Best CEO

Rizka Wahyu Romadhona, Setiap Pemimpin Perlu Menerapkan Prinsip Walk The Talk

Rizka Wahyu Romadhona, Setiap Pemimpin Perlu Menerapkan Prinsip Walk The Talk
Rizka Wahyu Romadhona, Founder & Chief Executive Officer PT Agrinesia Raya.

PT Agrinesia Raya merupakan perusahaan yang terus tumbuh dan menjadi salah satu food manufacturing dengan berbagai produknya yang sudah dikenal. Sebut saja, Lapis Bogor Sangkuriang, Lapis Kukus Pahlawan, Bakpia Kukus Tugu Jogja, Bolu Susu Lembang, Nusa Rasa, Bolu Malang Singosari, dan Bolu Stim Menara.

Saat ini, Agrinesia berkantor pusat di Kawasan Industri Sentul (Olympic CBD), Kabupaten Bogor. Perusahaan dengan tujuh brand ini memiliki empat pabrik yang bertempat di Bogor, Sidoarjo, Yogyakarta, dan Medan serta sekitar 1.400 karyawan yang turut berkontribusi dalam pengembangan bisnis Agrinesia yang dijalankan sejak 2011.

Tentunya, dalam membesut bisnis, berbagai tantangan pun dihadapi Agrinesia. Rizka Wahyu Romadhona, Founder & Chief Executive Officer PT Agrinesia Raya, mengatakan bahwa dalam 1-2 tahun terakhir perusahaannya telah menghadapi sejumlah tantangan yang mencakup aspek eksternal dan internal.

Tantangan dari sisi eksternal melibatkan faktor makroekonomi, seperti inflasi, dinamika geopolitik, perubahan pada rantai pasok, serta pergeseran yang begitu cepat dalam aspek pasar dan inovasi. Sementara itu, dari sisi internal, pihaknya berupaya fokus pada pembangunan fundamental perusahaan untuk menghadapi tantangan eksternal. Terutama karena latar belakang Agrinesia yang bermula sebagai UMKM, masih terdapat sejumlah gap dalam kompetensi dan infrastruktur (sistem) yang perlu diperkuat.

“Pembangunan fundamental perusahaan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam menghadapi dinamika bisnis yang terus berkembang di masa mendatang,” kata lulusan Teknik Elektro ITS Surabaya ini.

Tak bisa dimungkiri, tantangan tersebut cukup berdampak pada penurunan profitabilitas perusahaan. Namun, adanya penurunan profitabilitas ini justru mendorong perusahaan untuk lebih berani dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk beradaptasi terhadap perubahan dan memahami dinamika pasar.

Dalam menghadapi tantangan yang ada, pihaknya juga tidak hanya berfokus pada meminimalkan penurunan profitabilitas perusahaan, tetapi juga memaksimalkan potensi pertumbuhan. Meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi, Agrinesia terus berupaya memastikan kesiapan untuk menangkap peluang yang ada dengan menjalankan berbagai strategi proaktif.

Sesuai dengan salah satu corporate value Agrinesia, yakni agility, pihaknya menilai bahwa setiap tantangan yang dihadapi perlu segera membutuhkan penanganan yang sama cepatnya dan sama tepatnya, agar tantangan tersebut tidak sampai menimbulkan dampak yang menghambat jalannya operasional perusahaan.

Salah satu dampak lain yang timbul dari berbagai tantangan tersebut ialah kompetisi yang semakin ketat. Dalam situasi kompetisi yang semakin ketat, perusahaan dengan cepat menanggapi beberapa aspek krusial, termasuk meningkatkan inovasi produk, menyesuaikan strategi harga dan posisi pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan merancang strategi pemasaran yang kuat.

Dengan mengakui dan menanggapi berbagai dampak ini secara cepat, perusahaan ini dapat memastikan adaptabilitas dan daya saingnya di tengah ketatnya persaingan, serta menjaga keseimbangan yang diperlukan untuk kelangsungan operasional yang sukses.

Lalu, apa saja strategi dan langkah yang dijalankannya? Agrinesia telah melaksanakan serangkaian strategi dan langkah-langkah proaktif. Pertama, fokus pada people development menjadi prioritas perusahaan, dengan memberikan peningkatan keterampilan dan pengembangan karier bagi karyawan agar dapat beradaptasi dengan tuntutan bisnis yang terus berubah.

Selanjutnya, Agrinesia telah berhasil membangun sistem digital yang bertujuan meningkatkan produktivitas melalui digitalisasi, memastikan operasional yang efisien dan responsif terhadap perubahan. Kemudian, efisiensi dan inovasi di banyak aspek menjadi terobosan lainnya, dengan penekanan pada peningkatan efisiensi operasional dan pendekatan inovatif dalam berbagai bidang.

Agrinesia juga menghidupkan corporate value I-CARE yang terdiri dari Integrity, Creativity, Agility, Results, dan Empowered di dalam keseharian tim, menciptakan lingkungan kerja yang peduli, kolaboratif, dan berfokus pada keberlanjutan. Tak kalah penting, perusahaan ini senantiasa menerapkan Good Corporate Governance (GCG) secara ketat untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan etika bisnis yang tinggi.

Terakhir, continuous improvement diintegrasikan ke dalam seluruh lapisan perusahaan, dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan proses, layanan, dan produk. Melalui kombinasi strategi dan langkah-langkah ini, Agrinesia berupaya tetap adaptif, efisien, dan inovatif dalam menghadapi tantangan pasar yang terus berkembang.

Sebagai CEO, bagaimana pendekatan leadership yang dilakukannya agar strategi di atas dapat terlaksana dengan baik? Menurut Rizka, pendekatan kepemimpinan yang ia terapkan merupakan refleksi dari visi besar Agrinesia, yaitu menciptakan kebahagiaan di setiap momen kehidupan. Ia mengajak timnya untuk bersama-sama mewujudkan visi tersebut, seiring dengan memastikan setiap Agrinesian (sebutan untuk setiap individu di dalam Agrinesia) juga merasa bahagia dalam lingkungan kerjanya.

Tak hanya bertumpu pada karyawan, sebagai seorang CEO, ia menilai bahwa setiap pemimpin perlu menerapkan prinsip “Walk the talk” sebagai wujud keseriusan dalam menerapkan nilai-nilai dan strategi perusahaan. Di Agrinesia, ia berusaha terlibat langsung dalam inisiatif-inisiatif yang mendukung tujuan perusahaan, sehingga tim merasa didukung dan termotivasi untuk mengikuti jejak positif tersebut.

Selain itu, konsep “Situational Leadership” pun diterapkan Rizka. Ia mengenali dan merespons situasi-situasi yang berbeda dengan pendekatan kepemimpinan yang sesuai, menciptakan lingkungan yang dinamis, dan responsif terhadap kebutuhan tim.

Monitoring dan evaluasi secara berkala juga menjadi bagian penting dari kepemimpinannya. Secara aktif ia terlibat dalam memastikan setiap langkah dan proyek sesuai dengan visi dan strategi yang telah ditetapkan.

“Harapannya, upaya ini akan berdampak positif pada seluruh aspek bisnis, mendukung pertumbuhan perusahaan, dan mencapai tujuan jangka panjang yang berkelanjutan,” kata peraih gelar Master Manajemen Bisnis dari IPB University ini.

Di tengah dinamika bisnis, Rizka melihat beberapa peluang bisnis yang dapat dieksplorasi dalam 1-2 tahun terakhir. Pertama, dengan pergeseran ke era digital, terdapat peluang besar untuk mendekatkan diri dengan pelanggan melalui pembangunan kanal online.

Meningkatkan presensi digital dapat membuka akses yang lebih luas, memperluas jangkauan pasar, dan memungkinkan interaksi yang lebih langsung dengan pelanggan.

Selanjutnya, informasi yang mudah diakses terkait tren industri makanan dan kondisi pasar memberikan keuntungan dalam berinovasi.

Dengan memanfaatkan data dan tren yang tersedia, pihaknya dapat lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan dan menciptakan produk-produk yang tidak hanya diminati tetapi juga relevan dengan pasar saat ini. Inovasi ini dapat menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing di pasar yang terus berubah.

Selain itu, peluang bisnis baru juga terbuka melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Menggandeng pemerintah, instansi, bahkan berbagai lembaga terkait dapat meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan. Kolaborasi ini dapat mencakup pengembangan produk bersama, pemberdayaan ekonomi lokal bersama, atau bahkan program tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih besar.

“Dengan memanfaatkan peluang-peluang ini, kami yakin dapat meraih pertumbuhan yang berkelanjutan, memperkuat posisi di pasar, dan memberikan nilai tambah bagi PT Agrinesia Raya,” ungkap Rizka.

Dari strategi yang telah diterapkan, Agrinesia telah mencapai sejumlah hasil positif, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, yang menunjukkan peningkatan kinerja bisnis secara menyeluruh, yang meliputi pertama, peningkatan brand awareness. Strategi pemasaran dan komunikasi yang terfokus telah berhasil meningkatkan awareness merek produk Agrinesia di kalangan masyarakat.

Kedua, pengakuan sebagai The Best Company to Work in Asia. Fokus pada pengembangan budaya perusahaan yang positif dan kesejahteraan karyawan telah membawa Agrinesia meraih pengakuan tersebut. Ini tidak hanya meningkatkan citra perusahaan di mata karyawan saat ini, tetapi juga berperan penting dalam menarik banyak talenta baru yang berkualitas untuk bergabung dengan perusahaan.

Ketiga, pertumbuhan kinerja perusahaan. Pihaknya mencatatkan pertumbuhan kinerja perusahaan yang signifikan dari tahun ke tahun. Peningkatan ini tecermin dalam sejumlah parameter kuantitatif, seperti peningkatan pendapatan dan keuntungan bersih.

“Keberhasilan ini sejalan dengan tujuan kami untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” kata Rizka tanpa menyebutkan nominal pendapatan dan keuntungan bersih bisnisnya.

Keempat, penguatan fundamental perusahaan. Strategi fokus pada pengembangan fundamental perusahaan telah membawa perubahan positif. Perusahaan ini berhasil membangun fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan masa depan, termasuk investasi dalam sistem infrastruktur yang lebih baik, pengembangan keterampilan karyawan, dan peningkatan proses operasional.

Menghadapi 2024, ada tiga strategi utama yang akan dijalankan Rizka sebagai CEO di tahun ini. Pertama, elevate the brand, channel, dan product. Kedua, expand the market & category. Ketiga, unleash the potential from within. Dengan tiga strategi tersebut, ia yakin bisa menghadapi tantangan di tahun politik ini dengan baik.

“Dengan tagline yang kami angkat di tahun ini ‘To Infinity and Beyond’, kami akan mengeksplorasi batas-batas potensi sehingga bisa meraih pencapaian luar biasa yang tak terhingga di tahun ini,” kata Rizka optimistis. (*)

Dede Suryadi dan Darandono


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved