Trends

Propan Raya Perkuat Kemitraan Bisnis, Pacu Industri Kreatif

Rapat anggota dan seminar AKI yang berkolaborasi dengan BCI Central. (Foto : Propan).

PT Propan Raya bersiap untuk berkolaborasi dengan Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) untuk memperkuat kemitraan bisnis. “Propan Raya sebagai perusahaan asli Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1979 meyakini betul kesiapan kami dalam mendukung pembangunan di Indonesia,” ujar Kris Rianto Adidarma, CEO Propan Raya di sela-sela Rapat Anggota dan Seminar AKI berkolaborasi dengan BCI Central di HK Tower, Jakarta, baru-baru ini.

Kegiatan bertajuk Peran Strategis AKI ke Depan dalam Rangka Mendukung Kesuksesan Konstruksi dan Pembangunan Nasional ini dihadiri sejumlah perusahaan. .’ Pada kesempatan ini, Propan Raya dan Sandimas menjadi perwakilan mitra mendukung kegiatan AKI yang diikuti oleh para anggota AKI, diantaranya dari PT Adhi Karya (Persero), Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Jaya Kencana, PT Nindya Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero), serta PT Total Bangun Persada Tbk.

Propan didapuk sebagai nara sumber yang diwakili oleh Yuwono Imanto selaku Direktur Propan Raya. Yuwono menjabarkan kontribusi Propan Raya pada pembangunan nasional dan industri konstruksi serta berekspansi ke regional lantaran mendirikan pabrik Propan di Vietnam. “Keberhasilan Propan Raya bisa dicapai karena kami memegang teguh motto founder kami Bapak Hendra Adidarma yakni human spirit of innovation is our way of life. Kami terus berinovasi menghasilkan produk-produk terbaik hari demi hari,” jelas Yuwono dalam keterangan resmi seperti ditulis swa.co.id pada Minggu, 12 Mei 2024.

Yuwono menyebutkan Propan Raya memproduksi produk unggulan yang dipamerkan di booth, antara lain Aqua Primtop DTM, Sengkote DTM, Aluminium DTM, Polyfloor S-900 2L, Polyfloor S-900 2L + EASLC, Epoxy Flakes, Tennokote series, heatproof antibocor.

Selain Propan, para nara sumber lain adalah Nicodemus Daud, Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Kementerian PUPR, Taufik Widjoyono, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), dan Emin Adhy Muhaemin, Direktur Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengadaan Umum LKPP. Basuki Muchlis, Direktur Eksekutif AKI, memaparkan KI siap mendukung pembangunan di Indonesia dan berkolaborasi dengan para mitra, termasuk Propan dan Sandimas.

Kolaborasi di Industri Kreatif

Propan Raya berkomitmen untuk berkolaborasi untuk pengembangan kota kreatif. Sinergi dan kolaborasi oleh berbagai stakeholders yang melibatkan empat unsur utama yang disebut sebagai quadruple-helix terdiri dari ABCG (Academics, Business, Community, Government).

Sebagai upaya untuk mendorong akselerasi pengembangan kota kreatif, Propan Raya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Denpasar dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dalam menyelenggarakan acara Indonesia Architecture Creative Forum (IACF) 2019.

Yuwono Imanto, Ketua panitia IACF 2019 sekaligus Direktur Propan Raya dan Dewan Pengarah Indonesia Creative Cities Network, menjelaskan pemilihan tema ini karena ingin mewujudkan industri kreatif sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia.

Hal ini dijabarkan Yuwono pada buku Collaborative Innovation yang diterbitkan SWA Publishing. Dia menguraikan industri kreatif sebagai penggerak utama inovasi dalam membangun ekonomi. Faktor kunci keberhasilan dalam mengembangkan industri kreatif adalah ECI (Ecosystem, Collaboration, dan Innovation).

Menurut Yuwono, Propan Raya sebagai perusahaan cat Indonesia mempunyai misi untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia. “Arsitektur merupakan infrastruktur penting untuk mendukung pengembangan industri kreatif dan pariwisata. Propan Raya tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga memiliki misi yang manaruh kepedulian pada industri kreatif dan kota kreatif di Indonesia,” tulis Yuwono di Collaborative Innovation.

Buku Collaborative Innovation karya Yuwoono Imanto yang diterbitkan SWA Publishing. (Foto : SWA).

Kota-kota kreatif Indonesia juga memerlukan arsitektur yang baik sehingga Propan Raya memainkan perannya sebagai produsen cat untuk mendukung arsitektur Nusantara. Pada akhirnya kolaborasi ini akan menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan. “Pendekatan inilah yang disebut dengan humanistic marketing, yaitu melalui kolaborasi maka customer dianggap sebagai teman bukan sebagai target,” kata Yuwono.

Kris, sang CEO Propan Raya, mengatakan keterlibatan Propan sebagai bagian dari quadruple helix harus bersinergi erat dengan berbagai pihak agar bisa mengakselerasi program pengembangan kota kreatif. “Propan mendukung arsitektur Nusantara dan mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk menciptakan experience baru. Semakin banyak kreativitas yang dihasilkan akan membuat kita semakin kaya,” tegasnya. Pihaknya berharap industri kreatif di berbagai kota di Indonesia akan semakin maju, tanpa terkecuali dengan terus mengedepankan Ecosystem, Collaboration, dan Innovation. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved