Future Business Leaders

Askrindo Syariah & FEB UNPAD Dukung Wirausaha Muda Perguruan Tinggi

Dr. Siti Ma’rifah, M.H., MM. (Komisaris Utama PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah), Dr. Antoni Ludfi Arifin, S.E., M.M., Dr. Asep Mulyana, S.E., MCE., dan peserta kuliah umum berpose bersama.

Di hadapan lebih dari 200 mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB UNPAD), Komisaris Utama PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (PT JPAS), Dr. Siti Ma’rifah, M.H., M.M., menyampaikan kuliah umum yang inspiratif pada Rabu, 15 Mei 2024. Dimoderatori oleh Dr. Asep Mulyana, S.E., MCE., Ketua Program Studi Magister Manajemen Keuangan Mikro Terpadu & Ketua Konsentrasi Kewirausahaan FEB UNPAD, acara yang berlangsung di ruang Epsilon 308 Gedung LEAD FEB UNPAD ini, tidak hanya menjadi ajang pembelajaran tetapi juga kolaborasi antara akademia dan industri.

Dibuka oleh Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., MEC, Wakil Dekan FEB UNPAD, kuliah umum ini bertujuan untuk memotivasi mahasiswa dalam membangun jiwa kewirausahaan sejak dini. Dalam sambutannya, Dr. Kurniawan menekankan pentingnya inisiatif ini sebagai landasan bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia bisnis masa depan.

Salah satu pembicara lain dalam acara tersebut, Dr. Antoni Ludfi Arifin, S.E., M.M., menggarisbawahi pentingnya nilai-nilai IKHTIAR – Integrity, Kolaborasi, Humble, Tactful (kearifan), Inspiring Others, Agile, dan Respect – sebagai bekal dasar dalam berwirausaha. Nilai-nilai ini diharapkan dapat membimbing mahasiswa dalam menjalankan bisnis yang tidak hanya sukses tetapi juga etis dan berkelanjutan.

Interaksi menarik terjadi ketika Dr. Siti Ma’rifah mengajak mahasiswa untuk berdiskusi tentang pengalaman nyata berwirausaha, termasuk kendala yang dihadapi. Dalam sesi tanya jawab, Muhammad Rafif Rizqullah, seorang mahasiswa yang telah merintis usaha di bidang web design dan web hosting, membagikan rencananya untuk mengembangkan portal konsultasi kesehatan mental.

Menanggapi ini, Dr. Siti Ma’rifah menyarankan kolaborasi sebagai strategi efektif untuk mengatasi hambatan sumber daya, mengilustrasikan bagaimana kerjasama bisa memfasilitasi akses ke sumber daya yang tidak dimiliki secara mandiri.

Dr. Siti Ma’rifah mengemukakan bahwa untuk berbisnis, tidak selalu diperlukan kepemilikan pabrik; kita bisa melakukan outsourcing atau maklon ke pihak yang memiliki fasilitas produksi. Ini menunjukkan pentingnya kolaborasi, baik antar mahasiswa yang memiliki keahlian berbeda maupun antara kampus dan industri.

Lebih jauh, dia juga mencontohkan bagaimana inkubasi bisnis yang dijalankan oleh mahasiswa dapat berkolaborasi dengan perusahaan, termasuk kerja sama PT JPAS dengan perguruan tinggi dalam program magang. Sebaliknya, perusahaan seperti Askrindo Syariah juga mendukung pengembangan kompetensi karyawannya melalui program studi lanjut di perguruan tinggi, mengintegrasikan praktik industri dengan inovasi akademis untuk menghasilkan sinergi yang memperkuat kedua sektor.

Acara tersebut diakhiri dengan sebuah langkah konkret menuju kerjasama berkelanjutan antara akademia dan industri: penandatanganan MoU antara FEB UNPAD dan PT JPAS. MoU ini mencakup berbagai aspek kerjasama, mulai dari program magang hingga pengembangan usaha mikro dan lembaga keuangan mikro syariah, menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa dan memperkaya kapasitas industri melalui pendidikan dan inovasi.

Dengan penandatanganan MoU tersebut, FEB UNPAD dan PT JPAS telah meletakkan batu pertama untuk pembangunan jembatan antara akademisi dan dunia industri, menjanjikan era baru kolaborasi yang akan menghasilkan dampak positif bagi generasi mendatang. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved