Marketing

BNI Sediakan Layanan Keuangan Terintegrasi Untuk TNI AD

BNI dan TNI AD memperkuat sinergi. (Foto : Humas BNI).

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyediakan layanan keuangan terintegrasi untuk institusi dan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya TNI Angkatan Darat (AD). Komitmen ini disepakati BNI dan TNI AD seiring disepakatinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyediaan Jasa Layanan Perbankan kepada TNI AD yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Penandatanganan PKS ini dilakukan oleh Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Mayor Jenderal TNI Arief Gajah Mada, dan Direktur Network and Services BNI, Ronny Venir, di Jakarta pada pekan ini. Ronny mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis BNI untuk memperkuat sinergi dengan TNI AD dalam mendukung pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta penyaluran gaji dan tunjangan kinerja (tukin) di lingkungan TNI AD. "Layanan ini diharapkan memberikan kemudahan bagi seluruh anggota TNI AD dalam melakukan transaksi perbankan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan di lingkungan TNI AD," ujar Ronny dalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis, 16 Mei 2024.

Menurut Ronny, PKS ini menandai perluasan kerja sama kedua belah pihak. Sebelumnya, BNI telah bekerja sama dengan TNI AD dalam pengelolaan dana APBN dan penyaluran tunjangan kinerja (tukin). Pada PKS kali ini, BNI mengemban amanah untuk menyalurkan gaji para prajurit TNI AD.

Ke depannya, BNI akan terus menghadirkan layanan keuangan yang inovatif dan mudah diakses bagi seluruh prajurit TNI AD dalam mengelola keuangan agar lebih cepat, mudah, dan transparan. "Dengan adanya kerja sama ini diharapkan sinergi yang terjalin kedua pihak akan semakin kuat dan dapat memberikan dampak positif,” tutur Ronny.

BNI pada kuartal pertama tahun ini membukukan pendapatan bunga senilai Rp15,87 triliun, tumbuh 7,2% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,8 triliun. Pencapaian ini didorong oleh kinerja fungsi intermediasi yang sehat. Pertumbuhan yang kuat ini juga didukung oleh perbaikan kualitas aset lantaran non performing loan (NPL) gross di kuartal I/2024 itu turun menjadi 2% dari 2,8% pada kuartal I/2023. Hal ini diikuti pula dengan credit cost yang juga menurun 40 basis poin atau menjadi 1%.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengatakan peningkatan kualitas aset tetap menjadi fokus, yang diharapkan akan mendorong kinerja fungsi intermediasi yang berkelanjutan di tengah tantangan geopolitik global, tekanan inflasi, dan suku bunga.

Kinerja Kuarta Pertama

Selain pertumbuhan bisnis yang sehat, perusahaan juga mampu meningkatkan pendapatan non bunga berupa fee-based income dan loan recovery pada pertama tahun ini mencapai Rp5,1 triliun atau tumbuh 15,9% dari Rp4,4 triliun (year on year). Dengan peningkatan ini, komposisi pendapatan non bunga telah berkontribusi sebesar 35% dari total pendapatan BNI di Januari-Maret 2024. Pendapatan ini berasal dari fee income surat berharga dan fee dari bisnis sindikasi.

Kombinasi dari perbaikan fundamental, termasuk peningkatan fee based income, efisiensi operasional, serta kualitas aset yang terus membaik mendorong BNI meraih laba bersih sebesar Rp5,33 triliun atau tumbuh 2% di kuartal pertama tahun lalu.

Royke menjabarkan BNI melanjutkan program transformasi yang berjalan selama tiga tahun agar mampu memberikan tingkat profitabilitas yang kuat dan sehat dalam jangka panjang. "Fundamental BNI semakin sehat dan kuat berkat program transformasi yang menjadi langkah besar kami untuk terus tumbuh dan berkembang serta beradaptasi terhadap tantangan di tingkat nasional dan global," ungkapnya.

Menurutnya, BNI berada di jalur yang tepat untuk mencapai aspirasi profitabilitas return on equity (ROE) hingga level 20% pada 2028 mendatang. Hal ini didasari oleh pertumbuhan aset yang stabil dan berkelanjutan dari segmen prospektif berisiko rendah serta kualitas aset yang semakin sehat. "Dengan program transformasi ini, kami konsisten melakukan peningkatan kapabilitas SDM dan optimalisasi teknologi sebagai faktor enablers yang krusial. Kami yakin hal ini akan terus mendorong peningkatan produktivitas bisnis, efisiensi operasional, serta kontribusi anak perusahaan," dia menambahkan.

BNI melanjutkan perbaikan struktural melalui transformasi yang telah dijalankan dari awal tahun 2020. Beberapa hal yang telah BNI lakukan dalam empat tahun terakhir meliputi penguatan struktur pemodalan, perbaikan internal bisnis proses, hingga penguatan struktur organisasi yang telah memberikan dampak signifikan pada pertumbuhan bisnis BNI.

Selanjutnya, tantangan terbesar adalah adanya perubahan perilaku nasabah yang menuntut kecepatan. Untuk merespon hal tersebut BNI pada tahun 2024 akan fokus pada transformasi peningkatan produktivitas tenaga pemasar (sales) di seluruh kantor wilayah dan cabang. Langkah ini bertujuan agar BNI dapat memberikan layanan yang optimal, responsif, serta secara konsisten memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved