Sajian Utama

Setengah Abad Trakindo Gulirkan Inovasi Berkelanjutan

Daniel Setyadi, Chief Innovation Officer PT Trakindo Utama (Foto : Ihsan Sulaiman/SWA).

Sudah setengah abad lebih, PT Trakindo Utama menggeluti bisnis alat berat di negeri ini. Agar perusahaan ini tetap agile, bahkan menjadi leader di industrinya, Trakindo menggulirkan program inovasi berkelanjutan yang berbasis pada visi dan misi perusahaan. Menjadi penyedia solusi jasa kelas dunia untuk peralatan Caterpillar merupakan visinya. Sedangkan misinya adalah Membangun perusahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja yang layak dan berkualitas bagi sebanyak mungkin rakyat Indonesia.

Perusahaan yang didirikan oleh AHK Hamami pada 23 Desember 1970 ini membentuk para karyawan yang berkualitas agar terus bertumbuh dan adaptif dengan berbagai tantangan di sektor industri alat-alat berat. Hal ini dilakukan tidak hanya terbatas pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mencakup upaya untuk meningkatkan kemampuan daya saing dan menjadi pionir dalam inovasi industri.

Pada era digital ini, Trakindo berinovasi untuk mengembangkan beberapa aplikasi pada piranti bergerak (mobile apps), seperti TCA dan Trakindo Customer App. Hal ini dibuat agar pelanggan merasa appreciated, secure, dan effortles dalam berinteraksi dengan Trakindo. “Trakindo selalu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasionalnya, memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan tidak hanya menguntungkan perusahaan, tapi juga pelanggan dan masyarakat,” ujar Daniel Setyadi, Chief Innovation Officer PT Trakindo Utama.

Di perusahaan ini, komitmen inovasi tidak hanya dipegang oleh satu departemen ataupun fungsional, karena inovasi adalah milik seluruh karyawan Trakindo. Sebagai bentuk komitmen yang kuat ini, Trakindo menghadirkan pimpinan tertinggi di bidang inovasi pada level top manajemen yang dipimpin oleh Chief Innovation Officer (CIO). CIO ini bertanggung jawab menularkan virus inovasi ke seluruh elemen Trakindo dan membuat infrastruktur untuk memuluskan proses inovasi.

Keberadaan kepala inovasi ini menunjukkan keseriusan Trakindo dalam menciptakan komitmen dan lingkungan yang mendukung ekosistem inovasi yang positif. Di bawah organisasi CIO, Trakindo menempatkan Departemen Office of Strategy Management (OSM) yang dipimpin oleh seorang general manager (Head of OSM). Departemen OSM di Trakindo ini membangun infrastruktur dan metodologi inovasi agar proses inovasi bisa berjalan dengan baik. “Dengan demikian, Trakindo menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pionir dalam industri dengan terus berinovasi dan menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingannya,” katanya.

Agar inovasi di Trakindo ini terstruktur dan berkelanjutan, perusahaan ini mengimplementasikan metodologi yang memperlencr proses inovasi, antara lain ada 6 Sigma (DMAIC, DMEDI), dan saat ini pendekatan Scrum juga mulai diterapkan. Dengan menggunakan metodologi tersebut, semua ide dari seluruh karyawan dikumpulkan dalam sebuah platform inovasi dan dibagi dalam empat kategori besar, yaitu service tools, product, process, dan system & technology.

Ide-ide yang dikirimkan melalui innovation funnel tersebut pada tahap idea generation, ide akan di-review oleh para profesional yang dinamakan Subject Matter Expert. Mereka adalah karyawan yang memiliki keahlian tertentu pada bidang spesialisasinya dan menjadi rujukan bagi yang lain. Setelah dilakukan review, kemudian ide-ide tersebut masuk ke dalam tahap berikutnya, yaitu tahap prototype, yaitu menuangkan ide tersebut menjadi produk yang nyata sampai setengah jadi.

Pada tahap purwarupa (prototype), Trakindo rutin mengevaluasinya untuk dilanjutkan kepada tahap implementasi atau piloting. Di tahap ini, ide tersebut sudah terimplementasi dengan berbagai masukan yang telah diberikan pada tahap-tahap sebelumnya untuk dianggap sebagai inovasi yang komplit.“Dari berbagai inovasi yang sudah selesai, semuanya dapat dilihat dan direplikasi oleh para karyawan agar inovasi tersebut menyebar dan dilakukan perbaikan selanjutnya melalui innovation funnel system,” ujarnya.

Pencapaian Inovasi

Berbagai hasil dan pencapaian dari inovasi yang sudah diraih Trakindo sejak 2014 adalah mengkreasikan inovasi sebanyak 2.964. Inovasi ini berhasil diimplementasikan. Dua di antaranya telah berhasil dipatenkan dan diakui secara resmi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Lalu pada 2023, terdapat 1.045 ide inovatif yang diajukan oleh 415 inovator. Sebanyak 206 dari jumlah ini merupakan inovator baru yang bergabung.

Beberapa inovasinya, bahkan dikembangkan menjadi corporate innovation, salah satu contohnya inovasi di 2020 adalah terkait dengan spesific impact. Trakindo yang memiliki lebih dari 7.900 karyawan tersebar di lebih dari 75 cabang di seluruh Indonesia memperkenalkan surat jaminan medis untuk karyawannya. Sebelumnya, proses permintaan dokumen medis dilakukan secara manual yang menyita waktu dan tenaga.

Dengan adanya sistem baru ini, karyawan dapat dengan mandiri dan real-time mengajukan permintaan dokumen melalui formulir online yang disediakan, menggunakan Microsoft Form. Proses produksi dokumen kemudian diotomatiskan, dan persetujuan dilakukan secara digital, menghilangkan penggunaan kertas dan membuatnya menjadi proses yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, untuk eksternal, Trakindo juga mengadopsi teknologi baru seperti Fork Eyes Technology yang terbukti meningkatkan keselamatan dan kenyamanan kerja. Teknologi ini memasang kamera pada unit electric forklift untuk memberikan pandangan tambahan kepada operator, meminimalisir risiko cedera ergonomis, serta meningkatkan visibilitas operator dalam mengoperasikan electric forklift di dalam warehouse. Teknologi ini telah diimplementasikan oleh beberapa pelanggan Trakindo dan dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan keselamatan operasi di area kerja.

Di sisi lain, Trakindo juga fokus pada manajemen fasilitas penanganan layanan dengan pendekatan Do It Right First Time – Response Time (DIRFT-RT), yang bertujuan untuk memaksimalkan kualitas layanan kepada pelanggan dengan waktu tanggap yang cepat dan efisien. “Dengan adanya inovasi-inovasi ini, Trakindo terus berusaha untuk menjadi pemimpin dalam industrinya dengan menggabungkan teknologi terbaru dengan praktik terbaik untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan kualitas layanan bagi pelanggan dan karyawan mereka,” ungkap Daniel.

Kemudian, kompetisi bertajuk Innovation Day 2023, Trakindo berhasil mendapatkan 6 inovasi yang juga berdampak terhadap finansial, baik bagi pelanggan maupun internal organisasi. Dari inovasi yang dihasilkan memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap peningkatan kinerja organisasi dan efisiensi perusahaan. Salah satu dampak inovasi bagi organisasi adalah bisa mempercepat proses invoicing pada salah satu pelanggan besar dengan akurasi yang meningkat dari 47% menjadi 97% dan secara finansial dapat menghemat hampir Rp10 miliar. Dampak yang lain dari inovasi bagi organisasi adalah kita bisa mengelola Machine Engine Population (MEP) dengan mudah.

MEP merupakan aset terbesar Trakindo yang harus dikelola serta diperbarui secara berkala, agar menghasilkan data opportunity yang valid dan sesuai. Seperti dari hasil inovasi di 2023, terdapat potensi pendapatan tambahan sebesar lebih dari Rp400 miliar. Melalui inovasi 2023 ini, Trakindo membantu para pelanggan dengan memberikan efisiensi biaya perawatan unit. Secara finansial, pelanggan bisa melakukan penghematan biaya sebesar lebih dari Rp4 miliar.

Dampak dari inovasi yang sudah dihasilkan di atas apabila diimplementasi dan direplikasi ke seluruh cabang tentunya akan memiliki dampak finansial yang lebih besar lagi bagi perusahaan dan pelanggan. Dengan demikian, inovasi berkelanjutan memegang peranan penting bagi Trakindo sehingga bisa tetap sustainable dan agile dalam menghadapi perubahan yang terjadi saat ini. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved