Trends

Balinese Water Purification Ceremony Tandai Pembukaan WWF ke-10 di Kura-Kura Bali

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bersama Presiden World Water Council (WWC), Loic Fauchon melepas liarkan burung Merpati di pembukaan Balinese Water Purification Ceremony di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Sabtu, 18 Mei 2024 sore. (Foto: Kemenko Marves)

Kura Kura Bali, yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus sejak April 2023, menggelar Balinese Water Purification Ceremony pada Sabtu, 18 Mei, sebagai bagian dari pembukaan World Water Forum (WWF) ke-10. Upacara ini, yang diadakan oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP), melibatkan ritual keagamaan dan tarian sakral untuk menghormati dan menyucikan air, lengkap dengan pelepasan burung dan tukik ke alam.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Panitia Nasional Penyelenggara WWF ke-10, menyatakan penghargaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali atas kesempatan unik bagi peserta untuk mengikuti prosesi ritual yang sarat makna ini. "Ini sebuah upacara sesungguhnya bagaimana kita menyucikan air, sesuai dengan local wisdom di Bali,” ujar Menteri Basuki.

Filosofi ini mendapatkan tempat yang istimewa dalam kebudayaan Bali, di mana air tidak hanya dianggap sebagai sumber daya tapi juga sebagai elemen penting dalam spiritualitas dan tradisi. "Bagi masyarakat Bali, air memang lebih dari sekadar sumber daya, juga sebagai bagian dari spiritualitas dan kebudayaan," tambah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan tema "Water for Shared Prosperity" yang menjadi fokus WWF ke-10.

Presiden World Water Council, Loic Fauchon, memuji penyelenggaraan forum yang diadakan di Bali, menyebutnya sebagai yang paling profesional dan efisien dalam sejarah 30 tahun penyelenggaraan forum ini.

“Sejak awal 30 tahun lalu, ini yang paling profesional, yang paling efisien yang pernah saya lihat. Saya yakin kegiatan sore ini upacara yang luar biasa,” kata Loic.

Tuti Hadiputranto, Presiden Direktur, PT Bali Turtle Island Development menyatakan, KEK Kura Kura Bali menjunjung tinggi pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam melalui kearifan lokal dan akan terus berupaya mendukung, memelihara, dan meningkatkan kesakralan budaya serta tempat-tempat suci di dalam dan sekitar kawasan. “Dengan menjadi tuan rumah di perhelatan dunia seperti ini, kami berkomitmen untuk terus menciptakan kawasan yang memiliki ekosistem pariwisata berkualitas dan industri kreatif yang berkembang."

Lewat penyelenggaraan World Water Forum ke-10 ini, Kura Kura Bali tidak hanya memperkuat reputasinya sebagai pusat keberlanjutan global, tetapi juga menegaskan komitmen Indonesia dalam memimpin diskusi penting mengenai pengelolaan dan pelestarian sumber daya air. Ini adalah langkah maju bagi Indonesia, menunjukkan kepada dunia bahwa melalui pemahaman dan penghargaan terhadap warisan lokal, kita bisa menghadapi tantangan lingkungan global dengan solusi yang inovatif dan inklusif. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved