Technology

OJK Perkuat Sistem Anti Fraud Keuangan Digital

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK. (Foto : OJK).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Fintech Indonesia (AFTech), dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) meluncurkan Panduan Strategi Anti-Fraud Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di Bandung, Jawa Barat pada Jumat, 17 Mei 2024. Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, menyampaikan kerugian yang diakibatkan penyelewengan (fraud) di sektor ITSK itu bertautan dengan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap platfom digital (digital trust).

Hal ini akan memberikan dampak yang besar mengingat digital trust merupakan pondasi utama industri ITSK. “Panduan ini diharapkan dapat diterapkan dengan baik oleh Asosiasi bagi seluruh Penyelenggara ITSK agar ekosistem digital di Indonesia dapat semakin berkembang dan dipercaya oleh masyarakat,” kata Hasan dalam pernyataan resmi yang dikutip pada Minggu, 19 Mei 2024.

OJK akan terus mendukung perkembangan sektor ITSK melalui berbagai kebijakan dan sinergi dengan industri jasa keuangan (IJK) untuk mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang kondusif dan kolaboratif. “Kemitraan antar-pemangku kepentingan ini akan mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang kondusif dan kolaboratif, serta pada akhirnya memungkinkan lembaga jasa keuangan (LJK) untuk mengeksplorasi dan mengembangkan layanan keuangan berbasis inovasi digital yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” tambah Hasan.

Penyelenggara ITSK dalam mencegah dan menangani fraud dapat dilakukan melalui penerapan manajemen risiko dan pengendalian internal yang kuat; meningkatkan transparansi kepada konsumen; meningkatkan kemampuan infrastruktur teknologi informasi, mengadakan edukasi berkelanjutan untuk seluruh pegawai, dan kegiatan literasi konsumen. "OJK akan terus mendukung perkembangan sektor ITSK melalui berbagai kebijakan dan sinergi dengan IJK untuk mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang kondusif dan kolaboratif," ujar Hasan.

Kemitraan lintas pemangku kepentingan ini mengkreasikan ekosistem keuangan digital yang kondusif dan kolaboratif, serta mendorong lembaga jasa keuangan (LJK) untuk mengeksplorasi dan mengembangkan layanan keuangan berbasis inovasi digital yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved