Technology

Bangun Pusat Data, NTT Data Membidik Peluang Bisnis Data Center

Maket Pusat Data Jakarta 2 Annex (JKT2A) dari NTT Data. (Foto : NTT Data)

Kebutuhan data center di Indonesia diperkirakan meningkat setiap tahunnya. Hal ini didorong oleh populasi penduduk dan pertumbuhan ekonomi digital. Melansir data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, pertumbuhan pasar data center global mencapai 25.000 megawatt di tahun 2023. Konsumsi per kapita pusat data di Indonesia mencapai 0,66 watt per kapita atau lebih lebih rendah 4 kali lipat apabila dibandingkan dengan Singapura kapasitas pusat data sebesar 7,07 megawatt.

NTT Data sebagai perusahaan multinasional asal Jepang di bidang teknologi informasi melalui divisi Global Data Centers turut andil dalam perkembangan industri data center Indonesia dengan membangun Pusat Data Jakarta 2 Annex (JKT2A) yang dijadwalkan selesai pada awal 2026.

Data center ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan hyperscalers dan korporasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. “Kami siap menyediakan desain fasilitas yang fleksibel agar klien dapat mencapai tujuan bisnis mereka. Kami berkomitmen menyediakan kecukupan kapasitas data untuk mendukung ekonomi digital Indonesia,” ujar Doug Adams, CEO dan Presiden di Global Data Centers NTT DATA pada siaran pers yang dikutip Kamis, 16 Mei 2024.

Pembangunan JKT2A merupakan bagian dari rencana investasi NTT DATA senilai US$10 miliar untuk mengembangkan pusat data mulai tahun 2023 hingga 2027 di pasar-pasar utama di seluruh dunia. Data Center Jakarta 2A akan memiliki kapasitas sebesar 12MW beban IT kritis dan berlokasi di pusat Jakarta, sekitar 20 km dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Fasilitas JKT2A yang berlantai tujuh ini mencakup sistem pendinginan udara, langkah-langkah keamanan fisik yang kokoh, dan beberapa sumber daya listrik untuk memastikan keandalan maksimum. Kompleks JKT2 juga memiliki jaringan yang luas dengan koneksi ke lebih dari 150 penyedia layanan telekomunikasi, penyedia layanan internet, penyedia serat optik, serta menampung cloud edges utama dan layanan keuangan, termasuk payment gateways yang berbasis digital. Bahkan, kompleks ini memiliki beberapa koneksi serat langsung ke Pusat Data Jakarta 3 yang lebih besar di Bekasi.

Kompleks pusat data ini akan memiliki opsi energi terbarukan 100% untuk kliennya, sejalan dengan pencapaian target emisi bersih NTT DATA, termasuk memperoleh 100% energi terbarukan pada tahun 2030.

Pembangunan JKT2A ini memperluas layanan NTT DATA di Jakarta serta melengkapi kompleks JKT2 dan JKT3. :Peluncuran Data Center Jakarta 2 Annex merupakan langkah signifikan untuk memenuhi permintaan klien yang terus berkembang di saat mereka menerapkan solusi AI generasi berikutnya dan memperluas interkoneksi di seluruh wilayah,” ujar Yasuhiro Kajiki, Presiden Direktur Global Data Centers Indonesia NTT DATA dan PT NTT Indonesia.

NTT Global Data Centers mengoperasikan lebih dari 17 pusat data di tujuh negara di kawasan Asia-Pasifik, dengan lebih dari 278 MW beban IT kritis dan lebih dari 60 MW pada rencana ekspansi. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved