Trends

Nayati Indonesia, Produsen Perlengkapan Dapur Bidik Penjualan Naik 5% di 2024

Aldo Johan Susanto, Direktur Pengembangan Bisnis Nayati Indonesia. Perusahaan ini memproduksi perlengkapan dapur. (Foto : Dok).

PT Nayati Indonesia mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 3% di kuartal I/2024. Aldo Johan Susanto, Direktur Pengembangan Bisnis Nayati Indonesia, mengatakan Nayati Indonesia menjaga stabilitas harga produk dan kualitas inventory turnover sehingga harga produk tetap kompetitif. "Hal ini memberikan confidence terhadap distributor kami untuk meningkatkan level stock inventory-nya. Ini merupakan hasil dari konsentrasi lini produk yang dirampingkan dan mengelola berbagai tahapan di rantai pasok (supply chain). Kami optimistis penjualan di akhir tahun ini tumbuh lebih dari 5% jika dibandingkan tahun 2023," ujar Aldo saat dihubungi SWAonline pada Selasa (21/5/2024).

Nayati Indonesia merupakan perusahaan manufaktur perlengkapan dapur (kitchen equipment). Perusahaan ini memproduksi beragam komponen dari internal sehingga rantai pasok komponen tetap stabil lantaran tidak selalu mengandalkan pasokan komponen dari eksternal perusahaan. “Contohnya, stainless steel-nya kami olah dari awal. Kami berupaya memproduksi komponen-komponen. Saat ini, komponen yang dibuat Nayati masih 30% dari jumlah total komponen yang dibutuhkan, sedangkan yang dibeli ke pemasok 70%. Ke depannya, kami menargetkan bisa memproduksi komponen lebih dari 30%,” tutur Aldo.

Usaha Nayati memproduksi komponen yang diperlukan untuk produknya berhasil mengerek kapasitas produksinya. Tahun lalu, Nayati memperluas area produksi sekitar 10 ribu m2, sehingga menambah total luas lahan produksi perusahaan ini menjadi 50 ribu m2. Pasokan komponen yang lancar ini memudahkan Nayati Indonesia memproduksi perlengkapan dapur.

Aldo menjabarkan tren peningkatan penjualan produk Nayati Indonesia untuk pasar dalam negeri dan ekspor ke negara di kawasan Asia Selatan, terutama India serta Timur Tengah pada Januari-Maret tahun ini. Nayati Indonesia memperluas jangkauan konsumen lantaran rajin mengikuti pameran internasional, semisal pameran Foodservice Equipment di Milan, Italia di akhir tahun 2023.

Untuk meningkatkan layanan purna jual, Nayati Indonesia melakukan beberapa upaya, seperti mengintegrasikan nomor seri produk dengan QR Code yang tersambungkan dengan Manual Petunjuk Penggunaan. Kemudian, mengunggah konten edukasi di YouTube yang menyajikan metode troubleshooting untuk melakukan perbaikan di tahap awal.

Kanal ini mudah diakses dan mendorong konsumen untuk bisa melakukan perbaikan awal sebelum membutuhkan tenaga spesialis. "Kami juga memberikan layanan omnichannel, chat, dan video call untuk troubleshooting dan pada market strategis kami mendirikan in house service team yang berdedikasi untuk pelayanan purna jual," tutur Aldo yang sempat menjadi asisten dosen di Purdue University, Amerika Serikat.

Gaet Konsumen Global

Nayati Indonesia menjual produksnya ke pasar domestik sebesar 65% dan ekspor 35%. Produknya mudah ditemukan di dapur hotel berbintang dan restoran ternama. Tak hanya di dalam negeri, tapi hampir di seluruh penjuru dunia bisa ditemukan produk perlengkapan dapur buatan Nayati Indonesia.

Jaringan hotel yang menggunakan produk Nayati, antara lain, Gumaya, Hyatt, Ibis, JW Marriot, Holiday Inn, dan Sheraton. Lalu, resto cepat saji pun tak mau ketinggalan menggunakan produk Nayati. Sebut saja, McDonald’s, KFC, Pizza Hut, Bread Talk, Starbucks, dan J.CO.

Peralatan dapur Nayati Indonesia juga ditemukan di kantin perusahaan kelas kakap, seperti Indofood, Djarum, Sidomuncul, dan Polytron. Aldo menjabarkan lini produk peralatan dapur Nayati Indonesia itu diantaranya perlengkapan dapur untuk Asian cooking, Western cooking, refrigeration, dan kompor empat tungku, yang dijual di segmen bussines to bussines.

Aldo terus berupaya menggenjot penjualan produk ke konsumen baru di pasar domestik ataupun ekspor. Dia memperluas pemasaran dan penjualan di luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. ”Untuk pasar ekspor, responsnya positif karena mereka melihat bahwa produk kitchen made in Indonesia juga memiliki kualitas yang bagus,” katanya.

Terkait strategi pemasaran di dalam negeri dan luar negeri, Aldo mengatakan bahwa Nayati Indonesia menerapkan pendekatan yang berbeda karena produknya ada yang kategori Asian cooking dan Western cooking. Di Eropa, produk Asian cooking-nya laris manis dibeli konsumen. Sebaliknya, produk Western cooking banyak yang dibeli konsumen di Asia. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved