartal I/2024 tercatat sebesar Rp1,97 triliun, meningkat 22,51% dari Rp1,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu, sebuah peningkatan yang melampaui rata-rata industri. Pendapatan underwriting mencapai Rp835,55 miliar, naik 38,07% dari Rp605,17 miliar, sementara pendapatan investasi mencatat kenaikan sebesar 46,38% menjadi Rp142,20 miliar dari Rp97,14 miliar sebelumnya.

Tatang mengapresiasi kinerja perusahaan pada kuartal ini. Kontribusi pada periode ini didominasi oleh lini bisnis fire & property, miscellaneous, marine hull, dan onshore, yang konsisten memberikan hasil underwriting yang positif. Pendapatan underwriting konsolidasian yang tinggi, Rp835,55 miliar, mencerminkan peningkatan signifikan 38,07% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp605,17 miliar.

“Selain itu juga terdapat peningkatan dari pendapatan investasi konsolidasian tercatat Rp142,20 miliar, yang naik sebesar 46,38% dari Rp97,14 miliar. Kami bersyukur bahwa hingga 31 Maret 2024 pencatatan kinerja perseroan masih melebihi target yang telah ditetapkan," kata Tatang.

Emil Hakim, Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, menyampaikan bahwa kinerja positif perusahaan tercermin dari raihan global rating oleh berbagai lembaga pemeringkat internasional, termasuk AM Best. Tugu Insurance berhasil mempertahankan predikat Financial Strength Rating A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating of “a-” (Excellent) selama delapan kali berturut-turut sejak 2016. Sejak 2023, perusahaan juga mendapatkan National Scale Rating (NSR) aaa.ID (Exceptional).

Aset Tugu Insurance pada periode Januari-Maret tahun ini mencapai Rp26,3 triliun, naik 4,6% dari Rp25,1 triliun di Desember 2023. Ekuitas naik menjadi Rp10,5 triliun dari Rp10,3 triliun. “Saat ini, tingkat risk based capital (RBC) perseroan mencapai 545,34%, jauh di atas batas minimum 120% yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” jelas Emil.

Melihat pertumbuhan stabil Tugu Insurance dalam berbagai sektor, baik itu underwriting, investasi, maupun kinerja operasional, tampak kekuatan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan, tetapi juga komitmen dalam menyediakan layanan asuransi yang berkualitas tinggi dan terpercaya. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan peningkatan kinerja berkelanjutan, Tugu Insurance berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan di masa depan dan terus berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan industri asuransi di Indonesia. Tak heran, investor pun mengapresiasinya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved