Capital Market & Investment

BSI Menyodorkan Sukuk Berlabel ESG

Foto : Sri Niken Handayani/SWA.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menerbitkan sukuk berlandaskan prinsip berkelanjutan (sustainability) yang pertama di Indonesia. Pada tahap pertama, BSI telah mendapatkan ijin dari regulator untuk menerbitkan sukuk berkelanjutan ini senilai Rp3 triliun dari total Rp10 triliun. Sukuk keberlanjutan dalam mata uang rupiah ini ditawarkan dalam Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB). “Kehadiran sukuk sustainability ini merupakan inovasi yang dapat memperkaya instrumen keuangan syariah di Indonesia,’’ tutur Hery Gunardi Direktur Utama BSI di Jakarta pada Rabu, 15 Mei 2024. Biasanya, sukuk seperti ini dikenal sukuk berlabel ESG (enviromental, social & governance)

Instrumen investasi ini membidik investor institusi dan ritel termasuk kalangan muda hingga Gen-Z. Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada April 2024 mencatat investor pasar modal di Indonesia didominasi oleh milenial dan gen Z dengan usia 30 tahun ke bawah dan 31—40 tahun. Sukuk keberlanjutan ini bisa dibeli mulai dari Rp5 juta per unit dengan memberikan imbal hasil sekitar 6,40% - 7,20% untuk jangka waktu selama 2 tahun dan 3 tahun.

Adapun untuk masa penawaran awal Sukuk Mudharabah Keberlanjutan mulai dari 15-30 Mei 2024. Pencatatan efektif dari OJK mulai pada 7 Juni 2024 kemudian periode penawaran umum akan dilakukan pada 11-12 Juni 2024. Sementara untuk penjatahan dan pembayaran investor pada 13 Juni 2024. Kemudian untuk pembayaran dari JLU ke penerbit pada 14 Juni 2024. Pendistribusian dilakukan pada 14 Juni 2024, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Juni 2024.

Perusahaan-perusahaan sekuritas yang menjadi joint lead underwriter diantaranya PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Maybank Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

BSI melihat pasar obligasi hijau global dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat dan membaca peluang untuk turut mengembangkan instrumen baru tersebut untuk membiayai proyek-proyek keberlanjutan melalui penerbitan Sukuk Sustainability. Di dalamnya BSI juga akan mengatur pengelolaan dan penggunaan dana, evaluasi dan seleksi proyek serta pengelolaan hasil dan mekanisme pelaporannya.

Per posisi Maret 2024, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp59,19 triliun yang terbagi atas kategori KUBL sebesar Rp12,57 triliun dan KUBS sebesar Rp46,62 triliun. “Harapannya instrumen ini akan memberikan values berbeda bagi investor yakni memberikan manfaat besar dari sisi ekonomi, sosisl maupun lingkungan,” tutur Hery. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved