Trends

Ikhtiar Grab Memangkas Emisi Karbon

Foto : Grab.

Grab Indonesia kembali menggelar acara tahunan Grab Business Forum yang tahun ini mengusung tema Resilient Business Forward: Paving The Way to The Bolder Future. Memasuki tahun kelima, forum bisnis ini menghadirkan wadah bagi para pemimpin perusahaan, pembuat kebijakan, serta pemangku kepentingan dari berbagai industri untuk berdiskusi mengenai pentingnya memperkuat ketahanan bisnis di tengah gejolak ekonomi global.

Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan, menyampaikan Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan ekonomi tinggi serta menurunkan tingkat pengangguran yang bahkan mencapai level sebelum pandemi. "Dengan pencapaian yang baik ini, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2024 mampu mencapai 5,2%. Konsumsi rumah tangga menopang sekitar 55% terhadap produk domestik bruto (PDB)," ujar Suahasil pada Grab Business Forum di Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Pemerintah mengapresiasi peran besar Grab terhadap perkembangan gig economy yang telah menciptakan ruang ekonomi baru melalui digitalisasi. Perekonomian Indonesia tumbuh di kisaran 5% dan relatif stabil. Hal ini menjadi indikator bahwa di tengah tantangan global, Indonesia tetap memiliki fundamental ekonomi yang kuat karena permintaan domestik yang tinggi.

Neneng Goenadi, Country Managing Director, Grab Indonesia, mengungkapkan pertumbuhan positif ekonomi nasional saat ini memberikan harapan dan angin segar bagi para pelaku industri. Sejatinya, penting bagi para pelaku usaha untuk dapat terus menjaga daya saing produk atau layanan, salah satunya dengan menggenjot produktivitas bisnis demi mencapai efisiensi yang optimal. Pihaknya berupaya membantu perusahaan melalui beragam solusi business-to-business dan teknologi yang terintegrasi untuk menyederhanakan proses operasional. "Kami menawarkan pelayanan Grab for Business yang berupaya membantu perusahaan lewat beragam solusi dan teknologi yang terintegrasi," ungkap Neneng.

Dalam kesempatan yang sama, Roy Nugroho, Director of Grab For Business di Grab Indonesia, mengungkapkan kebutuhan operasional perusahaan terus berkembang agar dapat beradaptasi dengan dinamika pasar yang berubah-ubah. Untuk itu lah Grab For Business menyodorkan beragam solusi terintegrasi yang end-to-end guna menyederhanakan pengelolaan beragam operasional harian karyawan lewat satu portal saja.

Roy menyampaikan Grab mencatat 7,8 juta kali transaksi di layanan Grab for Business sepanjang 2023 dan melayani lebih dari 8.600 perusahaan di Indonesia, mulai dari perusahaan dengan skala kecil hingga besar. Total transaksi tersebut mencakup layanan GrabCar, GrabBike, GrabFood, GrabMart, dan GrabExpress. "Total transaksi ini, ketika kami bentangkan menjadi sebuah distance itu ada 95 tera meter yang kemudian dianalogikan perjalanan Jakarta, Singapura 53 Kali. Hal itu yang menyebabkan terjadi greenhouse gas emissions yang cukup besar," kata Roy.

Roy mengatakan, kehadiran fitur carbon offset memungkinkan konsumen untuk melakukan carbon offset dari perjalanannya. Sepanjang 2023, pihaknya sudah mengumpulkan sebanyak 843 ton CO2 yang akan di-offset. Grab berkolaborasi dengan Chevron untuk membeli kredit karbon yang dihasilkan dari Proyek Katingan Mentaya di Indonesia yang akan dihubungkan dengan jaringan Mentaya di sentral Kalimantan. "Mari untuk bumi tercinta, kita aware dan mendorong inisiatif green melalui Grab Car dan Grab Bike elektrik," katanya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved