Trends

Taktik Dua Sejoli Membesarkan Mad Milk

(kiri-kanan) Viona Valencia dan James Rahardja di gerai Mad Milk di Grand Indonesia, Jakarta pada Rabu, 15 Mei 2024. (Foto : Sri Niken Handayani/SWA).

Viona Valencia dan James Rahardja melihat peluang bisnis roti artisan dan memproduksi roti berjenama Mad Milk yang membidik penikmat kuliner roti artisan. “Pada saat pandemi Covid-19, awalnya hanya iseng membangun Madmilk ini, bisa dibilang kami merupakan pelopor untuk Japanese Milkbuns di Indonesia,” ujar Viona saat swa.co.id menjumpainya di outlet Mad Milk di Grand Indonesia, Jakarta pada Rabu, 15 Mei 2024.

Mereka menggabungkan keahliannya masing-masing untuk membesarkan bisnisnya ini. Viona berlatar belakang seni dan ilmu mengolah kue atau pastry. Sedangkan, James berpengalaman di bidang perhotelan. Setelah melakukan riset, keduanya memutuskan untuk mengenalkan Japanese Milkbuns ke masyarakat.

Viona belajar otodidak untuk memproduksinya. Dia memodifikasi cita rasa yang selaras dengan minat konsumen. Sensasi lembut dari rotinya merupakan salah satu keunggulan dari roti artisan ini. Menurutnya, adonan roti Mad Milk tidak menggunakan telur melainkan hanya susu sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dengan warna putih yang khas. “Adonannya, kami develop sendiri bahkan saus kejunya pun saya yang meraciknya,” ungkap Viona.

Pada fase awal, Mad Milk hanya menyuguhkan varian rasa cocholate crunch dan cheese. Seiring perjalanan waktu, dia berinovasi mengeluarkan macam produk dan varian rasa lainnya diantara rasa pistachio, manggo, susu, milo, dan ubi ungu Jepang. Harganya berkisar Rp25 ribu-Rp88 ribu per varian tersebut.

Mengenai strategi pemasaran, James mengisahkan awalnya Mad Milk memproduksi roti sesuai pesanan atau sistem pre order (PO) di media sosial dengan kuota 10 roti per harinya. Konsumen semakin meminati roti Japanese Milkbuns buatan Mad Milk ini. Minat konsumen kian melonjak, Veronica dan James mengubah taktik.

Sistem pemesanan diubah. Pemesanan PO hanya dibuka setiap hari Jumat pada pukul 10.00 WIB dengan batas pemesanan hanya 4 kotak untuk satu transaksi per individu. “Hanya dalam beberapa menit, kuota yang kami sediakan langsung habis. Saat itu, Mad Milk jadi trending, masyarakat semakin penasaran dengan Japanese Milkbuns ini,” kata Viona.

Tanggapan positif dari konsumen telah memantik Mad Milk meningkatkan kapasitas produksinya. Mad Milk memproduksi adonan roti hingga 400 kg per hari. Roti yang diproduksinya itu dikirim ke berbagai gerai Mad Milk di sejumlah pusat perbelanjaan.

Gerai Mad Milk berkonsep aesthetic Japanese family friendly bakery dengan menargetkan segmen keluarga serta pekerja kantoran. Pada tahun 2020, gerai pertama Madmilk dibuka di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Pasangan sejoli ini telah berhasil mengembangkan sayap bisnisnya ke Sumarecon Mall Serpong dan Grand Indonesia. “Di PIK itu outlet dan pusat produksi. Kami membuka outlet di pusat perbelanjaan karena mengamati banyaknya pelanggan yang mencari hiburan ke mall setiap minggunya,” kata James.Yang terbaru, gerai Mad Milk dibuka di Grand Indonesia, Jakarta. Gerai ini mengusung konsep grab and go agar memudahkan konsumen. “Hingga akhir tahun ini, Mad Milk berencana membuka dua cabang lagi di Jakarta,” ujar James. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved