Trends

Pabrik Daikin di Cikarang Targetkan Produksi 1.000 Unit di 2025

Pabrik Daikin di Cikarang Targetkan Produksi 1.000 Unit di 2025

Shinji Miyata, Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia (ketiga dari kanan) disela-sela pembukaan Daikin Proshop Designer Award 2024, Hotel Shangri-La Jakarta pada Jumat, 17 Mei 2024.(Foto: Darandono).

PT Daikin Airconditioning Indonesia (Daikin) akan melakukan produksi perdana di pabrik terbaru Daikin di Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat. Rencananya, produksi perdana dari pabrik ini sekitar 500 unit pada tahun ini. Pabrik AC yang dibangun dengan investasi Rp 3,3 triliun ini dirancang memiliki kapasitas produksi sebanyak 1,5 juta unit per tahun. “Produksinya akan bertahap, pada akhir tahun ini sekitar 500 unit dan tahun depan direncanakan 1.000 unit. Secara bertahap, produksinya menuju 1.500 unit per tahun,” kata Wenky Handono Assistant General Manager Daikin Indonesia di Jakarta pada Jumat, 17 Mei 2024.

Produk dari pabrik Daikin terbaru ini dipasarkan untuk pasar domestik dan ekspor, khususnya negara-negara di Asia Tenggara untuk merespons permintaan konsumen terhadap AC berkapasitas kecil. Tahun ini, permintaan AC diperkirakan sekitar 2,8 juta unit.

Daikin pada 2022 menguasai pangsa pasar sekitar 35,5% di pasar AC Indonesia. Wenky menyebutkan pangsa pasar Daikin di tahun 2023 tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan, target pangsa pasar Daikin di tahun ini sekitar 30-an%. “Saya tidak bisa menyebut secara detil karena segmen market setiap produk berbeda,” kata Wenky.

Wenky menuturkan Daikin lebih fokus untuk memproduksi AC hemat energi dan ramah lingkungan. Pabrik Daikin di Cikarang itu memproduksi AC inverter dengan refrigerant R32 yang ramah lingkungan. Hal ini diharapkan memudahkan konsumen untuk memperoleh varian AC yang hemat listrik.

Pacu Citra Merek

Daikin memasarkan produknya itu di Daikin ProShop Indonesia yang bekerja sama dengan dealer resmi dan Daikin i-Shop merupakan dealer resmi Daikin dengan layanan yang dirancang khusus memberi pengalaman terbaik sejak dari tahap konsultasi kebutuhan, instalasi hingga layanan purna jual. “Segmen Daikin ProShop untuk residence premium, sedangkan Daikin i-Shop lebih fokus untuk kalangan menengah atas khususnya produk inverter,” kata Wenky.

Selain rajin mengaktivasi pemasaran, Daikin rutin meningkatkan citra merek (branding awareness) di berbagai kegiatan. Contohnya menggelar Daikin Proshop Designer Awards 2024. Kompetisi tahunan bagi pegiat arsitektur dan desain interior ini menantang pesertanya untuk mengekspresikan ide mengenai ruang hidup ideal.

Shinji Miyata, Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, mengapresiasi partisipasi peserta pada kompetisi ini untuk menjadi tempat berkembangnya ide tentang ruang hidup ideal yang menempatkan keindahan desain dan tata udara dalam paduan seimbang.

Dengan Mengusung tema Expression, Daikin Proshop Designer Awards ke 4 ini mengukuhkannya sebagai kompetisi bergengsi dan menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta.

Sebagai sebuah kompetisi tahunan, Daikin pun membawa berbagai pembaruan yang menjadi tradisi dari tiap penyelenggaraan Daikin Proshop Designer Awards. Dengan mempertahankan pembagian kategori besar untuk karya terbangun maupun konseptual masing-masing bagi pegiat arsitektur maupun desain interior, terdapat tujuh kategori yang diperlombakan. Termasuk didalamnya pembagian berdasarkan aplikasi ruang, yaitu kategori hunian dan bangunan bagi usaha food & Beverages . (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved