Capital Market & Investment

Siapkan Capex, Kalbe Farma Memproduksi Alat Deteksi Dini Kanker

Jajaran direksi Kalbe Farma di Jakarta pada Kamis, 16 Mei 2024. (Foto : Anastasia AS/SWA).

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp1 triliun. Sumber dana capex bersasal dari kas perseroan. Kalbe Farma akan menggunakan dana capex untuk menambah kapasitas proyek pengembangan obat resep, pemeliharaan, dan pembangunan cyclotron radiopharmaceuticals untuk alat pendeteksi dini kanker. Kalbe Farma akan bekerjasama dengan rumah sakit untuk memberikan pelayanan tersebut kepada pasien.

Direktur Kalbe Farma, Kartika Setiabudy, mengatakan perseroan menargetkan produksi alat scan deteksi dini kanker di tahun depan. “Proyeknya sudah berjalan di Pulomas, Jakarta dan pada tahap dua akan dibangun di Surabaya,” ujar Kartika di sela-sela paparan publik di Jakarta pada Kamis, 16 Mei 2024. Investasi yang digelontorkan mencapai Rp300 miliar.

Kartika menjabarkan Kalbe Farma mengembangkan obat resep dan obat-obatan biologis untuk memperkuat pangsa pasar perseroan di tahun ini. “Tahun lalu, kami sudah memiliki izin edar dua produk baru yakni anemia Efesa (Efepoetin Alfa) untuk pasien gagal ginjal dan Serplulimab untuk kanker paru," ucap Kartika. Sektor ini akan menjadi fokus karena akan menjadi sektor pendorong pertumbuhan bisnis perseroan di masa mendatang.

Selain obat biologis, Kalbe Farma fokus pada obat generik sebagai komitmen menyediakan obat dengan harga terjangkau untuk masyarakat serta memproduksi medical device.

Perseroan membagikan dividen Rp1,4 triliun atau Rp31 per saham kepada pemegang saham di tahun 2024. Jumlah tersebut berasal dari 52% dari total laba bersih perseroan di tahun 2023 yang mencapai Rp2,76 triliun. Selain itu, perseroan juga melakukan pembelian kembali saham (buyback) maksimal Rp1 triliun dengan harga maksimal Rp1.600 per lembar. Dana untuk buyback saham ini menggunakan kas internal perseroan. Aksi korporasi ini ditetapkan Kalbe Farma pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis kemarin.

Presiden Direktur Kalbe Farma, Bernadette Ruth Irawati Setiady, mengatakan buyback dilakukan untuk mendorong harga saham Kalbe di tengah kondisi ketidakpastian. “Kalbe juga merencanakan pembayaran dividen sebesar 52% terhadap laba bersih tahun 2023. Hal ini sesuai dengan kebijakan dividen Perusahaan dengan rasio sebesar 45% hingga 55% terhadap laba bersih,” ujar Irawaty. Perseroan menargetkan penjualan di tahun ini naik sekitar 6% hingga 7% dan laba bersih tumbuh 13-15 %.

Kalbe Farma pada RUPST itu menyampaikan jajaran dewan komisaris dan direksi;

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Vidjongtius

Komisaris : Santoso Oen

Komisaris : Ronny Hadiana

Komisaris : Ferdinand Aryanto

Komisaris Independen : Lilis Halim

Komisaris Independen : Rhenald Kasali

Dewan Direksi

Presiden Direktur : Bernadette Ruth Irawati Setiady

Direktur : Sie Djohan

Direktur : Mulialie

Direktur : Jos Iwan Atmadjaja

Direktur : Kartika Setiabudy


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved