Capital Market & Investment

Kripto Kompak Menghijau, Investor Amati Tren Suku Bunga

Ilustrasi foto : Istimewa

Pasar kripto kembali menghijau yang ditandai dengan naiknya semua harga aset kripto. Harga Bitcoin menembus US$66 ribu pada Kamis pagi ini. Ethereum naik 4,62% ke level US$3.017, begitu juga Solana yang terbang hingga 12,22% atau menjadi US$160, dan NEAR Protocol naik 18,39% ke US$7,24.

Analis kripto di Reku, Fahmi Almuttaqin, mengatakan, kenaikan tersebut terjadi imbas rilis data inflasi Amerika Serikat yang mereda, dengan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan April secara tahunan berada di angka 3,4%, turun dari 3,5% di Maret tahun ini. Perkembangan inflasi di April itu lebih baik dari ekspektasi sehingga memicu daya dorong harga Bitcoin naik menjadi $66 ribu, atau sekitar 7,3% dari harga terendah pada 24 jam terakhir di sekitar US$61,6 ribu.

Kenaikan juga terjadi pada beberapa saham di pasar AS seperti S&P 500, Nasdaq, dan DJIA. “Kembalinya tren inflasi ke arah yang positif setelah data bulan Maret yang lebih tinggi dari perkiraan, dapat berpotensi menjadi katalis pendukung yang cukup baik bagi pasar kripto dalam satu bulan ke depan. Terlebih, ini merupakan pertama kalinya CPI mereda sepanjang tahun ini setelah pada Februari naik ke 3,2% dari angka 3,1% di Januari, dan kembali naik ke 3,5% di bulan Maret lalu,” kata Fahmi, pada Kamis, 16 Mei 2024.

Fahmi berpendapat kenaikan pasar kripto saat ini turut menyoroti optimisme investor terhadap kemungkinan penurunan suku bunga pada akhir kuartal ketiga atau kuartal keempat tahun ini. Namun, dinamika data ekonomi masih menjadi variabel penentu yang perlu diantisipasi oleh investor. Fahmi mengatakan investor kripto berpeluang mengoptimalkan momentum dengan mempraktikkan beragam strategi berinvestasi.

Bagi investor pemula, kondisi ini dapat menggambarkan prospek positif di aset kripto dan menjadi momentum yang cukup baik untuk mulai berinvestasi. Investor dapat mempertimbangkan strategi narrative hopping di mana investor dapat mencari naratif tertentu yang sedang banyak diminati oleh pasar untuk kemudian melakukan profit taking dan berpindah ke naratif lainnya yang berpotensi akan banyak diminati.

Selain itu, strategi DCA (dollar cost averaging) cukup menarik untuk investor yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengikuti perkembangan pasar dan mengolah kabar pasar kripto serta dinamika perekonomian. Strategi DCA ini memungkinkan investor untuk rutin membeli kripto pada setiap periode dan nominal tertentu yang memberikan investor harga rata-rata yang menarik sambil menunggu tren penurunan suku bunga. “Harga rata-rata pembelian tersebut kini tidak perlu dihitung secara manual. Karena investor bisa memantaunya di fitur investment insight yang tersedia di platform investasi," ucapnya.

Selain itu, investor juga bisa memantau holding period, kalendar laba atau rugi, hingga akumulasi keuntungan dari seluruh portofolio. "Dengan begitu, investor bisa lebih terinformasi tentang performa investasinya dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan,” kata Fahmi. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved