Capital Market & Investment

Investor Mengamati Sentimen Harga Nikel dan Suku Bunga

Foto : Vicky Rachman/SWA.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pekan lalu itu naik sebesar 3,22%. Peningkatan ini tertopang saham-saham di indeks IDX Basic yang naik sebesar 6,55% dan IDX Finance naik 2,8%. Community Lead PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Angga Septianus, menjelaskan 6 sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG pada pekan lalu yakni tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS), indeks harga produksi, penjualan ritel ASa, klaim pengangguran di AS yang turun, sentimen harga nikel dan sentimen harga emas.

Angga menjelaskan inflation rate AS pada April turun ke level 3,4% sesuai dengan konsensus dan secara bulanan turun ke level 0,3% atau lebih rendah dari konsensus. Indeks harga produksi meningkat ke 0,5% secara bulanan atau lebih tinggi dari perkiraan Dow Jones di angka 0,3% serta penurunan yang direvisi sebesar 0,1% pada Maret.

Harga nikel bergerak mendekati US$21 ribu/ton, tertinggi sejak September 2023 yang disebab oleh adanya kekhawatiran mengenai pasokan nikel akibat ketegangan yang terjadi di New Caledonia yang berkontribusi sebesar 5% kepada pasokan nikel global. "Harga emas pada pekan lalu menyentuh level US$2.397,4/troy ons yang merupakan imbas dari kehati-hatian para pelaku pasar dalam menilai arah pergerakan kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh The Fed," terang Angga pada risetnya di Jakarta, Senin, 20 Mei 2024.

Angga menghimbau para investor memerhatikan sejumlah sentimen yang diprediksi bakal memengaruhi pergerakan sejumlah saham pada pekan ini. Sentimen yang wajib diperhatikan yakni dari AS, yakni ada initial jobless claims dengan konsensus turun, S&P Global Composite PMI yang diprediksi naik, S&P Global Manufacturing PMI yang diprediksi naik dan S&P Global Services PMI dengan konsensus naik.

Sentimen dari dalam negeri ada sentimen suku bunga dengan konsensus tetap di 6,25%. “Harga nikel akan terus naik jika aksi demonstrasi di New Caledonia tidak terselesaikan dan pastinya menghambat supply nikel dari negara tersebut. New Caledonia memproduksi sekitar 5% dari supply global atau nomor 3 terbesar di dunia setelah Indonesia dan Filipina. Tentu saja kondisi ini akan menguntungkan emiten nikel seperti NCKL, INCO, ANTM dan HRUM," tutur Angga.

Angga merekomendasikan 3 saham pada perdagangan Senin-Rabu pekan ini;

Buy saham INCO disebabkan oleh harga nikel yang melonjak ke US$20.944 atau tertinggi sejak Agustus 2023. INCO berhasil breakout dari trend sideways-nya sejak awal tahun dan membuat uptrend channel.

Buy on Pullback saham JPFA karena kinerja sektor broiler pada kuartal pertama tahun ini membaik dan outlook hingga akhir tahun ini diprediksi tumbuh. Jika pendapatan dan laba melampaui ekspektasi analis, ada potensi analyst rating JPFA dinaikkan. Dana asing masuk ke JPFA cukup besar sejak awal bulan sebanyak Rp112,7 miliar.

Buy RAJA karena pada emiten ini terjadi akumulasi besar sejak low-nya di tanggal 20 Februari lalu. Jika berhasil breakout dari resistance kuat Rp1.470, RAJA berpotensi menguji resistance selanjutnya pada level Rp1.550-1.600. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved